Breaking News

Rabu, 28 Februari 2018

Akankah Tumbuhan & Hewan Punah Bersama

Apakah flora & binatang memiliki cara sendiri buat bertahan ? tentunya iya karena masing-masing wajib menyesuaikan keadaan lingkungan tempat tinggal & di dalam tubuh flora juga binatang memiliki susunan sel yg berbeda. Namun, nir semua sel yg ada dalam binatang & flora berbeda, mereka jua memiliki kesamaan pada sel-sel tertentu. Lalu apa itu sel ? sel artinya unit dasar semua makhluk hayati. Aktivitas hayati yg berlangsung di dalam tubuh organisme pada dasarnya berlangsung di dalam sel dengan mekanisme sistem yg sangat teratur. Aktivitas satu sel menunjang kegiatan sel yg lain karena saling berafiliasi stau dengan yg lain buat menunjang sebuah kehidupan yg fungsional. Tidak mungkin apabila sel berjalan sendiri-sendiri tanpa keterikatan dengan yg lain.

Anthony van Leeuwenhoek, artinya orang pertama penemu mikroskop & meneliti organisme mikroskopis seperti protozoa, aneka macam jenis bakteri, mengamati sperma pada manusia, katak, anjing, kelinci, & ikan. Ia jua mengamati pergerakan sel-sel darah yg ada di dalam kapiler kaki katak & daun indera pendengaran kelinci.


Marcello Malphighi yg berasal dari Italia yg merupakan orang pertama pengguna mikroskop buat mengamati sayatan jaringan pada organ tertentu seperti otak, hati, ginjal, limfa & paru-paru. Selain itu beliau jua mengamati perkembangan & pertumbuhan  pada embrio ayam.

Aristoteles, seorang yg melihat sel pertama kali. Ia membicarakan bahwa semua makhluk hayati tersusun dari suatu benda hayati atau unit struktural yg mempengaruhi kehidupan suatu organisme.

Robert Hooke, merupakan orang pertama yg memperkenalkan celoteh sel didasarkan  output pengamatannya dalam mengamati sel pada gabus. Ia menemukan adanya ruang kosong dalam sel gabus kemudian diberi nama sel, dalam bahasa yunani dianggap Cellula.

Rene Dutrochet, seorang yg dari perancis yg membicarakan bahwa semua binatang & flora memiliki sel karena terdiri atas kumpulan sel-sel globular.

Pada tahun 1938, Mathias J. Schleiden yg merupakan pakar pengetahuan dari Jerman melaporkan bahwa tubuh flora tersusun atas sel. Lalu disusul sang Theodore Schwan yg jua merupakan pakar pengetahuan berkebangsaan Jerman, melaporkan bahwa tubuh binatang tersusun atas sel.Theodor Schwan mengenalkan dua azas yg dikenal dengan teori sel, yaitu semua organisme terdiri atas sel, & sel merupakan unit dasar organisme kehidupan. Kemudian dua orang pakar biologis tersebut mendefinisikan secara jelas tentang sel. Menurut mereka sel itu artinya unit struktural & unit fungsional dari organisme hayati. Lalu berkembanglah menjadi teori sel mutakhir, yaitu:

Sel artinya unit struktural dari makhluk hayati
Sel artinya unit fungsional dari makhluk hayati
Sel artinya pebawa sifat dari makhluk hayati
Sel baru berasal dari sel itu sendiri karena mengalami pembelahan sel
Setiap sel mempunyai aksi & tugas secara bebas sebagai bagian integral dari organisme lengkap.

Sepuluh tahun kemudian R. Virchow menunjukkan usulan tentang asaz ketiga teori sel yaitu semua sel berasal dari sel yg sudah ada sebelumnya karena mengalami pembelahan. Kemudian Louis Pasteur mengemukakan tentang teori biogenesis bahwa setiap makhluk hayati berasal dari makhluk hayati sebelumnya.

Menurut sejarah sel, sel berasal dari celoteh "cella"yg berarti sekumpulan partikel-partikel yg berukuran sangat mini & membangun suatu kesatuan terkecil dari makhluk hayati agar dapat melaksanakan suatu kehidupan. Ternyata sel memiliki banyak sekali pengertian mulai dari pendapat para pakar hingga sejarahnya.

Berdasar jumlah sel penyusun makhluk hayati dapat digolongkan menjadi makhluk hayati uniseluler & multiseluler. Uniseluler artinya makhluk hayati yg terdiri dari satu sel tunggal. organisme ini ukurannya sangat mini & struktur tubuhnya sangat mini. Organisme bersel tunggal nir memiliki inti sel. Organisme uniseluler dianggap lebih primitif daripada organisme multiseluler, karena kompleksitas yg lebih rendah. Makhluk hayati multiseluler artinya makhluk hayati yg mempunyai banyak sel. Organisme seperti ini biasanya dapat dicermati dengan mata telanjang. Struktur sel terdiri dari nukleus (inti sel), sitoplasma beserta organelnya, membran sel & dinding sel. Sel yg memiliki fungsi spesifik & berperan aktif dalam tubuh biasanya dilengkapi dengan organel spesifik yg nir ditemukan pada sel lain buat membantu kerja sel.

Sel dapat digolongkan menjadi dua didasarkan  ada tidaknya nukleus (inti sel), yaitu sel prokariotik & sel eukariotik. Sel prokariotik artinya sel yg nir memiliki nukleus, contoh makhluk hayati yg nir memiliki inti sel artinya bakteri & ganggang biru. Sel eukariotik artinya jenis sel yg memiliki inti sel, contohnya sel binatang, sel flora, & fungi. Bakteri artinya organisme prokariotik yg merupakan organisme uniseluler dengan struktur sel yg nir memiliki nukleus, struktur sel secara umum dapat dicermati pada sel bakteri. Dibandingkan dengan sel prokariotik, sel eukariotik memiliki struktur yg lebih kompleks. Sel eukariotik memiliki inti sel yg memisahkan nukleus dengan sitoplasma. Sel ini jua memiliki struktur endomembran yg dianggap dengan organel. Organel pada sel eukariotik memiliki fungsi spesifik yg menunjang kehidupan sel. Sel eukariotik dibedakan atas sel binatang & sel flora. Perbedaan antara sel flora & sel binatang adanya beberapa bagian sel yg hanya dimiliki sel binatang seperti sentrosom & lisosom sedangkan yg hanya dimiliki sang sel flora artinya plastida & dinding sel.

Pada dasarnya, semua makhluk hayati memiliki sel sendiri-sendiri di dalam tubuh mereka masing-masing. Baik manusia, binatang juga flora jua memiliki sel-sel pembentuk jaringan di dalam tubuh. Pada sel flora & binatang masih ada banyak disparitas. Ada beberapa sel yg nir dimiliki binatang namun dimiliki flora, ataupun kebalikannya. Dinding sel hanya dimiliki sang flora sebagai lapisan terluar pada sel flora buat penyokong & pelindung, tersusun dari selulosa, kitin, & lignin. Plastida yg hanya dimiliki flora berfungsi sebagai wadah pigmen warna seperti leukoplas & kromoplas. Pada kloroplas masih ada membran luar & dalam, membran luar teksturnya halus sedangkan membran dalam jadi tilakoid. Lisosom hanya masih ada pada sel binatang, lisosom ini berfungsi buat pencernaan intraseluler, dalam flora nir memiliki lisosom karena flora nir mencerna kuliner melainkan menghasilkan kuliner. Lisosom berisi enzim hidrolitik yg berfungsi sebagai antigen, ada jua enzim nuklease, protease, lipase, & amilase. Sentriol atau sentrosom, masih ada pada sel binatang. Sentriol berpasangan dekat dengan nukleus. Organel ini berfungsi buat menarik kromosom menjauh dari pasangan dikala pembelahan. Membran sel dmiliki sang flora & binatang namun pada flora terletak di dalam dinding sel sedangkan pada binatang terletak di lapisan paling luar. Membran sel ini berfungsi sebagai penyokong, perlindungan, mengonrol pergerakan material yg keluar masuk sel, & menjaga homeostasis. Sitoplasma jua masih ada pada sel flora & binatang, sitoplasma bersisi sitosol, sitoskeleton, & organel (koloid) . Sitoplasma berperan dalam metabolisme & menyediakan bahan baku (kimia) buat metabolisme. Organel lain yg dimiliki sang keduanya artinya retikulum endoplasma, ribosom, badan golgi, mitokondria, nukleus & vakuola. Retikulum endoplasma dibagi menjadi REK & REH. REK berperan dalam sintesis protein & masih ada ribosom, sedangkan REH berperan dalam menyintesis lemak yg dipakai internal sel & nir ada ribosom. Ribosom artinya keliru stau organel yg berukuran mini & padat dalam sel yg jua berperan dalam sintesis protein sama seperti REK. Terdiri dari protein & rRNA sebagai pelaku sintesis protein. Badan golgi masih ada dalam sel kelenjar berupa kantung pipih membran & berlipat. Memiliki 2 sisi yaitu trans (mengirim) & cis (menerima), trans terletak dekat dengan nukleus sedangkan cis jauh dari nukleus. Berfungsi dalam memodifikasi, menentukan, & membungkus molekul dari reticulum endoplasma. Mitokondria memiliki 2 lapisan sel membran luar & dalam, jua memiliki DNA sirkuler. Ditemukan di sel otot karena sel otot membutuhkan banyak energi. Mitokondria berfungsi dalam respirasi sel dengan membakar glukosa agar menghasilkan ATP. Nukleus artinya inti sel, sedangkan nukleolus terletak pada nukleus. Dalam nukleus mengandung DNA & protein. Membran ganda yg ada pada nukleus berpori tertentu pada sitoplasma yg terkoneksi pada retikulum endoplasma. DNA berada di nukleoplasma karena nukleus hilang dikala pembelahan namun balik  lagi dikala penggandaan. Fungsi nukleus ini sebagai pembawa gen yg mewariskan sifat, & mengendalikan semua kerja pada sel. Vakuola masih ada pada sel flora & binatang, namun ada jua binatang yg nir memiliki vakuola. Vakuola artinya kantong cairan penyimpan cadangan dari aktifitas sel seperti metabolisme sel yg bermembran. Fungsi vakuola ini buat mempengaruhi tekanan turgor, tekanan turgor artinya tekanan yg terjadi dikala sel membesar/tegang).

Sekarang kita sudah tahu beberapa disparitas yg ada pada sel binatang & flora. Perbedaan yg ada dapat mempengaruhi ketahanan hayati pada flora juga binatang sebagai akibatnya flora dapat hayati lebih usang dibandingkan dengan binatang, ataukah binatang yg akan bertahan hayati lebih usang dibandingkan flora. Bagaimana dengan kasus tersebut ?  

Dikutip dari Digital Journal (28/10), ternyata flora memiliki umur yg lebih usang dibandingkan dengan binatang. Hal ini dikarenakan sel induk yg dimiliki flora sangat berperan aktif ketika terjadi kerusakan sel lain dalam tubuh. Baru-baru ini menurut sebuah penelitian yg dilakukan sang sekelompok ilmuwan dari VIB and Ghent University, sel induk dalam akar flora memgang kunci krusial akan kelangsungan hayati flora tersebut. Selain memegang kunci krusial, sel induk pada flora jua berperan buat melcopy-an DNA, sebagai akibatnya flora dapat terus tumbuh & berkembangkan menggunakan sel baru itu. Peranan sel induk dalam flora & binatang berbeda, pada keduanya sama-sama memiliki peranan yg krusial namun sel induk pada flora memiliki tingkat kegiatan & sensitifitas lebih baik dibandingkan pada sel binatang.

Dinding sel merupakan keliru satu karakteristik sel flora yg membedakannya dari sel binatang, dinding sel ini berpengaruh pada ketahanan hayati flora. Dinding sel berfungsi sebagai pelindung & penunjang karena dinding sel bersifat nir kenyal & terletak di bagian terluar pada sel flora. Dinding sel ini melindungi sel flora dengan mempertahankan bentuknya sebagai akibatnya membatasi perubahan ukuran sel, terbentuknya ruang antar sel & mencegah penghisapan air secara hiperbola. Terbentuknya ruang antar sel pada flora berfungsi sebagai transportasi hara & mineral dalam tubuh flora. Pada tingkat kesuluruhan flora, dinding yg kuat  yg terbuat dari sel spesifik mempertahankan flora agar tegak melawan gaya gravitasi & agresi dari luar. Dinding sel flora jauh lebih tebal daripada membran plasma, yaitu berkisar antara 0,1 mikrometer hingga beberapa mikrometer. Komposisi kimiawi yg sempurna dari dinding ini beragam antar spesies lainnya dari satu jenis sel dengan sel jenis lainny di dalam flora yg sama, tetapi desain dasar dinding itu tetap (Reece & Mitchell, 2002).

Dinding yg terbentuk pada waktu sel membelah dianggap dinding utama & setelah mengalami penebalan, menjelma dinding sekunder. Dinding utama sel merupakan selaput tipis yg tersusun atas serat-serat selulosa. Serat ini amat kuat daya regangnya. Dinding sel yg kaku tersusun atas polisakarida: hemiselulosa & pektin. Dinding sel sekunder dimiliki sang sel-sel dewasa. Dinding sekunder memiliki kandungan selulosa lebih banyak berkisar 41 - 45%, jua hemiselulosa & lignin.

Diantara dinding dua sel yg berdekatan masih ada lamela tengah, tersusun atas magnesium & kalium pekat berupa gel. Diantara dua sel bertetangga (saling melekat) masih ada pori. Melalui pori ini dua sel dihubungkan sang benang-benang plasma yg dikenal plasmodesmata. Dinding sel dibentuk sang diktiosom. Bersama dengan vakuola, dinding sel berperan dala turgiditas sel (kekakuan sel). Hal itu yg membuahkan bentuk sel tetap. Sel flora memiliki vakuola yg lebih besar (dibanding sel binatang). Vakuola sel flora bersifat menetap. Sel-sel flora yg memiliki pembelahan yg akan menjerat vakuola paling besar artinya sel-sel parenkim & kolenkim. Selain itu sel flora memiliki organel yg nir masih ada di dalam sel binatang, fungi, juga prokariota seperti bakteri & ganggang hijau-biru, yaitu plastida. Bentuk plastida dapat bulat, bulat telur juga cakram. Plastida dibedakan menjadi leukoplas, kromoplas & kloroplas, dimana ketiganya merupakan perkembangan dari proplastida (plastida muda).

Sementara sel binatang nir memiliki dinding sel. Dalam sel binatang protoplasmanya hanya dilindungi membran tipis yg nir sekuat dinding sel. Ada beberapa sel binatang khususnya binatang bersel satu, selnya terlindungi sang cangkok yg kuat & keras. Cangkok tersebut umumnya tersusun atas zat kersik & pelikel, dijumpai misalnya pada Euglena & Radiolaria. Secara umum sel binatang nir memiliki vakuola. Jika ada vakuola, ukurannya sangat mini. Pada beberapa jenis binatang bersel satu ditemukan adanya vakuola, misalnya pada Amoeba & Paramaecium. Terdapat dua macam vakuola, yaitu vakuola kontraktil (alat osmoregulasi) & vakuola non kontraktil (penyimpan kuliner). Bagian paling besar pada sel binatang artinya nukleus. Dalam satu sel binatang masih ada dua sentriol. Kedua sentriol ini masih ada dalam satu tempat yg dianggap sentrosom. Saat pembelahan sel, tiap sentriol memisahkan diri menuju kutub yg antagonis & memancarkan benang-benang gelendong kromosom atau benang spindel. Sentriol ini hanya muncul dikala pembelahan sel.

Osmosis artinya kasus dari transpor pasif, dimana molekul air berdifusi melewati membran yg bersifat selektif permeable. Dalam sistem osmosis, dikenal larutan hipertonik, (larutan yg memiliki konsentrasi terlarut tinggi), larutan hipotonik (larutan dengan konsentrasi terlarut rendah), & larutan isotonik (dua larutan yg mempunyai konsentrasi terlarut sama). Proses osmosis terjadi pada makhluk hayati yg hayati di alam dengan bergantung pada alam. Perubahan bentuk sel terjadi andai saja masih ada pada larutan yg berbeda. Sel yg terletak pada larutan isotonik memiliki volume konstan. Dalam hal ini, sel akan mendapat & kehilangan air yg sama. Jika sel masih ada pada larutan yg yg konsentrasi terlarut rendah, sel tersebut akan mendapat banyak air sebagai akibatnya dapat mengakibatkan lisis pada sel binatang atau turgiditas yg tinggi pada sel flora. Namun sel yg berada dalam larutan hipertonik akan banyak kehilangan molekul air sebagai akibatnya sel menjadi mini & mengakibatkan kematian sel. Pada binatang, buat dapat bertahan dalam lingkungan yg hipertonik diperlukan pengaturan keseimbangan air. Sel binatang dalam lingkungan hipertonik akan mengkerut, dalam lingkungan hipotonis sel akan membengkak & pecah. Sedangkan pada flora dalam lingkungan hipertonik, sel akan mengkerut & terdorong menjauhi dinding sel, dikala dalam lingkungan hipotonis akan membengkak tetapi nir pecah & tetap dapat mempertahankan bentuknya.

Tumbuhan dapat bertahan hayati dalam suhu yg panas. Panas yg terlalu tinggi dapat mengganggu & akhirnya membunuh flora dengan melemahkan kerja selnya dengan cara mendenaturasi enzim-enzimnya & merusak metabolisme dalam flora. Namun flora melakukan transpirasi buat melakukan pendinginan melalui penguapan. Misalkan pada temperatur daun berkisar 3 derajad hingga 10 derajad di bawah suhu sekitar. Tentunya cuaca panas yg hiperbola & kemarau mengakibatkan flora kekurangan air, penutupan stomata sebagai respon terhadap cekaman ini bertujuan agar mengirit air, namun wajib ada yg dikorbankan yaitu mengorbankan pendinginan melalui penguapan tersebut. Sebagian besar flora memiliki respon yg memungkinkan buat bertahan hayati dalam cekaman panas. Di atas  temperatur sekitar 35 derajad, pada sel flora mulai mensintesis protein spesifik dalam jumlah banyak yg dianggap protein kejutpanas buat membantu mempertahankan hayati dalam tubuh flora.

Tumbuhan dapat bertahan hayati dalam temperatur lingkungan yg rendah walaupun terjadi perubahan ketidakstabilan membran selnya. Tumbuhan merespon terhadap cekaman dingin dengan cara mengubah komposisi lipid membrannya.  Contohnya dengan menaikkan proporsi asam lemak tak jenuh yg memiliki struktur yg bisa menjaga membran tetap cair dengan menghambat pembekuan kristal. Pembekuan artinya versi cekaman dingin yg lebih hebat. Pada suhu di bawah pembekuan, kristal es mulai terbentuk pada sebagian besar flora. Jika es terbatas hanya pada dinding sel & ruang antar sel maka memungkinkan flora buat masih bertahan hayati. Sebagai contoh flora berkayu yg merupakan flora orisinal bagi tempat dimana animo dingin menjadi sangat dingin, memiliki adaptasi spesifik yg memungkinkan mereka bisa menghadapi cekaman pembekuan tersebut dengan perubahan dalam komposisi zat terlarut sel hayati memungkinkan sitosol mendingin di bawah suhu 0 derajad namun tanpa terjadi pembekuan es, meskipun nir menutup kemungkinan buat kristal es terbentuk dalam dinding sel.

Beberapa klarifikasi mengenai ketahanan flora & binatang tersebut dapat disimpulkan bahwa flora akan lebih bertahan hayati dibandingkan binatang. Dilihat dari struktur tubuhnya, flora mempunyai dinding sel yg bisa melindungi sel-sel dari gangguan sedangkan binatang nir memiliki dinding sel sebagai akibatnya binatang akan lebih lemah. Di cuaca ekstrim, flora lebih usang bertahan hayati dibandingkan binatang. Semua sel dalam flora dapat bekerja maksimal melawan temperatur lingkugan yg sangat tinggi atau rendah. Namun binatang kurang dapat bertahan di dalam cuaca ekstrim tersebut karena binatang wajib mencari kuliner agar sel dalam tubuhnya dapat bekerja maksimal, buat mencari kuliner di dikala animo seperti itu tentunya sangat sulit. Kehidupan binatang terlalu tergantung pada alam sekitar sebagai akibatnya di dikala seperti itu binatang dapat punah dengan cepat. Oleh karenanya, flora dapat bertahan hayati lebih usang daripada binatang.

thanks for reading :)

www.informasibelajar.com biologi

www.zonasiswa.com Biologi Definisi

www.biologi-sel.com sel

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Designed By Uangmaya.com