Breaking News

Sabtu, 31 Maret 2018

Manfaat dan Ciri-Ciri Lumut Daun (Bryopsida)

Lumut Daun atau Bryopsida adalah tumbuhan peralihan antara Thallophyta yaitu tumbuhan yang sulit untuk dibedakan antara akar, batang, dan daun dan Cormophyta yaitu tumbuhan yang mudah untuk dibedakan antara akar, batang, dan daun. Berikut


klasifikasi lumut daun (Bryopsida).

Kelas : Mucsi
Regnum : Plantae
Division : Bryophyta
Ordo : Bryoceales
Family : Bryopceae
Genus : Bryopsida
Species : Bryopsida sp


1. Ciri-ciri Bryophyta :
Bryophyta berasal dari bahasa Yunani, kata bryum yang berarti lumut dan phyta artinya adalah tumbuhan. Tumbuhan lumut memiliki ciri-ciri:

  • Memiliki habitat di daerah yang lembap.
  • Tumbuhan lumut merupakan peralihan dari thallophyta ke cormophyta, karena tumbuhan lumut belum memiliki akar sejati.
  • Akar pada tumbuhan lumut masih berupa rhizoid, selain itu tumbuhan ini belum memiliki berkas pembuluh angkut xylem dan floem, sehingga untuk mengangkut zat hara dan hasil fotosintesisnya menggunakan sel-sel parenkim yang ada.
  • Tumbuhan lumut memiliki klorofil atau zat hijau daun sehingga cara hidupnya fotoautotrof.
  • Tumbuhan lumut dalam hidupnya dapat bereproduksi secara aseksual dengan pembentukan spora haploid dan reproduksi seksual dengan peleburan gamet jantan dan gamet betina.
  • Dalam siklus hidupnya atau metagenesis tumbuhan lumut, akan didapati fase gametofit, yaitu tumbuhan lumut sendiri yang lebih dominan dari fase sporofit, yaitu sporogonium.
2. Klasifikasi Bryophyta Divisio tumbuhan lumut dibagi menjadi beberapa kelas, yaitu:

  • Musci (lumut daun) Disebut lumut daun karena pada jenis lumut ini telah ditemukan daun meskipun ukurannya masih kecil. Lumut daun merupakan jenis lumut yang banyak dijumpai sehingga paling banyak dikenal. Contoh-contoh spesiesnya adalah Polytrichum juniperinum, Furaria, Pogonatum cirratum, dan Sphagnum.
  • Hepaticae (lumut hati) Lumut hati atau Hepaticae dapat bereproduksi secara seksual dengan peleburan gamet jantan dan betina, secara aseksual dengan pembentukan gemmae. Contohnya adalah Marchantia polymorpha.
  • Anthocerotaceae (lumut tanduk) Disebut sebagai lumut tanduk karena morfologi sporofitnya mirip seperti tanduk hewan. Contohnya adalah Anthoceros leavis.
3. Metagenesis atau Pergiliran Keturunan Lumut :

Pada tumbuhan lumut, proses reproduksi baik secara seksual dan aseksual berlangsung melalui suatu proses yang disebut sebagai metagenesis. Dalam metagenesis, terjadi pergiliran keturunan antara generasi sporofit (2n) dan generasi gametofit (n).
Ketika ada spora yang jatuh pada tempat yang sesuai, maka spora tadi akan tumbuh menjadi protonema. Protonema tadi akan segera tumbuh menjadi tumbuhan lumut dewasa yang akan menghasilkan gamet jantan, yaitu anteridium yang akan menghasilkan spermatozoid dan juga menghasilkan gamet betina, yaitu arkegonium yang akan menghasilkan ovum. Apabila terjadi fertilisasi antara spermatozoid dengan ovum maka akan terbentuk zigot, zigot tadi akan segera berkembang menjadi sporogonium yang akan menghasilkan spora. Spora yang dihasilkan sporogonium akan membelah dan akan keluar serta tumbuh lagi menjadi protonema. Siklus akan berjalan seperti semula.

4. Peranan Tumbuhan Lumut dalam Kehidupan :

Dalam kehidupan, tumbuhan lumut juga memiliki manfaat, di antaranya adalah:

  • Dalam ekosistem yang masih alami, lumut merupakan tumbuhan perintis karena dapat melapukkan batuan sehingga dapat ditempati oleh tumbuhan yang lain.
  • Lumut dapat menyerap air yang berlebih, sehingga dapat mencegah terjadinya banjir.
  • Lumut jenis Marchantia polymorpha dapat digunakan sebagai obat radang hati.
  • Lumut Sphagnum dapat dijadikan sebagai bahan pengganti kapas untuk industri tekstil.
  • Untuk mengobati gangguan fungsi hati (marchantia polymorpha).
  • Sebagai media tanam benih tumbuhan bahan bakar dan pengganti kapas (sphagnum).
  • Sebagai pupuk penyubur tanah
Read more ...

Jumat, 30 Maret 2018

Khasiat dan Mafaat Bawang Merah Sebagai Obat Penyakit

A.  Bawang Merah
Bawang merah yang biasa digunakan sebagaibumbu masak ini,  bukan hanya dipakai untuk masak saja.  Ternyata bawang merah mengandung berbagai zt yang berkhasiat dalam mencegah berbagai penyakit.

B.  Manfaat Bawang Merah
Dengan keanekaragaman zat atau kimia yang trkandung dalam bawang merah trsebut maka bawang merah dapat kita manfaatkan : 
  1. Bijinya menghilangkan vitiligo dan meredakan apolecia (kebotakan) 
  2. Umbinya sangat bermanfaat untuk : 
  • Penyakit sistem penghadaman (dyspepsia),  masuk angin,  sembelit, menceret-mencerer,  dan cacingan
  • Sistem predaran darah,  yaitu radang kimpa, tekanan darah dan angina pwctoris
  • Sistem pembuangan,  seperti penyakit kencing manis, radang prostat,  lemah syahwat,  encok dan ginjal. 
  • Mengatur sistem pernapasan,  mengobati mata bengkak dan selaput putih di mata
C.  Cara pemakaian
  • Masuk angin
Caranya : sediakan perasan bawang merah dan halba (sejenia tumbuhan yang bijinya dibuat obat atau digunakan sebagai rempah-rempah),  rebus setengah gelas,  tambahkan madu dan minumlah sekali sehari. 
  • Semblit 
Caranya : siapkanlah bawang merah yang sudah dihancurkan sebanyak setengah gelaa,  satu gelas susu,  kemudian larutkan.  Minumlah campuran tetsebut setiap pagi sampai sebelitnya hilang
  • Menceret- menceret 
Caranya : Siapkanlah setengah gelas bawang merah yang sudah dikupas,  biji kopi ygang sudah ditumbuk dan madu setengah gelas lalu aduk.
Read more ...

Tumbuhan Lontar Sumber Energi Alternatif Etanol

Perubahan iklim adalah pertarungan dunia yang relatif serius yang dapat mengganggu perjalanan pembagunan berkelanjutan. Perubahan yang relatif signifikan ini, menciptakan pemerintah, masyarakat sipil serta komunitas menaikkan perhatian buat mengantisipasi efek perubahan iklim serta mencari strategi perubahan serta adaptasi pada pengaruh yang terjadi. Salah satu upaya buat mengontrol emisi gas rumah kaca adalah pengurangan konsumsi tenaga serta pergantian bahan bakar yang rendah emisi hidrokarbon. Oleh sebab itu, pencarian sumber tenaga yang dapat diperbaharui serta dapat mengurangi emisi hidrokarbon menjadi suatu perhatian serta pilihan, yaitu etanol. Etanol adalah keliru satu sumber tenaga yang dapat ditemukan pada semua mahluk hayati yang biasa diklaim bio-etanol. Produksi Etanol menjadi alternatife yang baik dikarenakan etanol adalah adonan bahan bakar bensin motor yang dapat menaikkan nilai oktan. Apabila nilai oktan rendah serta panas penguapan tinggi dapat menganggu pengapian pada mesin diesel. Maka buat menaikkan pengapian, pemijar busi serta penghidup stater dipergunakan bahan bakar degan adonan etanol. Salah satu tanaman yang berpotensial sebagai bahan baku pembuatan etanol adalah Tumbuhan Lontar. Untuk mempertahankan kelestarian tanaman lontar, perlu upaya diversifikasi pola konsumsi dengan teknologi yang tepat guna yang memadukan aktivitas ekonomi serta kelestarian yang meliputi seluruh kawasan daerah asal lontar. Beberapa identitas tanaman lontar dari fisiknya : No Fisik Ket 1 Akar serta Batang


Berperawakan tinggi, tegak, berbatang tunggal berbentuk silindiris.
Tinggi mencapai 25 m 30 m
Diameter btg 40 cm 50 cm
Lontar Muda mempunyai empelur yang masih lunak.

2 Daun

Daun menyirip gasal yang tersusun melingkar 25 40 helai berbentuk kipas.
Helai bewarna hijau agak kelabu
Lebar 1 m sampai 1,5 m.
Panjang tangkai daun tampak berkayu dengan warna coklat atau hitam.

3 Bunga serta buah

Panjang bulir antara 30 cm- 60 cm
Diameter 2 cm sampai 5 cm
Satu tandan terdapat 4 sampai 10 mayang
Setiap pohon menghasilkan 200 sampai 300 buah setiap tahun.

Perkiraan  pertumbuhan tanaman Lontar Dinas Perkebunan Nusa Tenggara Timur memperkirakan jumlah populasi pohon lontar ada sekitar 4.000.000 pohon yang terdiri dari tanaman muda ( kurang 10 tahun) sebanyak 950.000 serta tanaman dewasa ( lebih dari 10 tahun) sebanyak 3.050.000 pohon. Di daerah Sulawesi selatan, Lontar tumbuh secara sporadis serta bergerombol. Dan tumbuh sekitar 10 % diareal tanah kering, serta dalam setiap hektar terdapat sekitar 5- 120 pohon lontar dengan taraf umur yang tidak selaras-beda atau rerata 28 pohon / ha. Total lahan populasi tanaman sekitar 250.000 300.000 pohon. Potensi produksi nira lontar pada unit Nusa Tenggara Timur dengan massa sadap 184 hari menghasilkan sekitar 726.84 liter. Apabila produksi ini dikalikan dengan jumlah pohon yang disadap sebanyak 1.516.500 pohon maka total produksi nira 1.102.252.860 liter. Potensi ini adalah komoditas strategis buat dikembangkan sebagai sumber bahan baku pengembangan agro industri yang dapat menunjang pendapatan orisinal daerah. Budidaya Lontar : Pembiakan lontar dapat dilakukan dengan 2 cara yakni :

Pembiakan lontar dikembangbiakan secara alamiah dimulai dengan jatuhnya buah matang, kemudian biji akan berkecambah dengan kondisi terkubur dalam tanah. Biji berkecambah sehabis 45 60 hari. Pada umur 9 sampai 12 bulan, daun semu muncul ke permukaan tanah. Daun semu membentuk daun sejati serta bertangkai. Sejalan dengan pertumbuhan daun, bagian dasar tangki daun lambat laun akan membentuk btg. Bagian btg terbentuk sehabis berumur 6 tahun- 7 tahun
Secara Konvensional perbanyakan lontar dilakukan dengan mengecambahkan biji pada persemaian. Media kecambah terdiri dari adonan tanah gambut serta serbuk gergaji dengan perbandingan 1 :1, serta dikondisikan dengan pH 6,5. Sebelum dikecambahkan, buah lontar direndam air selama 2 minggu kemudian dibersihkan. Kemudian biji disemaikan 25 cm sampai 30 cm, kemudian ditutup dengan media serta dijaga ditempat lembab serta relatif memperoleh sinar matahari. Semai dipindahkan kedalam polybag berisi media tanah diberi kompos serta kapur ( 50 : 45 :5). Bibit dapat ditanam ke lahan sehabis minimal 6 bulan tumbuh dalam polybag.

Setelah dilakukan pembibitan, hal yang dilakukan setelahnya adalah : Pembersihan Lahan : Pembersihan lahan yang ditumbuhi perdu atau semak  dibersihkan memotong bagian  pangkal hingga bersih kemudian dilakukan pengamatan profil tanah. Pengukuran plot penanaman serta penganjiran :

Plot penanaman yang efektir berukuran 100 m x 100 m dengan jeda antar plot penanaman adalah 10 m.
Mahkota mempunyai lebar sekita 5 m, sehingga jeda tanam 3 m x 8 m sistem baris. Dengan jeda 3 m didalam baris, serta 8 m antara baris maka dalam 1 ha dapat ditanam lontar  396 pohon. Apabila menggunaka ukuran 3 m  x  8 m sistem gergaji yaitu berselang seling, maka dalam 1 ha dapat ditanam lontar lebih banyak 600 pohon. Setelah pengukuran dilakukan, setiap titik ajir dipasang tiang ajir.
Pembuatan logam tanaman.Pada setiap titik ajir digali lobang tanam berukuran 20 cm x 20 cm x 30 cm menggunakan indera penggali tanah. Dalam pembuatan lobang tanam, dampak bagian dipisahkan dari tanah lapisan bawah agar penyesuaian kondisi tempat tumbuh lebih cepat.
Penanaman, lobang ditanam selesai dibuat, bibit lontar diadalam pollybag diangkut ke lapangan.

Pembuatan etanol : Unsur dalamcairan Nira adalah sbb :

Derajat Keasaman (pH)          : 6,2 7,2
Kadar air                                 : 75-90 %
Kadar sukrosa                                     : 8 21 %
Gula invert                              : 0,5 0,10 %

Komposisi dari unsur tersebut, akan adalah media yang baik bagi pertumbuhan serta perkembangan mikroorganisme seperti bakteri, jamujr serta ragi. Ketiga mikroorganisma tersebut menguraikan sakaraosa yang terdapat pada nira menjadi glukosa serta fruktosa, kemudian diuraikan lagi menjadi etanol. Data dari penelitian ini membuktikan bahwa nira lontar secara fermentatif dengan teknik penyulingan serta penambahan pengfiksasian dapat menghasilkan serta menaikkan kadar kemurnian etanol. Upaya peningkatan perolehan etanol membuka peluang usaha yang dapat menaikkan pendapatan serta kesejahteran.. Secara sederhana proses pembuatan etanol dimulai :

Pengumpulan Nira : Nira yang masih segar serta baik disaring dengan menggunakan kain saring serta dimasukkan ke tungku fermentasi. Selama proses fermentasi, diusahakan udara yang masuk kedalam tangki seminimal mungkin.
Proses Fermentasi  berlangsung secara spontan atau alami. Pembentukan etanol terjadi pada hari kedua serta ke 3, dimana gula dipecah oleh enzim menjadi etanol serta karbondioksida.
Setelah proses fermentasi, nira dikeluarkan serta disaring melalui pintu pengeluaran yang bertujuan memisahkan serta membuang kotoran seperti protein, lemak, amplas serta zat warna.
Sebelum dikemas, minuman beralkohol dipastiurisasi terlebih dahulu agar pada suhu 70 C kemudian dimasukkan kedalam botol yang disterilkan lebih dahulu.

Nilai Ekonomi Etanol dari Nira Lontar :

Produksi nira lontar per pohon sangat bervariasi tergantung pada kesuburan, keadaan musim, frekuensi serta saat penyadapan. Dari dampak pengamatan jumlah mayang yang disadap bergam mulai dari 1 -5 mayang per pohon per hari dengan produksi nira rata-rata 3,5 liter per hari. Bila jumlah pohon yang disadap petani rata-rata 30 pohon per hari, maka jumlah nira yang didapatkan kurang lebih 105 liter. Harga nira segar adalah sekitar Rp. 250 per liter, maka diperoleh pendapatan setiap hari sebesar Rp. 26.250 atau 787.500 per bulan dengan melibatkan kurang lebih dua tenaga kerja suami istri.
Kemudian jika nira diolah menjadi gula ( cair) dengan cara sederhan nira segar dimasak 1-3 jam, sejumlah nira segar 105 liter dapat menghasilkan kurang lebih 43 botol gula cair ( 1 botol = 625 ml). Harga jual gula cair berfluktuasi menurut musim, pada musim panen ditingkat petani sebesar Rp. 800 per botol, maka diperoleh pendapatan setiap hari sebesar Rp. 34.400 atau Rp.1.032.000 per bulan. Nilai tambah diperoleh produk gula cair sebesar Rp. 550 per hari atau  Rp. 16.500 per bulan.

Pasar Etanol serta hubungannya dengan antar produk lainnya :

Etanol terbanyak digunakan sebagai bahan bakar adiktif pada kenderaan bermotor serta mesin, misalnya bensin premium yang memiliki angka oktan 88 dicampur dengan etanol seperti : pertamax, sebab etanol memiliki nilai angka otan 117. Perbandingan adonan etanol serta bensin premium adlah 1 :9., dimana andai saja 100 ml etanol dicampur dengan 900 ml bensin premium menjadi 10000 ml bensin etanol, maka angka oktan menjadi 10 % x 117 + 90% x 88 = 90,9 atau mendekati pertamax ( standar bahan bakar bensin yang dipergunakan pada eropa).
Sebagai pelarut serta sintesis senyawa lain.
Sebagai antiseptic
Sebagai penangkal racun.

Dari banyaknya manfaat etanol tersebut, maka dapat membuka peluang pasar yang sangat luas serta tantangan bagi pengembangan potensi nira lontar sebagai bahan dasar etano
Read more ...

Kamis, 29 Maret 2018

Tumbuhan Lebih Panjang Umur dari Hewan

Pernahkah terpikir dalam benak kalian, bahwa sebenarnya sel flora atau sel hewankah yang berumur lebih tua. Sebenarnya jawabannya ada di dalam sel itu sendiri. Dan saya berpikir bahwa sel flora hidup lebih lama dari sel fauna. 

Kok bisa???. Sebenarnya banyak sekali flora yang telah berumur ribuan tahun. Sebagai contohnya ialah Pinus longaeva yang telah berumur 5000 tahun. Dan juga tidak sedikit pohon-pohon yang diameter batangnya bisa melebihi 10 meter. Diameter yang sangat akbar itu tentunya diadaptasi dengan umur dari tanaman tersebut. Mengapa?, karena hal ini dipengaruhi sang lingkar tahun flora. Semakin tua flora itu, maka lingkar tahunnya semakin banyak, & diameter pohon akan semakin panjang.


Bersumber dari liputan 6, Hewan-fauna berumur tidak lebih dari 1000 tahun. Paus tertua hanya berumur lebih kurang 400 tahun. Selain itu ada juga seekor kerang yang bernama Ming, yang mampu mencapai umur 507 tahun, & saat ini merupakan fauna tertua di dunia. Di samping itu, ada juga yang berjangka hidup sangat pendek. Dikutip dari science.idntimes.com, Seekor lalat hanya berusia 4 minggu, sedangkan capung hanya berumur 4-6 bulan, dibalik itu, semut penjantan hanya berusia 2 minggu. Dan juga yang terakhir, ada yang hanya berumur 24 jam, alias hanya satu hari, bahkan kurang. Ia ialah lalat capung yang berani beda.

Lalu kenapa Tumbuhan bisa hidup mencapai 5000 tahun sedangkan fauna hanya aporisma berumur 507 tahun, bahkan ada yang hanya hidup 24 jam. Ini penjelasannya.

Pertama-tama, sel itu merupakan bagian terkecil dari segi struktural & fungsional dalam sebuah benda mati ataupun mahluk hidup. Kumpulan sel yang memiliki fungsi yang sama bersatu menjadi jaringan, formasi jaringan-jaringan itu dikenal sebagai sebagai organ, formasi organ-organ dikenal sebagai sebagai sistem organ, & sekumpulan sistem organ akan membuat organisme.

Penemuan sel tidak mampu dipisahkan dengan penemuan mikroskop. Berdasarkan sumber zona siswa.com, mikroskop ditemukan sang A. Leeuwenhoek. Tidak lama kemudian, seorang ilmuan inggris kepada pertengahan abad ke 18, Robert Hooke, menjadi orang pertama yang melihat rongga-rongga di sel gabus milik flora. Dia menamai ruang kecil ini Cella atau sel. Penemuan sang Robert Hooke ini, memancing para ilmuan lain buat mengamati sel ini.

Schleiden (1804-1881) & T. Schwann (1810-1882), ikut tertarik dengan penemuan ini. Schleiden meneliti flora, sedangkan Schwaan meneliti fauna. Dan rupa-rupanya, mereka menemukan bahwa sel ialah struktur terkecil dari flora & fauna. Maka, mereka menyimpulkan bahwa struktur terecil fauna & flora ialah sel.

Robert Brown, kepada tahun 1831, dia mengamati struktur sel kepada jaringan tanaman anggrek, & dia melihat ada benda kecil yang terapung di sel. 'itu' diberi nama inti sel ( Nukleus ). Dan selesainya dianalisa lebih jauh, rupanya inti sel itu selalu ada di dalam sel hidup, karena dia bertugas utuk mengatur segala sesuatu yang terjadi di dalam sel. Tanpa 'itu', maka sel tidak akan hidup

Felix Durjadin & Johannes Purkinye, kepada tahun 1835, selesainya mengamati struktur sel, Felix Durjadin & Johannes Purkinye menemukan adanya  suatu cairan di dalam sel, dsn kemudian cairan terebut diberi nama protoplasma.

Max Schultze (1825-1874), Dia menegaskan bahwa protoplasma ialah keberadaan dasar-dasar fisik kehidupan. Protoplasma merupakan cairan kawasan terjadinya proses kehidupan. Berdasarkan pendapat beberapa ahli hidup tersebut, akhirnya mereka melahirkan beberapa teori teori sel antara lain:

sel merupakan unit struktural makhluk hidup
sel merupakan unit fungsional makhluk hidup
sel merupakan unit reproduksi makhluk hidup
sel merupakan unit hereditas.

Daripada kita hanya terngiang-ngiang dengan sejarah masa lalu, mari kita masuk ke pembahasan tentang materi kita.

Bersumber kepada Wikipedia.org, Sel Tumbuhan ialah sel yang berada di flora. Ada beberapa hal yang membedakan sel flora & sel-sel lainnya, yaitu:

Sel Tumbuhan memiliki vakuola yang akbar (dilingkupi membran, dikenal sebagai tonoplas, yang menjaga turgor sel & mengontrol pergerakan molekul di antara sitosol & getah.
Dinding sel flora tersusun atas selulosa & protein, dalam banyak perkara lignin, & disimpan sang protoplasma di luar membran sel. Hal ini berbeda dengan dinding sel fungi, yang dibuat dari kitin, & sel prokariotik, yang dibuat dari peptidoglikan.
Memiliki plasmodesmata, merupakan pori-pori penghubung kepada dinding sel flora yang memungkinkan setiap sel flora berkomunikasi dengan sel berdekatan lainnya. Hal ini berbeda dengan sel Fungi yang memakai jaringan Hifa buat berkomunikasi.
Plastida, terutama kloroplas yang hanya dimiliki sang sel flora. Mengandung klorofil, sebuah pigmen yang memberikan warna hijau bagi flora & juga memungkinkan terjadinya fotosintesis kepada bagian daun.
Kelompok flora tidak memiliki flagella (termasuk konifer & flora berbunga) juga tidak memiliki sentriol yang hanya terdapat di sel fauna.

Dari kepada kepanjangan eksklusif aja ke beberapa bagian-bagian sel flora.

Dinding sel

Beberapa hal yang menyebabkan sel flora berumur lebih lama dari sel fauna, salah satunya ialah sel flora memiliki perlindungan tambahan sang dinding sel. Dinding sel ini memang menyebabkan sel flora tidak mampu berkiprah & tidak mampu berkembang bebas seperti sel fauna. Namun, dibalik sisi negatif sempurna ada sisi positifnya, dinding sel ini mampu memberikan dukungan, perlindungan & filter bagi sel flora itu sendiri baik dari dalam maupun dari luar. Dan juga dinding sel ini mampu mencegah air yang hiperbola masuk ke dalam sel, supaya selnya gak pecah.

Dinding sel kepada flora ini  tersusun atas polimer karbohidrat pektin, selulosa, hemiselulosa, & lignin sebagai penyusun vital dari dinding sel flora. Fungsi dinding sel ialah buat memberi bentuk kepada sel flora, melindungi bagian dalam sel flora dari pengaruh lingkungan & menjaga sel flora supaya tidak pecah implikasi masuknya air secara hiperbola.

Vakuola

Hal lainnya yang menyebabkan sel flora berumur lebih lama dari sel fauna ialah karena vakuola milik sel flora lebih akbar dari sel fauna yang vakuolanya kecil atau mungkin tidak ada.

Vakuola merupakan sebuah ruang dalam sel yang berisi cairan, yang berupa rongga yang diselaputi membran (tonoplas). Cairan ini ialah cairan yang berisi air & di dalamnya terlarut zat seperti enzim, lipid, alkaloid, garam mineral, asam, & basa, & zat-zat alinnya. Selain itu, Vakuola juga berisi asam organik, asam amino, glukosa (zat gula), & gas. Vakuola itu mampu ditemukan kepada semua sel flora namun tidak selalu ada kepada sel fauna , kecuali kepada fauna uniseluler tingkat rendah & teman-temannya.

Vakuola mampu dibagi menjadi 2 jenis, yaitu vakuola kontraktil & juga vakuola nonkontraktil (vakuola kuliner). Vakuola kontraktil berfungsi sebagai osmoregulator yaitu pengatur nilai osmotik sel atau ekskresi kepada sel-sel flora. Vakuola nonkontraktil berfungsi buat mencerna/mengkonsumsi kuliner & mengedarkan output kuliner kepada sel flora.

Salah satu fungsi dari vakuola ialah buat menyimpan cadangan kuliner kepada sel-sel flora. Maka, flora memiliki cadangan kuliner lebih banyak dari sel fauna, yang menyebabkan flora lebih siap dalam menghadapi pelawan dibandingkan dengan sel fauna.

Plastida

Plastida ialah organel sitoplasma yang beredar kepada sel flora & terlihat sangat jelas di bawah mikroskop sederhana maupun mikroskop modern. Plastida itu sangat bervariasi ukuran & bentuknya, kepada sel-sel flora yang memiliki bunga/berbunga, biasanya berbentuk piringan-piringan kecil yang bikonveks. Meskipun macam-macam plastida biasanya dihubungkan dengan fungsi-fungsi fisiologis yang selalu tetap, namun macam-macam tersebut kini diklasifikan menjadi 3 sesuai warnanya, yaitu :

Leukoplast (tidak berwarna) : biasanya banyak terdapat di dalam sel-sel yang tidak atau jarang sekali terkena cahaya mentari, misalkan kepada jaringan yang terletak sangat dalam kepada bagian-bagian flora baik di atas maupun di dalam tanah. Leukoplast berfungsi sebagai sebagai pusat sintesis & kawasan menyimpan kuliner cadangan seperti pati.

Kloroplast yang mengandung klorofil ialah suatu gabungan pigmen yang memberi warna hijau kepada flora. Berfungsi buat menangkap tenaga cahaya mentari yang diperlukan buat proses fotosintesis.

Kromoplast ialah sesuatu yang mengandung pigmen-pigmen lain yang menyebabkan timbulnya warna merah, jingga & kuning kepada bagian-bagian tertentu dalam flora. Fungsinya masih agak belum jelas, tetapi berafiliasi dengan masak, tidak masak suatu buah dari mulai berwarna hijau sampai dengan berwarna merah berafiliasi dengan penurunan & peningkatan jumlah kromoplast.

Membran sel

Membran sel atau membran plasma merupakan bagian sel yang terletak paling luar & yang membatasi isi sel & sekitarnya. Membran plasma tersusun dari 2 lapisan yang terdiri dari fosfolipid & protein/lipoprotein. Membran plasma bersifat semipermeabel atau selektif permeabel yang berfungsi buat mengatur pergerakan-pergerakan materi atau transportasi zat-zat terlarut masuk & keluar dari suatu sel. Membran plasma selalu dimiliki sang sel flora & sel fauna tanpa terkecuali.

Nukleus

Nukleus ialah inti atau pusat seluruh perkerjaan dari suatu sel. Semua sel hidup sempurna memiliki Nukleus. Fungsi primer nukleus ialah sebagai pusat atau 'otak' yang mengontrol seluruh aktivitas kepada suatu sel & mengandung bahan yang menurunkan sifat turun-temurun suatu organisme (DNA), baik sel fauna maupun sel flora. Nukleus tersusun atas tiga komponen yaitu :

Nukleoulus (anak inti) ialah organel yang berfungsi buat mensintesis aneka macam macam molekul RNA (asam ribonukleat) yang dipergunakan buat perakitan ribosom.
Nukleoplasma (cairan inti) merupakan suatu cairan yang tersusun dari protein.
Butiran kromatin yang terdapat kepada nukleoplasma, yang mampu menebal menjadi struktur yang berbentuk seperti benang yaitu kromosom yang mengandung DNA (asam deoksiribonukleat) yang berfungsi menyalurkan info genetika melalui sintetis protein.
Sitoplasma

Sitoplasma ialah bagian non-nukleus dari protoplasma. Pada sitoplasma terkandung sitoskeleton, & juga aneka macam organel & juga vesikuli. Sitosol yang berupa cairan kawasan dimana organel melayang di dalamnya. Sitosol selalu mengisi ruang-ruang sel yang kosong & tidak ditempati organel & vesikula & merupakan kawasan dimana banyak reaksi biokimiawi terjadi dan perantara buat transfer bahan dari luar sel ke dalam sel, yaitu menuju organel atau inti sel.

Di dalam sitoplasma terdapat organel-organel sel berikut ini:

Mitokondria, yang berfungsi dalam proses oksidasi & mualisasi sel.
Ribosom, sebagai kawasan dimana berlangsungnya sintesis protein.
Retikulum endoplasma, yang mampu dibedakan menjadi 2 :
RE Kasar, yang merupakan kawasan melekatnya ribosom.
RE Halus.
Badan Golgi, berperan secara aktif dalam sekresi sel maupun sintesis polisakarida.
Lisosom yang berperan aktif dalam regenerasi sel

Sekarang tentang pendapat saya.

Saya lebih menentukan sel flora mampu hidup lebih lama dari sel fauna karena sel flora memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan sel fauna. Sel flora memiliki dinding sel yang mampu melindungi sel sangat kuat dari penyerangan dari luar. Hal ini terbukti dengan bentuk sel flora yang tetap karena dipaksa sang dinding sel. Berbeda dengan sel fauna yang tidak memiliki dinding sel, melainkan membrane plasma. Memang membrane plasma itu selektif permiabel, namun berdasarkan saya hal itu tetap kurang, karena terkadang sel itu mampu rusak & lebih cenderung memiliki kemungkinan buat kemasukan benda asing.

Selain dinding sel, Sel flora juga memiliki vakuola yang nisbi lebih akbar dari sel fauna yang memiliki vakuola yang kecil atau mungkin tidak ada vakuolanya. Hal ini menyebabkan flora memiliki cadangan kuliner yang lebih banyak dari sel flora, & juga buat jaga-jaga jikalau situasi di luar tidak mendukung buat mencari kuliner.

Sel induk flora juga mengalami perbaikan terhadap sel yang rusak. Sama seperti layaknya sel fauna, sel flora juga bisa beregenarasi terhadap luka fisik. Hal ini memperkuat flora dalam hal bertahan dari pemangsa. Selain itu, sel induk kepada flora juga berperan buat meng-copy DNA flora, makanya ia mampu memperbaiki sel yang rusak, karena memiliki copy-an DNA-nya flora tersebut.

Jika kita mau melihat kembali ke masa lalu, ke Zaman kapur, Zaman Jurrasic. Kalian semua sempurna berpikir bahwa itu merupakan zaman dimana reptil terbesar masih hidup, yaitu dinosaurus. Hanya beberapa orang yang menyadari tentang keberadaan ganggang hijau atau alga hijau di sana. Kita semua tahu bahwa alga merupakan nenek moyang dari kingdom plantae saat ini. Namun, apakah kalian tahu bahwa ganggang hijau sudah berada di zaman kapur dinosaurus masih bertahan sampai saat ini. Kenapa dia mampu bertahan hidup selama itu???

Kita semua tau, bahwa punahnya dinosaurus sedang menjadi perdebatan para ilmuan saat ini. Salah 2 teorinya ialah aktifitas vulkanik yang meningkat & teori tubukan asteroid raksasa di Semenanjung Yucatan. Gara-gara suhu yang panas, cahaya mentari terhalang sang debu dari asteroid & gunung vulkanik, & tekanan dorongan dari asteroid,dinosaurus-dinosaurus 'punah'. Tetapi ganggang hijau mampu selamat dari gangguan itu. Memang ada juga ada fauna-fauna yang selamat dari hantaman itu, tetapi presentasenya sangat kecil dibandingkan yang 'hilang'.

Secara logika sesuai statementdi atas, maka flora lebih 'kuat' dibandingkan dengan fauna. Kita tahu bahwa flora membutuhkan mentari buat memasak makanannya. Tetapi, ganggang hijau mampu bertahan hidup dengan keadaan debu yang menghalangi mentari ke bumi, jadi 'dia' tidak memasak makanannya. Menurut saya, ia memakai cadangan kuliner yang ada di vakuola-nya sebagai pengganti kuliner yang seharusnya dimasak sang kloroplas.

Pada fauna, beberapa dari mereka yang masih mampu hidup ialah mahluk-mahluk yang beruntung. Terutama mereka yang mampu terbang, mengapa?. Karena saat asteroid menabrak bumi, 80% permukaan bumi rata dengan tanah. Para 'burung' tersebut mampu mencari 20% bagian yang tidak musnah buat ditinggali lebih mudah dari yang tidak mampu terbang. Dan juga, saat meteorid jatuh, dinosaurus bersayap itu tidak terlalu terkena implikasi dari asteroid itu, karena tekanan paling tinggi terdapat di permukaan bumi, kawasan dinosaurus tak bersayap hidup.

Sekarang kita tidak lagi membahas tentang sesuatu yang berafiliasi dengan dinosaurus di zaman purba. Kini kita akan membahas tentang cara flora & fauna mencari kuliner. Kita semua tahu kalau flora itu bisa memasak makanannya sendiri tanpa membutuhkan mahluk lainnya ( autotrof ). Hanya berbekal air, zat hara, CO2, & cahaya mentari, flora mampu mendapatkan makanannya . Bahan-bahan ini tersedia sangat banyak di alam ini. Bahkan kaktus yang berada di padang pasir, mampu hidup dengan air yang sedikit. Berati, flora mampu 'makan' secara teratur atau dalam arti lain ia tidak bergantung dengan mahluk lain dalam masalah kuliner.

Sekarang kita berpindah haluan dari flora ke fauna. Hewan-fauna i ni dalam kondisi apapun tetap membutuhkan mahluk lainnya buat mampu makan. Ada yang memakan daging ( hewan pemakan daging ), ada yang memakan flora ( herbivora ), ada yang memakan serangga ( insektivora ), & ada juga yang memakan segala jenis kuliner ( omnivora ). Dan pastinya fauna membutuhkan kuliner dari mahluk lain, & ini lebih sulit dari memasak kuliner sendiri, karena jikalau makanannya tidak ada maka ia tidak makan, & keberadaan 'kuliner' itu tidak sempurna. Contohnya jikalau ada seekor harimau yang memakan rusa di padang, jikalau rusa itu bermigrasi ke kawasan lain, maka harimau itu harus mencari kuliner lain selain rusa, karena rusanya tidak ada. Mungkin makan zebra, atau fauna lainnya. Tidak seperti flora yang makanannya selalu dimasak, & tidak harus mencari jauh-jauh buat makanannya.

Satu lagi kelebihan flora & fauna berdasarkan saya ialah kemampuan bereproduksi masing-masing.

Pada flora, kita tahu bahwa kepada flora, ada banyak yang bereproduksi secara aseksual atau hanya membutuhkan satu jenis kelamin buat bereproduksi. Contohnya setek batang pohon manga & tunas. Pada setek kita hanya membutuhkan satu pohon manga, & menyetek satu dari cabangnya, demikian juga dengan tunas, tunas akan tumbuh dengan sendirinya dari percabangan akar. Otomatis kita hanya membutuhkan satu flora buat lebih banyak didominasi flora. Meskipun ada juga penyerbukan yang membutuhkan 2 tanaman atau lebih, contohnya penyerbukan balstar.

Sedangkan kepada fauna, lebih banyak didominasi fauna melakukan hubungan seksual buat meneruskan keturunan. Ada yang diluar tubuh induk & didalam tubuh induk. Otomatis, mereka butuh minimal 2 jenis fauna yang berbeda kelamin buat menghasilkan keturunan, yaitu penjantan & betina. Memang, ada beberapa fauna yang meneruskan keturunannya dengan cara aseksual, salah satunya ialah fragmentasi. Tapi, hanya minoritas yang melakukan fragmentasi, & lebih banyak didominasi dari kaum minoritas itu bersifat parasit, atau merugikan mahluk lain.

Jadi kesimpulannya, berdasarkan saya, flora mampu hidup lebih lama dari fauna karena beberapa faktor yaitu :

Tumbuhan memiliki dinding sel yang berfungsi sebagai pertahanan pertama
Memiliki vakuola yang akbar buat menyimpan kuliner
Sel induk flora mampu meregenerasi sel flora yang rusak dengan cara menyalin copy-an DNA flora tersebut
Berdasarkan pengalaman dari zaman kapur, flora lebih 'kuat' dari fauna
Tumbuhan gak perlu mencari kuliner, karena ia mampu memasak makanannya sendiri
Reproduksi lebih banyak didominasi jenis flora hanya membutuhkan 1 jenis kelamin

Demikian essay ini dibuat, jikalau ada kesalahan kata, atau kata yang terlalu terbelit-belit atau berputar-putar, penulis mengucapkan maaf yang sebesar-besarnya. Semoga essay ini membantu pembaca memahami materi yang sedang dibahas dalam materi ini, Terima kasih atas perhatiannya telah membaca artikel ini .

Jika kamu menungguku buat menyerah, kamu akan menungguku selamanya - Naruto Uzumaki
Read more ...

Rabu, 28 Maret 2018

Tumbuhan Gandarusa Obat KB Pria yg Akan Berstatus Fitofarmaka

Dengan jumlah penduduk Indonesia yang akbar & perkembangan jumlah yang semakin meningkat, maka perlu dicarikan solusi untuk mengatasinya. Program keluarga berencana (KB) merupakan keliru satu solusi yang efektif untuk mengatasi pertarungan tersebut. Menurut data yang dicantumkan BKKBN pada tahun 2005, dari 27.318.734 peserta KB, 98,3% partisipan didominasi sang kaum perempuan.

Dalam aspek reproduksi, perempuan telah banyak menanggung beban dalam kehidupannya. Mulai dari daur setiap bulan (menstruasi), melahirkan, & pemakaian kontrasepsi. Oleh karena itu maka perlu dicarikan solusi untuk mengurangi beban reproduksi pada perempuan tersebut.


Salah satu antara lain artinya keterlibatan laki-laki dalam program keluarga berencana. Sampai ketika ini hanya terdapat 2 metode kontrasepsi untuk laki-laki yaitu kondom & vasektomi. Untuk meningkatkan ketertarikan laki-laki agar terlibat dalam program KB tersebut perlu didesain sebuah obat yang bisa digunakan secara efektif & mudah, karena metode kondom & vasektomi dinilai nisbi nir nyaman apabila digunakan. Sediaan obat berkaitan dengan mulut (penggunaan lewat mulut) dinilai lebih mudah & nyaman untuk digunakan.

Terkait menggunakan alasan pada atas, obat tradisional perlu dikedepankan sebagai alternatifnya. Menurut Prof. Bambang Prajogo Apt., telah ditemukan tumbuhan yang bisa berfungsi sebagai obat kontrasepsi secara berkaitan dengan mulut. Gandarusa (Justicia gendarussa Burm. f.), merupakan tumbuhan orisinil Indonesia yang bisa digunakan sebagai kontrasepsi itu.

Berdasarkan etnomedisin, tumbuhan Gandarusa bekhasiat sebagai kontrasepsi laki-laki pada rakyat Papua & dilaporkan bahwa ekstrak daun J. gendarussa Burm f. memperlihatkan imbas antifertilitas (mengganggu fertilitas/pembuahan sel telur) menggunakan aksi pencegahan penetrasi spermatozoa menggunakan prosedur penghambatan enzim hyaluronidase yang telah terbukti dari uji preklinik secara in vitro. Selanjutanya Prof.  Bambang Prajogo Apt. pula telah melakukan uji klinik terhadap manusia hingga uji klinik fase II & telah mengisolasi komponen atau senyawa aktif mayor pada Gandarusa yang bertanggung jawab sebagai antifertilitas yaitu Gendarusin A.

[caption id="attachment_392418" align="aligncenter" width="300" caption="Gandarusa (J. gendarussa Burm. f.), tumbuhan orisinil Indonesia sebagi obat KB laki-laki. (Sumber gambar: bumiherbal.com)."][/caption]

Selain untuk mengetahui komponen aktif yang bertanggung jawab sebagai antifertilitas, Gendarusin A digunakan sebagai komponen standarisasi. Dalam artian setiap bahan baku yang digunakan haruslah mengandung komponen Gendarusin A menggunakan jumlah yang dipersyaratkan sebagai obat antifertilitas.

Menurut Prof. Bambang Apt. yang merupakan pengajar akbar fakultas Farmasi Unair, tumbuhan gandarusa ini menarik karena mekanismenya secara enzimatis bukanlah hormonal & nir mensugesti fisiologi sperma. Mekanisme hormonal perlu dihindari karena efeknya yang sulit terprediksi terhadap kesehatan. Selain itu tumbuhan Gandarusa ini pula bersifat reversibel yaitu imbas bisa berhenti ketika obat tersebut distop penggunaannya.

Sementara ini produk obat tradisional tersebut masih belum bisa dipasarkan secara masal. Sampai ketika ini produk tersebut sedang dikembangkan pada industri yang rencananya akan menggandeng keliru satu perusahaan obat BUMN Indonesia.

Di Indonesia obat tradisional bisa dibagi menjadi 3 dari klaim khasiat & standarisasi bahan bakunya. Pertama artinya Jamu menggunakan klaim khasiat sebatas empiris & bahan baku belum terstandar. Kedua dikenal sebagai menggunakan Obat Herbal Terstandar (OHT) yang telah diujikan pada binatang secara in vivo atau uji pra klinik & bahan baku simplisia telah terstandarisasi. Yang terakhir artinya Fitofarmaka, obat tradisional ini telah melewati uji klinik terhadap manusia & bahan baku telah terstandarisasi.

Dengan ditemukannya Gandarusa sebagai Fitofarmaka baru diperlukan bisa mengangkat pengobatan tradisional pada Indonesia. Selain itu status tumbuhan obat Indonesia bisa terangkat pada mata global.
Read more ...

Senin, 26 Maret 2018

Transportasi Sel Tumbuhan & Hewan

Transportasi Sel Tumbuhan & Hewan
Image source: https://image.slidesharecdn.com/sistemtransportasipadatumbuhan-160220132830/95/sistem-transportasi-pada-tumbuhan-4-638.jpg?cb=1455975065
Transportasi Sel Tumbuhan serta Hewan

Perkenalkan nama aku Anthony Kurniawan. Langsung saja kali ini aku akan membahas ihwal transportasi senyawa organik serta anorganik kepada sel tanaman. Pertama-tama sebelum membahas transportasi senyawa organik serta anorganik kepada sel tanaman lebih jauh tahukah kalian apa itu Transportasi Senyawa Organik serta Anorganik? Transportasi senyawa organik serta anorganik ialah proses pengangkutan suatu senyawa organik maupun anorganik asal suatu organel sel ke organel sel lainnya yang terjadi kepada sel. Kali ini aku akan menaruh statement bahwa aku sepakat kalau sistem transportasi organik maupun anorganik dalam sel tanaman lebih lambat daripada kepada dalam sel hewan. pertama aku akan berikan teori yang mengacu kepada sistem transportasi kepada tanaman serta sel hewan. Pertama, transportasi yang mengacu kepada statement aku ialah transportasi membran sel. Tujuan transport zat asal membran ialah:

1. Memasukkan gula, asam amino, serta nutrien lain yang dibutuhkan sel.

2. Memasukkan oksigen serta mengeluarkan karbondioksida kepada proses respirasi sel.

tiga. Mengatur konsentrasi ion anorganik kepada dalam sel.

4. Membuang sisa-sisa metabolisme yang bersifat racun.

5. Menjaga kestabilan pH.

6. Menjaga konsentrasi suatu zat buat mendukung kerja enzim.

Transportasi membran sel ini dibagi menjadi dua bagian penting. yang pertama yaitu Transpor Pasif serta terdapat Transport Aktif. Transpor pasif merupakan transportasi sel yang dilakukan melalui membran tanpa membutuhkan energi. Transpor pasif terjadi alasannya adanya perbedaan konsentrasi antara zat yang berada kepada dalam sel beserta zat yang berada kepada luar sel.

Transport pasif meliputi difusi sederhana, difusi dipermudah(facilitated diffusion) serta osmosis.

Ada beberapa faktor yang memengaruhi kecepatan difusi,yaitu:

Ukuran partikel. Semakin mini ukuran partikel, semakin cepat partikel itu akan berkecimpung, menjadi akibatnya kecepatan difusi meningkat.
Ketebalan membran. Semakin tebal membran, semakin lambat kecepatan difusi.
Luas suatu area. Semakin besar luas area, semakin cepat kecepatan difusinya.
Jarak. Semakin besar jarak antara dua konsentrasi, semakin lambat kecepatan difusinya.
Suhu. Semakin tinggi suhu, partikel mendapatkan energi buat berkecimpung beserta lebih cepat. Maka, semakin cepat jua kecepatan difusinya.

1. Difusi sederhana

Difusi ialah proses pergerakan partikel, molekul, ion, gas, atau cairan asal konsentrasi tinggi ke konsentrasi yang lebih rendah hingga tercapai suatu ekuilibrium. Molekul hidrofobik serta molekul polar tak bermuatan yang berukuran mini dapat berdifusi menuruni gradien konsentrasinya secara impulsif melalui membran ganda fosfolipid. Gradien konsentrasi itu sendiri merupakan energi potensial yang mendukung serta mengarahkan pergerakan molekul. Difusi yang dilakukan makhluk hayati contohnya kejadian masuknya oksigen serta munculnya karbondioksida kepada respirasi sel.

2. Difusi dipermudah

Difusi dapat dipermudah oleh protein khusus yang membentuk saluran protein serta protein transport kepada membran sel. Mekanisme difusi terfasilitasi ialah menjadi berikut.

a. Difusi yang dipermudah oleh saluran protein

Banyak molekul polar yang berukuran besar serta ion tertahan oleh membran ganda fosfolipid, namun dapat berdifusi melalui saluran yang dibuat oleh protein. Protei yang umumnya membentuk saluran ialah protein integral. Saluran protein dapat membuka serta menutup alasannya adanya rangsangan listrik atau kimiawi, contohnya ketika molekul neurotransmiter dapat membuka saluran protein kepada membran sel saraf menjadi akibatnya ion Na+ dapat masuk ke dalam sel.

b. Difusi yang dipermudah oleh protein transport

Protein transpor memiliki sifat mirip enzim yaitu bersifat khusus terhadap zat serta daerah pengikatan molekul yang diangkutnya. Protein transport dapat berubah bentuk ketika mengikat serta melepas molekul yang dibawanya. Protein transpor kepada membran memudahkan difusi molekul asam amino serta glukosa. Pada penyakit turunan sistinuria, sel ginjal nir memiliki protein yang mentranspor sistein serta asam amino lainnya menjadi akibatnya kepada dalam sel ginjal terjadi akumulasi asam amino yang kemudian akan mengkristal menjadi batu ginjal.

tiga. Osmosis

Osmosis ialah proses bergeraknya molekul pelarut asal larutan konsentrasi rendah ke larutan beserta konsentrasi yang lebih tinggi melalui selaput selektif permeabel. Larutan hipotonik memiliki konsentrasi zat terlarut lebih rendah, sedangkan larutan hipertonik memiliki konsentrasi zat terlarut lebih tinggi. Larutan isotonik memiliki konsentrasi zat terlarut yang sama. Osmosis merupakan difusi air melalui membran selektif permeabel yang arahnya ditentukan hanya oleh perbedaan konsentrasi zat terlarut total, bukan banyaknya jenis zat terlarut. Contoh kejadian osmosis ialah air bahari yang meskipun memiliki bermacam-macam jenis zat terlarut, molekul airnya tetap akan berkecimpung ke larutan gula yang konsentrasinya sangat tinggi. Suatu larutan memiliki potensial osmosis, yaitu tekanan osmosis kepada larutan. Tekanan osmosis ialah tekanan yang dibutuhkan buat menunda prgerakan pelarut melalui membran selektif permeabel. Osmosis dapat menjaga ekuilibrium konsentrasi larutan kepada dalam sel beserta konsentrasi larutan kepada luar sel.

Proses osmosis juga terjadi kepada sel hayati kepada alam. Perubahan bentuk sel terjadi andai saja terdapat kepada larutan yang tidak selaras. Sel yang terletak kepada larutan isotonik, maka volumenya akan konstan. Dalam hal ini, sel akan menerima serta kehilangan air yang sama. Banyak hewan-hewan bahari, mirip bintang bahari (Echinodermata) serta kepiting (Arthropoda) cairan selnya bersifat isotonik beserta lingkungannya. Aika sel terdapat kepada larutan yang hipotonik, maka sel tadi akan mendapatkan banyak air, menjadi akibatnya dapat menimbulkan lisis (kepada sel hewan), atau turgiditas tinggi (kepada sel tanaman). Sebaliknya, andai saja sel berada kepada larutan hipertonik, maka sel banyak kehilangan molekul air, menjadi akibatnya sel menjadi mini serta dapat menimbulkan kematian. Pada hewan, buat dapat bertahan dalam lingkungan yang hipo- atau hipertonik, maka dibutuhkan pengaturan ekuilibrium air, yaitu dalam proses osmoregulasi. Contoh kejadian osmosis ialah air bahari yang meskipun memiliki bermacam-macam jenis zat terlarut, molekul airnya tetap akan berkecimpung ke larutan gula yang konsentrasinya sangat tinggi

a. Osmosis kepada sel berdinding

Sel tanaman, alga, serta jamur memiliki dinding sel. Aika berada kepada larutan hipertonik, air kepada dalam sel keluar menjadi akibatnya sel mengerut serta membran plasma akan tertarik menjauhi dinding sel, diklaim plasmolisis. Aika sel tanaman berada kepada larutan yang isotonik, maka akan menjadi lembek. Namun, andai saja sel berada kepada larutan yang hipotonik, kesamaan menarik air masuk ke dalam sel akan diimbangi oleh dinding sel menjadi akibatnya sel akan membesar kepada batas normal, diklaim turgid.

b. Osmosis kepada sel nir berdinding

Sel hewan nir memiliki dinding sel. Aika berada kepada larutan yang isotonik, colume sel hewan akan stabil, misalnya sel eritrosit akan memiliki bentuk tetap andai saja dimasukkan ke dalam larutan garam 1%. Aika sel hewan berada kepada larutan hipertonik, air kepada dalam sel akan keluar asal dalam sel menjadi akibatnya sel mengerut. Namun, andai saja sel hewan berada kepada larutan hipotonik, air asal luar sel akan masuk ke dalam sel yang mengakibatkan sel membengkak bahkan pecah, contohnya eritrosit akan mengalami hemolisis andai saja dimasukkan ke dalam air. Organisme bersel satu memiliki adaptasi khusus buat dapat hayati kepada lingkungan yang hipertonik maupun hipotonik beserta osmoregulator. Contohnya Paramaecium sp. memiliki membran sel yang kurang permeabel terhadap air serta vakuola kontraktil buat memompa air menjadi osmoregulator.

Yang kedua ialah transpor aktif. Transport Aktif ialah transpor zat melalui membran yang melawan gradien konsentrasi menjadi akibatnya memerlukan energi. Energi yang dibutuhkan berupa ATP. Transpor aktif meliputi pompa ion, kotranspor, serta endositosis-eksositosis.

1. Pompa ion

Pompa ion ialah transpor ion melalui membran beserta cara melakukan pertukaran ion asal dalam sel beserta ion kepada luar sel. Transpor dilakukan oleh protein transpor yang tertanam kepada membran plasma memakai asal energi berupa ATP. Adenosin trifosfat dapat mentransfer gugus fosfat terminalnya ke protein transpor. Perumahan konformasi tadi menghasilkan ion dapat diikat atau dilepaskan. Setiap membran plasma memiliki potensial membran, yaitu energi potensial listrik yang timbul dampak distribusi anion serta kation yang nir sama kepada sisi membran yang antagonis. Sitoplasma bermuatan negatif, sedangkan fluida ekstraseluler bermuatan positif. Potensial membran berkisar antara 50-200 milivolt, bertindak menjadi baterai atau asal energi yang memengaruhi transpor substansi bermuatan. Contoh pompa ion natrium-kalium kepada sel hewan. Sel hewan memiliki konsentrasi ion K+ lebih tinggi serta ion Na+ jauh lebih rendah dibandingkan beserta lingkungannya. Membran sel hewan mempertahankan konsentrasi ion melawan gradien konsentrasi beserta memompa ion Na+ ke luar serta ion K+ masuk ke dalam sel. Pompa ion terdapat tiga jenis yaitu Unipor, Simpor, serta Antipor. Unipor ialah transfer aktif antara suatu jenis zat yang berlangsung secara searah. Simpor ialah transfer aktif antara dua zat atau lebih yang berlangsung secara searah. Antipor ialah transfer aktif antara dua zat atau lebih yang berlangsung dalam dua arah.

2. Kotranspor

Kotranspor ialah transpor aktif asal zat tertentu yang dapat menginisiasi transpor zat terlaurt lainnya. Kotranspor dilakukan oleh dua protein transpor beserta energi berupa ATP. Contoh kotranspor, yaitu pompa proton yang menggerakan transpor sukrosa kepada sel tanaman. Proton keluar asal sel melalui suatu protein transpor kepada membran, kemudian ion H+ yang keluar tadi membawa sukrosa buat memasuki sel melalui protein transpor lainnya. Mekanisme kotranspor sukrosa H+ berkhasiat buat memindahkan sukrosa output fotosintesi ke sel berkas pembuluh daun serta selanjutnya didistribusikan ke organ nonfotosintetik melalui jaringan vaskuler tanaman.

tiga. Eksositosis serta Endositosis

Eksositosis serta endositosis ialah transpor partikel serta molekul besar melalui pelipatan membran plasma atau pembentukan vesikula.

a. Eksositosis

Pada eksositosis, vesikula yang berisi makromolekul asal badan golgi dipindahkan oleh sitoskeleton buat bergabung beserta membran plasma, kemudian vesikula menumpahkan isinya ke luar sel. Eksositosis dilakukan oleh sel-sel sekretori, misalnya sel pankreas yang menyekresikan hormon insulin ke dalam darah serta vesikula yang mengeluarkan karbohidrat buat proses pembentukan dinding sel tanaman.

b. Endositosis

Pada endositosis, makromolekul dilingkupi oleh membran plasma yang melipat membentuk vesikula, kemudian vesikula tadi masuk ke dalam sel. Endositosis kepada sel hewan ialah menjadi berikut.

- Fagositosis

Terjadi kepada ketika sel menelan partikel padat beserta pseudopodia, selanjutnya partikel dibungkus kepada dalam kantong membran yang besar.

- Pinositosis

Terjadi kepada ketika fluida ekstraseluler masuk ke dalam lipatan membran plasma yang membenuk vasikula mini

- Endositosis yang diperantai reseptor

Terjadi ketika fluida ekstraseluler terikat kepada reseptor khusus yang berkumpul kepada lubang yang dilapisi protein kepada membran plasma, kemudian membentuk vesikula. Transpor ini bertujuan buat memperoleh substansi khusus dalam jumlah besar, misalnya penyerapan kolestrol buat sintesis membran serta prekusor sintesis steroid lainnya.

Menurut pendapat aku, aku sepakat bahwa transportasi senyawa organik serta anorganik dalam sel hewan lebih cepat ketimbang kepada sel tanaman. Pertama-tama dilihat asal struktur tubuh sel kepada hewan serta tanaman, mereka memiliki perbedaan struktur sel yang cukup signifikan. Sel hewan ukurannya lebih mini asal sel tanaman, nir memiliki plastida, nir memiliki dinding sel, memiliki lisosom, memiliki sentrosom, mempunyai bentuk nir tetap, serta nir memiliki vakuola (walaupun terdapat juga yang memiliki vakuola akan namun ukurannya mini). Sedangkan kepada sel tanaman ukuran sel lebih besar asal sel hewan, umumnya memiliki plastida, memiliki dinding sel serta membran sel, nir memiliki lisosom, nir memiliki sentrosom, mempunyai bentuk yang tetap, serta memiliki vakuola ukuran besar serta umumnya berjumlah banyak. Antara sel hewan serta tanaman memiliki banyak perbedaan, namun yang aku ambil kepada dasarnya ialah perbedaan lapisan terluarnya. Sel hewan hanya dilapisi oleh membran sel sedangkan sel tanaman mempunyai 2 lapisan sekaligus yaitu dinding sel serta juga membran sel atau membran plasma. Fungsi asal dinding sel ialah memberi bentuk sel tanaman, melindungi bagian dalam sel asal efek lingkungan serta menjaga sel tanaman supaya nir pecah dampak masuknya air secara berlebihan. Dinding sel menimbulkan sel nir dapat berkecimpung serta berkembang bebas. Namun, hal ini berakibat positif alasannya dinding-dinding sel dapat menaruh dukungan, konservasi serta penyaring (filter) bagi struktur serta fungsi sel sendiri. Dinding sel mencegah kelebihan air yang masuk ke dalam sel. Dinding rumah terbuat asal aneka macam macam komponen, tergantung golongan organisme. Pada tanaman, dinding-dinding sel sebagian besar terbentuk oleh polimer karbohidrat (pektin, selulosa, hemiselulosa, serta lignin menjadi penyusun penting). Pada bakteri, peptidoglikan (suatu glikoprotein) menyusun dinding sel. Fungi memiliki dinding sel yang terbentuk asal kitin. Sementara itu, dinding sel alga terbentuk asal glikoprotein, pektin, serta sakarida sederhana (gula). Sedangkan fungsi asal membran sel ialah melindungi inti sel serta sistem kelangsungan hayati yang bekerja kepada dalam sitoplasma. Model mosaik fluida yang disusun sesuai hukum-hukum termodinamika buat menyebutkan struktur membran sel. Pada contoh ini, protein penyusun membran dijabarkan menjadi sekelompok molekul globular heterogenus yang tersusun dalam struktur amfipatik, yaitu beserta gugus ionik serta polar menghadap ke fase akuatik, serta gugus non-polar menghadap ke dalam interior membran yang diklaim matriks fosfolipid serta bersifat hidrofibik. Himpunan-himpunan molekul globular tadi terbenam sebagian ke dalam matriks fosfolipid tadi. Struktur membran teratur membentuk lapisan ganda fluida yang diskontinu, serta sebagian mini asal matriks fosfolipid berinteraksi beserta molekul globular tadi sehinggal struktur mosaik fluida merupakan analogi lipoprotein atau protein integral kepada dalam larutan membran ganda fosfolipid. Dari pernyataan kepada atas itulah kita dapat menyimpulkan bahwa dinding sel itu mempunyai struktur yang sangat bertenaga , padat serta juga kaku belum lagi ditambah oleh membran sel , dapat dilogika bahwa andai saja pelindungnya aja telah tebal mirip itu berarti proses masuknya senyawa pun juga melalui banyak tahapan. Sehingga andai saja dilogika, maka permukaan sel tanaman akan lebih tebal dibandingkan beserta sel hewan alasannya sel tanaman memiliki dinding sel serta membran sel, sedangkan sel hewan hanya memiliki membran sel. Lalu didalam membran sel terdapat selektif permeable yang menyeleksi benda-benda asing asal luar yang masuk kedalam sel , belum tentu senyawa yang masuk dapat diizinkan maka pantaslah andai saja buat masuk melewati dinding sel serta juga membran sel sangatlah sulit serta juga lama, menjadi akibatnya gambarannya bahwa sel tanaman harus melewati 2 tahap sedangkan sel hewan hanya 1 tahap. Tentu saja beserta begitu, maka sel hewan memiliki transpor yang lebih cepat ketimbang beserta sel tanaman. Lalu alasan yang kedua yaitu ialah banyaknya organel sel yang terdapat kepada sel tanaman. Kita tahu bahwa organel sel hewan lebih simple serta jumlahnya lebih sedikit ketimbang beserta sel tanaman yang memiliki organel sel yang lebih kompleks serta jumlahnya lebih banyak. Aika dipikir secara logis, maka sel tanaman yang memiliki organel sel yang kompleks akan membutuhkan waktu yang cukup lama buat melakukan transpor. Mengapa demikian? Karena sel yang memiliki organel sel lebih kompleks akan melakukan transpor beserta tahapan-tahapan yang cukup lama alasannya harus melewati asal 1 organel ke organel lainnya. Setelah melewati suatu organel maka transpor juga harus melewati organel selanjutnya hingga organel terakhir. Aika kalian resah, aku akan menganalogikannya menjadi tubuh manusia. Tubuh manusia terdiri asal banyak organ mulai asal organ yang berfungsi menjadi pernafasan, peredaran darah, serta pencernaan. Contohnya kepada ketika kita makan maka masakan yang kita santap pertama-tama tentunya akan melewati mulut. Setelah dikunyah serta ditelan, masakan akan melewati kerongkongan, kemudian akan menuju lambung serta usus, serta akhirnya sisa masakan yang nir dibutuhkan tubuh akan dikeluarkan melalui rektum berupa feses. Pernafasan juga sama melalui hidung kemudian ke laring, faring serta akhirnya pertukaran oksigen serta karbondioksida kepada bagian alveolus kepada paru-paru. Hal yang perlu kita ketahui lagi yaitu transportasi senyawa kepada sel tanaman hanya berjalan satu arah saja, serta arahnya hanya ke atas saja, sedangkan kepada sel hewan, transportasi berjalan 2 arah, ke atas serta ke bawah. Saya akan menganalogikan transportasi sel beserta cinta kasih seseorang terhadap orang yang dikasihinya. Aika cinta ini hanya berjalan 1 arah maka cinta ini nir akan pernah pasti. Sedangkan andai saja terdapat interaksi 2 arah, maka cinta ini akan terus tumbuh menjadi cinta yang pasti serta luar biasa. Pada realitasnya, sel tanaman hanya mengalirkan senyawa ke 1 arah saja yaitu ke atas, ini artinya arah alirannya melawan arus gravitasi yang arahnya ke bawah. Sehingga ini akan lebih menghasilkan organel-organel kepada dalam sel tanaman bekerja lebih keras, serta tentu waktu ialah hal yang dipengaruhi oleh proses ini. Tetapi kepada sel hewan sistem transportasinya lebih fleksibel serta lebih bebas daripada sel tanaman menjadi akibatnya pengaliran senyawa organik serta anorganik akan berjalan cepat. 

Maka asal pernyataan kepada atas dapat disimpulkan bahwa transportasi senyawa organik serta anorganik kepada sel tanaman lebih lambat daripada transportasi senyawa kepada sel hewan. Alasannya ialah:

1. Perbedaan lapisan terluarnya. Sel hewan hanya dilapisi oleh membran sel sedangkan sel tanaman mempunyai 2 lapisan sekaligus yaitu        dinding sel serta juga membran sel atau membrane plasma.

2. Banyaknya organel sel yang terdapat kepada sel tanaman lebih banyak daripada sel hewan

tiga. Transportasi senyawa kepada sel tanaman hanya berjalan satu arah saja, serta arahnya hanya ke atas saja, sedangkan kepada sel hewan, transportasi berjalan 2 arah, ke atas serta ke bawah.

Di akhir kata, aku menegaskan pulang bahwa aku sepakat beserta pernyataan yang mengatakan " Transportasi senyawa kepada sel tanaman lebih lambat daripada sel hewan". Saya kira hanya itu saja yang dapat aku sampaikan. Dengan demikian, aku mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pembaca. Saya mohon maaf andai saja terdapat kesalahan ejaan kata, bahasa, serta lain-lain. Sekian serta terima kasih.

DAFTAR PUSTAKA

https://www.biologi-sel.com/2012/11/perbedaan-sel-hewan-serta-sel-tanaman.html

https://id.wikipedia.org/wiki/Transpor_pasif

https://id.wikipedia.org/wiki/Membran_sel

https://id.wikipedia.org/wiki/Dinding_sel

Penerbit Erlangga, 2016. Biologi Untuk SMA/MA Kelas XI Kelompok Peminatan Matematika serta Ilmu-Ilmu Alam Jilid 2, Jakarta: PT. Gelora Aksara Pratama.
Read more ...

Minggu, 25 Maret 2018

Transportasi di Sel Tumbuhan serta Sel Hewan

Dalam kehidupan sehari-hari bisa kita lihat tumbuhan yang bisa tumbuh tinggi & besar bahkan bisa hidup selama puluhan tahun dibandingkan dengan hewan yang memiliki homogen-homogen umur lebih pendek. Apakah yang mempengaruhi hal tadi? Hal ini berafiliasi dengan sel & kinerjanya.

Sel merupakan tingkatan struktural terkecil penyusun makhluk hidup yang memiliki seluruh sifat kehidupan, misalnya reproduksi, pertumbuhan & perkembangan, pemanfaatan energi, respons terhadap lingkungan, & sebagainya. Dalam sel hidup terdapat senyawa kimiawi hasil dari aktivitas sel yang diklaim biomolekul. Pada sel hewan lebih banyak terdapat protein dibanding sel tumbuhan yang lebih banyak mengandung karbohidrat. Senyawa dasar secara sedikit demi sedikit diubah menjadi senyawa yang lebih kompleks, baik fungsi maupun strukturnya, biasa diklaim makromolekul. Makromolekul merupakan molekul besar yang terdiri atas banyak atom atau blok penyusun. Sebagian besar makromolekul berupa polimer atau suatu molekul panjang yang terdiri atas banyak blok penyusun identik & dihubungkan dengan ikatan-ikatan kovalen. Blok penyusun dari suatu polimer ialah molekul mini yang diklaim monomer. Monomer-monomer dihubungkan melalui suatu reaksi kondensasi atau dehidrasi sebagai akibatnya dua molekul bisa berikatan secara kovalen melalui divestasi satu molekul air. Sel hidup memiliki empat makromolekul, yaitu koarbohidrat, lipid, protein, & asam nukleat.


Karbohidrat ialah polihidroksi aldehida (golongan aldosa) atau polihidroksi keton  (golongan ketosa) dengan rumus molekul (CH2O)n. Karbohidrat berfungsi sebagai bahan penyusun struktur sel & sumber energi. Berdasarkan jumlah monomer yang menyusun polimer, karbohidrat digolongkan menjadi monosakarida, disakarida, & polisakarida.

Lipid berfungsi sebagai komponen struktural membran sel, cadangan bahan bakar, lapisan pelindung, komponen vitamin, & komponen hormon. Lipid bersifat hidrofobik, yaitu sedikit atau tidak memiliki afinitas (ketertarikan) terhadap air.

Protein merupakan komponen penyusun sel yang meliputi sekitar 50% dari bobot kering sel tadi. Protein berfungsi sebagai dukungan struktural, penyimpanan, pergerakan, transpor substansi tertentu, pengiriman sinyal, enzim, & pertahanan buat melawan substansi asing. Molekul protein sangat majemuk, baik struktur maupun fungsinya. Meski majemuk, semua jenis protein merupakan polimer yang dibangun dari kumpulan 20 jenis asam amino, yaitu glisin, alanin, valin, leusin, isoleusin, metionin, fenilalanin, triptofan, prolin, serin, treonin, sistein, tirosin, asparagin, glutamin, asam aspartat, asam glutamat, lisin, arginin, & histidin. Asam amino ialah molekul organik yang memiliki gugus karboksil & amino. Polimer asam amino diklaim pula polipeptida.

Asam nukleat berfungsi sebagai tempat penyimpanan sifat individu yang diwariskan, penyimpanan energi, & koenzim. Asam nukleat merupakan polinukleotida, yaitu suatu polimer yang satuan penyusunnya ialah nukleotida. Nukleotida terdiri atas tiga komponen, yaitu basa nitrogen, pentosa (gula berkarbon lima), & gugus fosfat. Berdasarkan jenis nukleotidanya, asam nukleat dibedakan menjadi dua, yaitu asam ribonukleat (RNA) & asam deoksiribonukleat (DNA). Molekul DNA & RNA memiliki beberapa perbedaan pokok. DNA hanya memiliki satu macam jenis, sedangkan RNA memiliki tiga macam jenis, yaitu m-RNA (messengerRNA sebagai pembawa pesan), r-RNA (ribosomalRNA yang terdapat dalam ribosom), & t-RNA (transferRNA buat membawa asam amino).

Dalam sel sendiri masih terdapat organ-organ atau biasa diklaim organel sel. Pada sel hewan & sel tumbuhan terdapat beberapa perbedaan. Pada sel tumbuhan terdapat dinding sel yang berfungsi buat melindungi sel & terdapat pada bagian terluar sel. Pada sel hewan tidak terdapat dinding sel melainkan membran sel pada lapisan terluar sel yang pula terdapat pada sel tumbuhan. Membran sel bersifat semipermeabel sebagai akibatnya hanya bisa dilalui oleh ion, molekul, & senyawa-senyawa tertentu. Selain itu terdapat beberapa perbedaan misalnya sentriol yang hanya terdapat pada sel hewan & vakuola pada sel tumbuhan lebih besar daripada sel hewan. Salah satu ciri sel hidup ialah melakukan metabolisme yang tentu memerlukan & memproduksi senyawa kimia. Pada akhirnya akan terjadi mekanisme transpor zat yang melewati membran sel yang bersifat selektif permeabel atau semipermeabel. Transpor zat yang terjadi dalam sel dibedakan menjadi dua, transpor pasif & transpor aktif. Transpor pasif yaitu transpor ion, molekul, senyawa dari luar atau dalam sel tanpa memerlukan energi. Transpor aktif yaitu transpor ion, molekul, senyawa dari luar atau dalam sel yang memerlukan energi karena melawan gradien konsentrasi.

Pada tumbuhan tingkat rendah (misal ganggang) penyerapan air & zat hara dilakukan melalui seluruh tubuh. Pada tumbuhan tingkat tinggi (misal spermatophyta) proses pengangkutan dilakukan oleh floem & xylem. Mekanisme transpor bertujuan buat memasukkan gula, asam amino, & nutrien lain yang diharapkan sel, memasukkan oksigen & mengeluarkan karbon dioksida pada proses respirasi sel. Mengatur konsentrasi ion anorganik dalam sel, membuang residu metabolisme yang bersifat racun, menjaga kestabilan pH, menjaga konsentrasi suatu zat buat mendukung kerja enzim. Proses pengangkutan secara pasif dilakukan melalui difusi, osmosis, & imbibisi, & difusi terfasilitasi atau difusi terfasilitasi.

Imbibisi bisa dicermati saat biji kacang hijau berkecambah saat direndam pada air selama beberapa jam. Hal ini terjadi karena penyusupan atau peresapan air ke dalam ruangan antar dinding sel yang menyebabkan dinding sel melebar. Difusi ialah motilitas menyebarnya molekul dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah. Pada difusi terfasilitasi, transpor senyawa dibantu dengan protein yang membentuk saluran protein & melalui protein transpor. Banyak molekul polar yang berukuran besar & ion yang tertahan oleh membran ganda fosfolipid, namun bisa berdifusi melalui saluran yang dibuat oleh protein, hal ini diklaim transpor yang dipermudah oleh saluran protein. Protein integral biasa membentuk saluran yang bisa membuka & menutup karena rangsangan listrik atau kimiawi. Proses difusi terfasilitasi selanjutnya dibantu oleh protein transpor. Protein transpor memiliki sifat misalnya enzim, yaitu bersifat spesifik terhadap zat & tempat pengikatan molekul yang diangkutnya, sebagai akibatnya bisa berubah bentuk saat mengikat & melepas molekul yang dibawanya.

 Osmosis ialah kebalikan dari difusi, yaitu perpindahan air dari kawasan konsentrasi rendah (hipotonik) ke konsentrasi tinggi (hipertonik) melalui membran semipermeabel. Membran semipermeabel hanya bisa dilalui oleh air & zat tertentu yang larut didalamnya. Suatu larutan memiliki potensial osmosis, yaitu tekanan osmosis pada larutan. Tekanan osmosis ialah tekanan yang diharapkan buat menahan pergerakan pelarut (air) melalui membran selektif permeabel. Dalam osmosis pada sel berdinding ada beberapa keadaan. Plasmolisis ialah keadaan dimana sel tumbuhan, alga, & atau fungi berada pada larutan yang hipertonik, air pada dalam sel keluar sebagai akibatnya sel mengerut & membran plasma akan tertarik menjauhi dinding sel. Aika sel tumbuhan berada pada larutan yang isotonik, maka akan menjadi lembek (flaksid/ flaccid). Apabila sel berada pada larutan yang hipotonik, kesamaan air masuk ke dalam sel akan diimbangi oleh dinding sel (sehabis mencapai ukuran tertentu dinding sel akan menaruh terkanan kembalipada sel) sebagai akibatnya sel akan membesar pada batas normal, diklaim turgid. Dalam sel yang tidak berdinding, misalnya pada sel hewan, seandainya berada pada larutan yang isotonik, volume sel hewan akan stabil (normal). Misalnya sel eritrosit akan memiliki bentuk tetap seandainya dimasukkan ke dalam larutan garam 1%. Aika sel hewan berada pada larutan hipertonik (larutan pekat), air pada dalam sel akan keluar dari dalam sel sebagai akibatnya sel mengerut (krenasi). Namun, seandainya sel hewan barada pada larutan hipotonik, air dari luar sel akan masuk ke dalam sel yang menyebabkan sel membengkak bahkan pecah (lisis), contohnya eritrosit akan mengalami hemolisis seandainya dimasukkan ke dalam air (akuades). Organisme bersel satu memiliki adaptasi khusus buat bisa hidup pada lingkungan yang hipertonik maupun hipotonik dengan osmoregulator (kontrol keseimbangan air).

Transportasi aktif meliputi pompa ion, kotranspor, & endositosis-eksositosis. Pompa ion ialah trasnpor ion melalui membran dengan cara melakukan pertukaran ion dari dalam sel dengan ion pada luar sel. Transportasi dilakukan oleh protein transpor yang tertanam pada membran plasma menggunakan sumber energi berupa ATP. Adenosin trifosfat bisa mentransfer gugus fosfat terminalnya ke protein transpor sebagai akibatnya terjadi perubahan konformasi pada protein transpor. 

Perubahan konformasi tadi membuat ion bisa diikat atau dilepaskan. Setiap membran plasma memiliki potensial membran, yaitu energi potensial listrik yang muncul implikasi distribusi anion & kation yang tidak selaras pada sisi membran yang antagonis. Sitoplasma bermuatan negatif, sedangkan fluida ekstraseluler bermuatan positif. Contoh pompa ion ialah pompa ion natrium-kalium pada sel hewan. Sel hewan memiliki konsentrasi ion K+ lebih tinggi & ion Na+ jauh lebih rendah dibandingkan dengan lingkungannya. Membran sel hewan mempertahankan konsentrasi ion melawan gradien konsentrasi dengan memompa ion Na+ ke luar & ion K+ masuk ke dalam sel. Kontranspor ialah transpor aktif dari zat tertentu yang bisa menginisiasi transpor zat terlarut lainnya. Kontranspor dilakukan oleh dua protein transpor dengan energi berupa ATP. 

Contoh kontranspor ialah pompa proton yang menggerakkan transpor sukrosa pada sel tumbuhan. Proton (H+) keluar dari sel melalui suatu protein transpor pada membran, kemudian ion H+ yang keluar tadi membawa sukrosa buat memasuki sel melalui protein transpor lainnya. Mekanisme ini memiliki kegunaan buat memindahkan sukrosa hasil fotosintesis ke sel berkas pembuluh daun & selanjutnya didistribusikan ke organ nonfotosintetik melalui jaringan vaskuler tumbuhan. 

Eksositosis-Endositosis ialah transpor partikel & molekul besar melalui pelipatan membran plasma atau pembentukan vesikula. Pada eksositosis, vesikula yang berisi makromolekul dari badan Golgi dipindahkan oleh sitoskeleton buat bergabung dengan membran plasma, kemudian vesikula menumpahkan isinya keluar sel. Pada Endositosis, makromolekul dikelilingi oleh membran plasma yang melipat membentuk vesikula, kemudian vesikula tadi masuk ke dalam sel. Endositosis pada sel hewan ialah fagositosis, pinositosis, endositosis yang diperantarai reseptor. Fagositosis terjadi saat sel menelan partikel padat (masakan) dengan pseudopodia, selanjutnya partikel dibungkus pada dalam kantong membran yang besar (vakuola). Pinositosis terjadi saat fluida ekstraseluler masuk ke dalam lipatan membran terjadi saat fluida ekstraseluler masuk ke dalam lipatan membran plasma yang membentuk vesikula mini. 

Endositosis yang diperantarai reseptor terjadi saat fluida ekstraseluler terikat pada reseptor spesifik yang berkumpul pada lubang yang dilapisi protein pada membran plasma, kemudian membentuk vesikula. Transpor ini bertujuan buat memperoleh substansi spesifik dalam jumlah besar, contohnya penyerapan kolesterol buat protesis membran & prekusor protesis steroid lainnya.

Berdasarkan teori pada atas, bisa disimpulkan bahwa transportasi pada sel tumbuhan & sel hewan memiliki beberapa perbedaan. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor.

Makhluk hidup tentu melakukan metabolisme. Hasil metabolisme tadi ialah energi yang membantu kita buat berpikir, melakukan sesuatu, atau bahkan dipakai dalam pertumbuhan. Untuk melakukan metabolisme tentu diharapkan senyawa-senyawa hasil dari adonan senyawa-senyawa sederhana. Proses digabungkannya senyawa-senyawa tadi terjadi pada dalam sel oleh organel-organel dalam sel. Senyawa hasil itu akan dipakai dalam aktivitas yang dilakukan makhluk hidup, buat berkiprah, berpikir, maupun pertumbuhan. Dalam membuat senyawa yang rumit tentu diharapkan bahan atau senyawa yang lebih sederhana. Dalam penyediaan senyawa yang lebih sederhana diharapkan suatu mekanisme transportasi antar membran sel. Berdasarkan teori pada atas, transportasi sel dilakukan dari aneka macam macam cara. Hasil metabolisme bisa terlihat  galat satu contohnya dari pertumbuhan suatu makhluk hidup.

Hal yang seringkali kita lihat ialah tumbuhan terutama pepohonan besar bisa hidup hingga puluhan tahun. Pada hewan ataupun insan homogen-homogen memiliki umur lebih pendek dari pepohonan. Atau tumbuhan memerlukan waktu yang lama buat tumbuh hingga bisa memproduksi butir. Hal ini berafiliasi pada hasil metabolisme. Dengan kata lain, metabolisme yang lambat akan membuat pertumbuhan lambat pula. Untuk terjadi metabolisme tentu memerlukan senyawa-senyawa sederhana. Bagaikan ketika kita ingin mengolah kita perlu menentukan masakan yang akan kita buat & menyediakan bahannya. Untuk menyediakan bahan diharapkan suatu mekanisme transpor. Apabila metabolisme pada tumbuhan tergolong lambat, maka bisa diambil konklusi seandainya mekanisme transpor pada sel tumbuhan lambat.

Kita sebagai insan tentu perlu makan. Makanan yang kita makan akan menaruh kita energi buat beraktivitas. Hewan pun perlu makan. Pada rantai masakan homogen-homogen tumbuhan menjadi penghasil atau penyedia masakan. Hewan herbifora akan memakan tumbuhan tadi & selanjutnya akan dimangsa oleh hewan karnivora. Hal ini akan membentuk jaring-jaring masakan. Tapi bila tumbuhan memiliki mekanisme transpor yang lebih lambat dibanding dengan hewan, apakah tumbuhan bisa habis dimakan oleh hewan? Memang benar bila homogen-homogen pertumbuhan tumbuhan tergolong lambat implikasi mekanisme transpor yang lambat. 

Namun tumbuhan membuat masakan selama terdapat cahaya buat melakukan fotosintesis. Berbeda dengan hewan yang bisa kenyang, tumbuhan terus memproduksi masakan yang nantinya sisanya akan disimpan dalam vakuola dalam sel. Hal ini yang menyebabkan tumbuhan memiliki vakuola lebih besar dibanding hewan. Ditambah tumbuhan tidak melakukan motilitas layaknya hewan. Tentu energi yang terpakai tidak sebesar energi yang terpakai pada hewan. Ditambah tidak semua tumbuhan ialah tumbuhan besar. Ada tumbuhan layaknya rerumputan yang tergolong mini sebagai akibatnya lebih cepat tumbuh dibanding pepohonan besar.

Manakah yang lebih cepat? Antara kita yang berlari pada jalanan yang bersih dari benda apapun atau jalanan dimana kita harus melompati pagar atau tembok? Tentu lebih cepat bila kita berlari pada jalanan tanpa halangan. Hal ini hampir sama dengan mekanisme transpor pada sel tumbuhan. Seperti yang kita ketahui, sel tumbuhan memiliki dinding sel yang menutupi membran plasma serta organel sel pada dalamnya. Akibatnya senyawa yang ingin memasuki sel tumbuhan harus melewati dinding sel kemudian melewati membran plasma yang bersifat semipermeabel. Pada sel hewan, senyawa yang ingin masuk hanya melewati membran plasma.

Tekanan pula merupakan galat satu faktor yang mempengaruhi laju transportasi pada sel. Berdasarkan ukurannya, sel tumbuhan memilki sel yang lebih besar dibandingkan dengan sel hewan yang diakibatkan oleh lebih besarnya vakuola pada tumbuhan dibanding pada sel hewan. Seperti mengalirnya air dalam selang. Ketika kita menggunakan selang tanpa menutupi lubangnya maka air akan mengalir dengan biasa. tapi bila kita menutup sedikit lubang pada selang maka air akan menyemprot ke depan dengan deras. Hal yang hampir sama terjadi pada mekanisme transpor senyawa dalam sel. Tekanan pada sel hewan lebih besar dikarenakan ukurannya yang lebih mini dibanding pada sel tumbuhan yang mendorong senyawa buat berkiprah lebih cepat pula. Tekanan tergolong memiliki peranan besar dalam transportasi senyawa.

Salah satu kabar mengenai tumbuhan ialah tumbuhan memiliki mekanisme transportasi senyawa ke atas. Sedangkan hewan memiliki mekanisme transpor senyawa ke aneka macam arah. Dalam hewan, pembuluh darah menyebar ke seluruh tubuhnya & berfungsi menyalurkan energi atau oksigen. Tumbuhan tidak memiliki pembuluh darah, sebagai gantinya tumbuhan menggunakan jaringan pengangkut, yaitu xylem & floem. Keduanya menyebar dalam seluruh tubuh tumbuhan sebagai pengganti pembuluh darah. Tumbuhan menerima zat hara dari tanah & diserap oleh akar. Floem berfungsi buat mengedarkan hasil fotosintesis pada daun ke seluruh tubuh tumbuhan. Xylem berfungsi buat mengedarkan air yang merupakan galat satu bahan buat fotosintesis. 

Air tentu sangat diharapkan karena menjadi bahan dalam fotosintesis. Dalam transportasi terjadi evaporasi air melalui celah bernama stomata. Sebagai gantinya tekanan akan mendorong air buat menggantikan celah yang dibuat oleh air yang telah terevaporasi. Dalam evaporasi dibantu oleh energi matahari yang cukup kuat buat mendorong air buat naik ke daun. Dengan kata lain tumbuhan melakukan transportasi dari akar secara vertikal ke pucuk daun. Ditambah oleh beberapa kendala misalnya gaya gravitasi yang menarik benda ke inti bumi. Transportasi air ke atas tentu memerlukan tenaga lebih karena harus melawan gaya gravitasi. Hal ini memperlambat suatu sel buat melakukan metabolisme karena bahannya tak kunjung tiba. 

Seperti halnya seandainya kita ingin mengolah tetapi tidak ada bahannya, maka kita tidak bisa mengolah. Berbeda dengan sel hewan. Tumbuhan membuat masakan secara terus menerus selama bahannya tersedia. Hewan memerlukan masakan namun mereka akan berhenti makan sejenak ketika mereka kenyang. Hal ini dikarenakan hewan harus mencerna masakan mereka yang akhirnya menjadi energi buat mereka melakukan aktivitas. Setelah masakan dicerna tentu energi akan disalurkan. Caranya melalui pembuluh darah yang menyebar ke seluruh tubuh hewan. Berbeda dengan tumbuhan, sumber energi hasil masakan pada hewan berasal dari organ pada dalam perut atau bisa dikatakan berada pada tengah tubuh hewan. Berasal dari sana energi didistribusikan ke aneka macam arah, atas, bawah, kanan, atau kiri.

Singkat kata terbukti bila transportasi senyawa pada tumbuhan lebih lambat dibanding transportasi senyawa pada hewan. Beberapa faktor yang mempengaruhi ialah struktur morfologi serta fisiologi suatu sel. Dinding sel menghambat lajur senyawa. Ukuran sel mempengaruhi tekanan dalam mendorong senyawa buat berkiprah dalam sel. Arah geraknya senyawa pula mempengaruhi dimana pada sel tumbuhan arahnya antagonis dengan gravitasi sedangkan pada hewan tidak semuanya antagonis dengan gravitasi. Ditambah dalam kehidupan sehari-hari kita seringkali melihat tumbuhan yang tumbuh dengan lambat. Hal ini dikarenakan oleh hasil metabolisme yang lambat pula.

Sumber                :

https://sciencebooth.com/2014/01/29/transportasi-zat-dalam-sel/amp/

www.academia.edu/17950664/RESPIRASI_DAN_PENYERAPAN_SERTA_TRANSPORTASI_PADA_TUMBUHAN

https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK21525/

byjus.com/biology/transportation-in-plants-or-trees

Irnaningtyas.2017.Biologi buat SMA/MA Kelas XI. Jakarta: Erlangga
Read more ...

Sabtu, 24 Maret 2018

Teror Tumbuhan Pembunuh pada Pulau Timor

Senjata biologi yang selama ini dibayangan ialah serangan beserta dengan virus atau bakteri yang patogen. Sejata pemusnah masal ini lebih identik beserta mikoorganisme atau mahluk tak kasat mata kemudian disebarkan. Tanpa disadari, senjata biologi nir selalu berkiblat pada virus atau bakteri, akan tetapi dapat beserta tumbuhan. Bukan tumbuhan beracun dalam hal ini, akan tetapi tumbuhan yang ada disekitar kita dapat menjadi senjata pemusnah masal. Saat di Pulau Timor saya melihat banyak tumbuhan yang adaptif di lahan yang kering, tandus akan tetapi masih tetap hijau & fertile. Bagaimana apabila tumbuhan ini di tanah yang fertile?


Suatu waktu teman saya mendapatkan tugas kunjungan ke negeri kanguru. Paspornya mengambarkan alamat beserta provinsi Nusa Tenggara Timor. Sesaat sebelum betul-betul sah menginjakan benua Australi, ia mendapatkan serentetan pertanyaan keliru satunya "kapan terakhir kali ke kebun yang bersemak belukar" akunya. Rupanya Australi mempunyai ketakutan akan serangan mahluk biologis berdasarkan Tropis & keliru satunya Indonesia, mengapa demikian.

Tidak asing bagi kita beserta yang namanya alang-alang (Imperata cylindrica) yang menjadi musuh bagi banyak petani. Tidak asing maupun beserta keresahan Taman Nasional Baluran beserta akasia berdasarkan mesir (Acacia nilotica), begitu maupun beserta pulau Timor beserta kabesak (Acacia leucophloea) atau minjangan (Chromolaena odorata). Semua tumbuhan di atas menjadi momok yang menakutkan. Ketakutan bukan berdasarkan pohonnya, akan tetapi berdasarkan sifat yakni invasif.

Karakter tumbuhan yang invasif inilah yang membentuk para petani & peternak ketakutan luar biasa. Sifat invasif ini maupun didukung kemampuannya buat mencekik & membunuh tumbuhan lain melalui mekanisme alelopati. Alelopati diartika kemampuan organisme memroduksi & mengeluarkan suatu senyawa alelokimia ke lingkungan. Senyawa alelokimia akan memengaruhi perkembangan & pertumbuhan organisme lain di sekitarnya. Alelopati dapat beserta gampang dijumpai pada alang-alang. Seperti terlihat, waktu semua lahan tertutup ilalang dapat dipastikan nir ada tumbuhan yang hidup ditengah-tengahnya.

Australi atau negara-negara yang mengandalkan lahan sebagai area pertanian atau peternakan sangat was-was beserta 2 sifat tumbuhan ini. Mungkin apabila tumbuhan tadi secara ekonomis akan membagikan keuntangan, akan tetapi ternyata nilai ekonomisnya sangat mungil dibanding dampak jelek yang dihasilkan.

Taman Nasional Baluran, terancam beserta tumbuhan akasia atau kabesak. Dahulu tumbuhan ini didatangkan buat memagari berdasarkan kebakaran hutan. Kabesak sangat tahan beserta kebakaran, namun secara ekologi tumbuhan ini cepat sekali perkembang biakannya & sifatnya yang invasif. Binatang liar sepertinya enggan memakan dedaunannya, mungkin di Afrika hanya jerapah yang memakannya.

Di tempat pulau Timor maupun banyak dijumpai tumbuhan kabesak ini. Di tanah yang tandus, kering, berdebu tumbuhan ini masih nampak kokoh berdiri & menghijau. Tak ada yang meyentuh tumbuhan ini, selain berduri maupun nir mempunyai nilai ekonomis. Tumbuhan ini tumbuh liar & biasnya banyak ditemukan dilahan-lahan yang nir terurus. Berbicara ilalang, hampir sepanjang pulau Timor penuh maupun beserta gulma pertanian ini.

Mungkin beserta hanya satu atau dua biji tumbuhan invasif yang melekat di pakaian dapat menjadi awal malapetaka disuatu wilayah yang baru. Sebut saja Rawa Pening yang waktu ini penuh beserta gulma eceng gondok (Eichornia crassipes). Flora ini awalnya tanaman hias di kolam, akan tetapi begitu lepas ke perairan bebas pertumbuhannya dapat nir dapat dikendalikan seperti waktu ini. Ancaman ekologi pertanian inilah yang mengkawatirkan negara beserta pertanian & peternakan, mereka takut lahannya diserobot tumbuhan invasif.

Mungkin bagi kita yang tinggal jauh berdasarkan tempat-tempat tadi di atas & hanya dapat menikmati lewat foto atau video akan merasa takjub. Mata fotografer yang membidikan lensanya, tentu saja akan mengambil sudut pandang yang menarik tanpa melihat perseteruan ekologisnya. Inilah mengapa beberapa negara takut tamu asing yakni gulma. Gulma bak senjata biologis yang mampu menguasai lahan-lahan kosong & fertile, yang sebenarnya banyak dihalaman tempat tinggal kita akan tetapi menjadi momok bagi beberapa negara.
Read more ...
Designed By Uangmaya.com