Breaking News

Rabu, 31 Januari 2018

ADA 7 CARA MEMELIHARA KELINCI DENGAN BAIK DAN BENAR

Kelinci adalah hewan mamalia dari famili Leporidae, yang dapat ditemukan di banyak bagian bumi. Kelinci berkembangbiak dengan cara beranak yang disebut vivipar. Dulunya, hewan ini adalah hewan liar yang hidup di Afrika hingga ke daratan Eropa. Pada perkembangannya, tahun 1912, kelinci diklasifikasikan dalam ordo Lagomorpha. Ordo ini dibedakan menjadi dua famili, yakni Ochtonidae (jenis pika yang pandai bersiul) dan Leporidae (termasuk di dalamnya jenis kelinci dan terwelu). Asal customized structure kelinci berasal dari bahasa Belanda, yaitu konijntje yang berarti "anak kelinci". Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat Nusantara mulai mengenali kelinci saat masa kolonial, padahal di Pulau Sumatera ada satu spesies asli kelinci sumatera (Nesolagus netscheri) yang baru ditemukan pada tahun 1972.

Saat ini sejumlah jenis kelinci menjadi hewan peliharaan dan hewan pedaging. Beberapa jenis kelinci sebagai hewan pedaging juga ada yang dijadikan hewan peliharaan. Jenis kelinci terbesar di dunia, yaitu Continental Giant biasanya dijadikan hewan pedaging, tetapi ada juga yang memeliharanya dan secara resmi telah menjadi kelinci terbesar di dunia dengan tingi/panjang 4 feet + 4 inci (132 sentimeter) dan berat 3,5 stones (22,2 kilogram).


1. Gunakan Kandang yang Tepat dan Pastikan Kandang Selalu Bersih 
Gunakanlah kandang kelinci yang tepat sesuai dengan ukuran dan berat kelinci. Kelinci dengan berat 3,6 kg atau lebih membutuhkan kandang dengan ukuran 1,2 x 0,6 x 0,6 meter. Kondisi kandang harus membuat kelinci nyaman, dimana harus ada ruang bagi kelinci untuk berbaring, tempat makanan, tempat minum dan tempat kotoran. Letakkan kandang kelinci di tempat yang bersih dan jauh dari jangkaun binatang buas seperti anjing, jauh dari bahan-bahan kimia dan benda-benda lain yang membahayakan kelinci. Gunakan jerami sebagai oh dear tidur kelinci. Letakkan lembaran papan di dalam kandang sebagai too bad. Kelinci yang biasa duduk atau berdiri di lantai kawat bisa mempengaruhi kekuatan pijakan kakinya. Bersihkan kandang kelinci secara rutin termasuk membersihkan tempat pakanan dan minumannya. Kandang yang lembab dan basah bisa menimbulkan banyak penyakit pada kelinci.

2. Sediakan Makanan Kelinci yang Bergizi dan Bersih 
Makanan yang diberikan akan sangat berpengaruh terhadap perkembangan kelinci. Makanan kelinci tidak harus berupa rumput hijau, beberapa jenis makanan yang bisa diberikan untuk kelinci yaitu feed (rumput kering), biji-bijian (gandum, kacang, kedelai), umbi-umbian (singkong, ubi jalar, talas) dan pelet. Pelet diberikan sebagaipakan tambahan yang mengandung protein untuk petumbuhan kelinci. Kelinci dewasa membutuhkan setidaknya 1/8 cangkir pelet untuk setiap 2,2 kg berat badannya. Untuk kelinci hias yang masih muda, anda bisa memberinya makan berupa pelet horse feed. Kelinci yang sudah berumur bisa diberi makan berupa jerami timothy. Makanan yang diberikan harus bersih dan tidak mengandung racun, jika mungkin berikan makanan berupa sayuran organik. Salah satu penyebab timbulnya penyakit pada kelinci dikarenakan makanan yang tidak sehat. Terkadang ada telur cacing pada sayuran atau rumput yang terbawa makan kelinci. Makanan dan minuman juga harus rutin diganti setiap hari karena suka tercampur dengan kotoran kelinci. Anda harus menggunakan tempat makan dan tempat minum yang kokoh supaya tidak mudah tumpah wadahnya. Meskipun kelinci identik dengan wortel, tapi anda jangan terlalu sering memberikan wortel karena wortel mengandung banyak gula. 

3. Sediakan Keranjang Kotoran
Kelinci mempunyai kebiasaan baik untuk membuang kotoran di satu tempat yang tetap. Anda bisa menyediakan kotak kotoran di dalam kandang, biasanya di sudut kandang. Pada awalnya memang kelinci akan buang air di luar kotak, anda harus melatih kelinci supaya buang air di kotak kotoran yang sudah disediakan. Letakkan kotak kotoran dekat dengan tempat makan, karena biasanya kelinci akan makan dan pup dalam waktu yang bersamaan. Kotak kotoran harus dibersihkan setiap hari dan semprot dengan antikuman setiap minggunya. 

4. Bersihkan Kelinci Dengan Teratur 
Kelinci hias anda harus dibersihkan dengan teratur supaya tetap terlihat bersih dan sehat. Pada dasarnya tidak dianjurkan untuk memandikan kelinci, tapi anda bisa menggunakan sikat yang berbulu halus untuk membersihkan kotoran yang menempel pada bulu kelinci. Kelinci dimandikan kalau memang sudah sangat kotor. Kuku kelinci harus dipotong setiap 1-2 bulan sekali untuk menghindari timbulnya penyakit karena kotoran atau kuman yang ada pada kuku. 

5. Mengajak Kelinci Bermain dan Berolahraga 
Kelinci akan merasa bosen jika terus menerus berada di dalam kandang. Sesekali ajaklah kelinci hias anda bermain karena kelinci juga membutuhkan udara segar dan jalan-jalan. Anda bisa membawa kelinci ke halaman belakang rumah dan biarkan kelinci berada di luar selama 6 hingga 8 stick. Pastikan tempat bermain kelinci dikelilingi dengan pagar supaya kelinci tidak kabur sekaligus sebagai pelindung dari hewan buas. Anda bisa mengajak kelinci bermain bersama atau membiarkannya berlari dan melompat sendiri menikmati waktunya. Berikan beberapa alat permainan untuk kelinci seperti bola misalnya. 

6. Periksakan Kelinci ke Dokter Hewan Setidaknya Setahun Sekali
Kelinci dasarnya adalah hewan pemangsa dan mempunyai insting alami untuk menyembunyikan gejala penyakit. Anda harus selalu menjada dan memastikan bahwa kelinci hias anda makan, minum, buang kotoran, dan kencing dengan teratur. Bawalah kelinci hias anda ke dokter hewan yang ahli dalam merawat kelinci untuk memastikan kelinci anda sehat, minimalnya setahun sekali. Dokter hewan akan melakukan pemeriksaan pada telinga, mata, gigi dan usus dan memberikan rekomendasi berdasarkan kondisi kelinci hias anda pada saat itu. Anda juga harus mempertimbangkan untuk mengebiri kelinci anda untuk mengurangi hormon atau perilaku agresif dan menghindari supaya kelinci hias tidak hitting. Lebih baik melakukan pemeriksaan dini daripada kelinci hias anda terkena penyakit. Kematian kelinci yang disebabkan oleh penyakit berkisar 15-40 persen. Beberapa penyakit pada kelinci yang bisa menyebabkan kematian yaitu youthful doe disorder, kokkidioses, pasteurellosis, skabies dan enteritis kompleks. 

7. Pahami Bahasa dan Perilaku Kelinci
Perilaku kelinci hias berbeda dengan kucing dan anjing. Penting bagi anda untuk memahami bagaimana kelinci berfikir dan bertingkah sehingga anda dan kelinci hias anda bisa hidup bersama.

BACA JUGA :

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Designed By Uangmaya.com