Breaking News

Kamis, 01 Februari 2018

KLASIFIKASI, MORFOLOGI DAN MANFAAT PENTING BUAH SALAK BAGI KESEHATAN

1. Klasifikasi Tanama Salak

  • Kingdom : Plantae ( Tumbuhan ) 
  • Subkingdom : Trachebionta ( Tumbuhan berpembuluh ) 
  • Super Divisi : Spermatophyta ( Menghasilkan biji ) 
  • Divisi : Magnoliophyta ( Tumbuhan berbunga ) 
  • Kelas : Liliopsida ( bekeping satu/monokotil ) 
  • Sub kelas : Arecidae 
  • Ordo : Arecales 
  • Familia : Arecaceae ( suku pinang – pinangan ) 
  • Family : Salacca 
  • Spesies : Salacca zalacca ( Gaertn. ) Voss

2. Sejarah Singkat 

Tanaman salak merupakan salah satu tanaman buah yang disukai dan mempunyai prospek baik untuk diusahakan. Daerah asalnya tidak jelas, tetapi diduga dari Thailand, Malaysia, dan Indonesia. Pada masa penjajahan, biji-biji salak dibawa oleh para saudagar hingga menyebar ke seluruh Indonesia, bahkan sampai ke Filipina, Malaysia, Brunei Damssalam. hingga Thailand.

3. Jenis Tanaman 

Di dunia ini dikenal salak liar, seperti Salacca dransfieldiana JP Mogea, S. magnifera JP Mogea, S. Minuta S. multiflora dan S. romosiana. Selain salak liar itu, masih dikenal salak liar lainnya, seperti Salacca rumphili Wallich ex. Blume yang juga disebut S. wallichiana, C. Martus yang disebut rakum/kumbar (populer di Thailand) sebagai pembuat masam segar pada masakan. Kumbar ini tidak berduri, bunganya berumah 2 (dioeciious). Salak termasuk famili: Palmae (palem-paleman), monokotil, daun-daunnya panjang dengan urat utama kuat seperti pada kelapa yang disebut lidi. Seluruh bagian daunnya berduri tajam, batangnya pendek, lama kelamaan meninggi sampai 3 m atau lebih, akhirnya roboh tidak mampu membawa beban mahkota daun terlalu berat (tidak sebanding dengan batangnya yang kecil). Banyak varietas salak yang dapat tumbuh di Indonesia. Ada yang masih muda sudah terasa manis. Varietas unggul yang telah dilepas oleh pemerintah untuk dikembangkan, antara lain, salak pondoh, swaru, nglumut, enrekang, gula batu (Bali) , dan lain-lain. Sebenarnya ada tiga perbedaan yang mencolok pada jenis salak yang ada di Indonesia, yakni salak Jawa, Salacca zalacca (Gaertner) Voss yang berbiji 2 3 butir; salak Bali, Salacca amboinensis (Becc) Mogea yang berbiji 12 butir, dan salak Padang Sidempuan, Salacca sumatrana (Becc) yang berdaging merah. jenis salak tersebut mempunyai nilai komersial yang tinggi. 

4. Morfologi tanaman salak 

Tanaman salak ini merupakan tanaman yang berbentuk perdu atau tidak memiliki batang, berduri banyak, melata dan beranak banyak, tumbuh menjadi sebuah tanaman berumpun yang sangat rapat dan kuat. Bagian batang menjalar kebawah atau permukaan tanah, membentuk sebuah rimpang, bercabang dengan width mencapai 10-15 cm. 

Daun tanaman salak ini majemuk menyirip, dengan panjang 3-7 m, tangkai daun, pelepah dan memiliki peranakan atau anak dengan daun berduri panjang, tipis dan juga banyak, serta warna duri tersebut berwarna kehitaman. Anak daun tanaman ini terbentuk lanset dengan bagian ujung meruncing, dengan ukuran berkisar 8 x 85 cm bagian bawah berwarna keputihan yang hampir menyerupai lapisan lilin. 

Kebanyakan memiliki bagian rumah dua, dengan karangan bunga yang terletak didalam tongkol majemuk yang muncul pada bagian ketiak daun, bertangkai, mula – mula tertutup dengan seludang, yang dilapisi dengan serabut halus. Tongkol bunga jantan ini memiliki panjang 50-100 cm, terdiri dari 4-12 bulir slindris yang masing – masing memiliki panjang antara 7-15 cm, warna bunga kemarahan yang tersusun dengan rapat. Sedangkan tongkol bunga betina ini panjang berkisar 20-30 cm, bertangkai panjang, terdiri atas 1-3 bulir yang mencapai panjang 10 cm. 

Buah pada tanaman ini berbentuk segitiga agak bulat telur berbalik, runcing dipangkalnya dan membulat pada bagian ujungnya, panjang 1,5 – 10 cm, yang terbungkus oleh sisik yang hampir menyerupai ular berwarna kecoklatan hitaman mengkilap, terdapat duri halus yang melindunginya. Dinding buah sangat tebal, berwarna kuning krem hingga berwarna keputiha, berasa manis tergantung varietes, dengan terdapat 1 biji berwarna kehitaman, keras dengan panjang 2-3 cm.

5. Manfaat Buah Salak
  • Meningkatkan sistem imun. Kandungan vitamin C pada salak meningkatkan kekebalan tubuh terhadap infection penyakit. 
  • Menjaga kesehatan mata. Menurut beberapa hasil penelitian, salak mengandung betakarotin lima kali lebih banyak dari wortel, tomat, mangga dan semangka. Jadi jika Anda tidak menyukai wortel, bisa menggunakan salak sebagai buah alternatif memenuhi kebutuhan kesehatan mata. 
  • Mencegah pertumbuhan kanker . Buah ini juga kaya antioksidan yang dapat mencegah tumbuh-kembang sel kanker penyebab kanker. 
  • Mengobati diare. Salak mengandung tanin yang telah banyak dikenal sebagai bahan pengobatan pada diare. 
  • Kaya serat. Mitos mengatakan bahwa mengonsumsi terlalu banyak akan membuat buang air besar menjadi susah. Padahal, kulit ari buah salak mengandung serat yang dibutuhkan tubuh, yang justru memperlancar pencernaan. Jadi usahakan kulit ari buah salak jangan sampai terbuang. 
  • Membantu expositions eat less. Kandungan karbohidrat yang cukup tinggi mampu untuk menahan lapar ketika sedang menjalankan program slim down.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Designed By Uangmaya.com