Breaking News

Sabtu, 03 Maret 2018

Apakah Jaringan Dewasa pada Tumbuhan Masih Bisa Berkembang

Apakah Jaringan Dewasa pada Tumbuhan Nasih Bisa Berkembang

Selamat datang di artikel kedua saya. Kali ini saya akan membahas mengenai jaringan. Apakah jaringan itu serta jenis-jenisnya? Apakah jaringan jenis permanen masih melakukan pembelahan? Mari kita simak data-data serta analisis di bawah ini.

Jaringan adalah sekelompok sel yang mempunyai berasal, struktur, serta fungsi yang sama. Jaringan bisa dibedakan menjadi jaringan hewan serta tumbuhan. Jaringan tumbuhan dibedakan menjadi jaringan meristem/embrional yang belum terdiferensiasi serta jaringan permanen/dewasa yang sudah terdiferensiasi.


Jaringan Meristem

Ciri utama jaringan meristem antara lain aktif membelah, banyak sitoplasma, ukuran sel mungil sebab masih muda, nukleus akbar, serta organel lain mungil.

Jaringan meristem bisa dibedakan lagi sesuai berasal serta lokasinya. Berdasarkan berasal, jaringan meristem dibedakan menjadi jaringan meristem primer serta sekunder .Perbedaannya adalah jaringan meristem primer tumbuh ke atas serta bawah sebab dilakukan sang ujung batang serta akar, sedangkan jaringan meristem sekunder tumbuh ke sampng sebab kambium. 

Berdasarkan lokasi, jaringan meristem dibedakan menjadi 3, yaitu jaringan apikal, interkalar, serta lateral. Jaringan apikal berada pada ujung batang serta akar, jaringan interkalar berada pada jaringan dewasa seperti contohnya bambu serta tebu, serta jaringan lateral berada pada korteks batang.

Jaringan Permanen

Jaringan permanen adalah kumpulan sel yang telah terdiferensiasi, namun dalam kondisi tertentu bisa bersifat meristem kembali. Jaringan permanen dibedakan menjadi 4 bagian, yaitu jaringan pelindung/epidermis, dasar, vaskuler/pengangkut, serta gabus/felogen.

Jaringan Epidermis

Berada pada tempat paling luar untuk melindungi tumbuhan. Sel-sel epidermis bisa berkembang menjadi indera tambahan/derivat epidermis, contohnya stoma, trikoma, kutikula, serta sel kipas.

Jaringan Dasar 

Dibedakan menjadi 2, yaitu jaringan parenkim/pengisi serta penyokong/penguat. Jaringan parenkim hampir dijumpai di semua bagian tumbuhan serta banyak mengandung kloroplas serta terdapat ruang antar sel. Jaringan penyokong memiliki kegunaan untuk menguatkan tumbuhan. Berdasarkan bentuk serta sifatnya, jaringan penyokong dibedakan lagi menjadi 2 yaitu jaringan kolenkim serta sklerenkim. Jaringan sklerenkim merupakan sel mati yang bentuknya lebih tidak teratur serta berdinding tebal. Jaringan kolenkim merupakan sel hayati yang mempunyai sel primer yang tebal serta berdinding tipis.

Jaringan Vaskuler

Dibedakan menjadi xylem serta floem. Fungsi utama xylem adalah untuk mengangkut air serta garam-garam mineral dari akar. Sedangkan floem berfungsi nuntuk mengangkut amilum dari daun ke seluruh tubuh tumbuhan. Xilem disusun sang unsur-unsur trakea yaitu trakeid serta trakea, sedangkan floem disusun atas pembuluh tapis serta sel pengiring. Xilem bersifat impermeabel, dinding selnya tersusun atas lignin, serta berdinding tebal, sedangkan floem bersifat permeabel, dinding sel tersusun atas selulosa, serta berdinding tipis.

Jaringan Gabus

Berfungsi untuk melindungi jaringan-jaringan dibawahnya dari kehilangan air. Jaringan gabus dibentuk sang kambium gabus (felogen) yang terletak di bawah epidermis

Sedangkan jaringan pada tubuh hewan timbul lima macam, yaitu :

jaringan epitelium
jaringan otot
jaringan saraf
jaringan penyokong
jaringan lemak

Jaringan epitel dibedakan sesuai bentuk sel yaitu pipih, kubus, serta silindris, jumlah lapisan yaitu yang selapis serta berlapis banyak, serta manfaatnya yaitu untuk sekresi, proteksi,serta absorpsi. Jaringan otot dibedakan menjadi otot polos, otot lurik, serta otot jantung. Jaringan saraf dibedakan menjadi saraf pusat serta saraf tepi. Jaringan penyokong dibedakan menjadi 4, yaitu ikat (longgar serta padat), darah (eritrosit, leukosit, trombosit), getah bening/limfa yang biasanya terdapat di lekukan tubuh, serta tulang (rawan serta keras).

Setelah mengetahui teori-teori tentang jaringan, sekarang saya akan mengemukakan analisis saya mengenai jaringan permanen, apakah jaringan permanen masih melakukan pembelahan serta seberapa akbar anda setuju?

Dari teori-teori diatas kita bisa melihat bahwa jaringan yang bisa mengalami pembelahan adalah jaringan meristem yang merupakan sel-sel hayati serta tetap berada pada fase pembelahan, sedangkan jaringan permanen adalah jaringan dewasa yang sudah terdiferensiasi serta tidak bisa lagi melakukan pembelahan. Namun dalam teori penulis menuliskan bahwa jaringan permanen bisa kembali bersifat meristem sehingga bisa melakukan pembelahan kembali. Mengapa hal tersebut bisa terjadi? 

Hal ini dikarenakan beberapa jenis jaringan dewasa timbul yang merupakan sel hayati sehingga masih bersifat meristematik/melakukan pembelahan. Beberapa jenis jaringan dewasa pun timbul yang tidak bisa  melakukan pembelahan kembali dikarenakan sudah berupa sel dewasa ataupun bisa juga sebab sudah berupa sel-sel mati. Analisis mengenai jenis-jenis jaringan permanen adalah sebagai berikut.

Jaringan Epidermis

Jaringan ini merupakan jaringan terluar tumbuhan yang memiliki susunan sel yang sangat kedap sehingga tidak terdapat ruang antar sel. Seperti yang telah kita ketahui, bahwa salah satu fungsi dari jaringan ini adalah sebagai pelindung setiap organ pada tumbuhan yang meliputi akar, batang, serta daun sehingga tidak mudah rusak. 

Namun, jaringan epidermis tersusun atas sel-sel hayati. Sehingga jaringan ini berpotensial untuk bersifat meristem kembali. Dinding sel pun bisa mengalami pembelahan dari zat kutikula atau lignin. Namun tidak semua tumbuhan memiliki struktur tersebut serta dinding sel epidermis bermacam-macam tergantung dari posisi serta jenis tumbuhannya, contohnya timbul dinding sel yang tebal serta yang tipis, sehingga kemungkinan untuk mengalami proses pembelahan tidak terlalu akbar.

Jaringan Dasar

Jaringan dasar merupakan jaringan yang mengisi sebagian akbar tubuh tumbuhan. Jaringan ini dibagi menjadi 2 macam yaitu jaringan parenkim/pengisi serta jaringan penyokong.

Jaringan parenkim terdiri dari sel yang berdinding tipis yang membuat korteks atau pengisi utama batang serta lapisan dalam sel dalam daun. Berdasarkan data, tumbuhan-tumbuhan yang primitif umumnya pada tubuhnya hanya terdiri dari sel-sel parenkim. Jaringan parenkim bisa dianggap sebagai jaringan dasar pada tumbuhan. Asal jaringan parenkim pada tubuh primer adalah berkembang dari meristem dasar, sedangkan pada tubuh sekunder berkembang dari pembuluh serta kambium gabus. Sel-sel parenkim merupakan sel yang hayati serta aktif serta terdapat banyak ruang antar sel, sehingga bisa dikatakan bahwa jaringan parenkim mempunyai potensi untuk melakukan pembelahan.

Jaringan penyokong dibagi menjadi 2, yaitu jaringan kolenkim serta sklerenkim. Jaringan sklerenkim sendiri merupakan jenis sel mati, sehingga tidak bisa melakukan pembelahan. 

Walaupun area penebalan dinding selnya merata, tetapi tetap saja tidak bisa melakukan pembelahan. Jaringan sklerenkim juga biasanya tak jarang dijumpai di organ-organ yang sudah tua serta dinding selnya sudah tebal, sehingga sangat mungil potensi untuk melakukan pembelahan. Aika tak jarang dijumpai di organ yang sudah tua, berarti jaringan sklerenkim terdapat pada organ tumbuhan yang sudah tidak lagi mengalami pertumbuhan serta perkembangan. 

Jaringan sklerenkim juga tidak memiliki sitoplasma yang merupakan ciri-ciri sel yang hayati. Beberapa dari jaringan sklerenkim sudah mengalami modifikasi seperti sel serabut serta sel batu, sehingga akan sulit untuk mengalami modifikasi lagi. Berbeda dengan jaringan kolenkim yang sebagian akbar cirinya merupakan kebalikan dari ciri jaringan sklerenkim. Jaringan kolenkim merupakan jenis sel yang hayati dengan dinding sel yang tipis, sehingga bisa berpotensi untuk melakukan pembelahan. 

Area penebalan dinding sel yaitu pada ujung-ujung bagian tumbuhan. Jaringan kolenkim juga lebih tak jarang dijumpai di organ-organ yang masih muda, sehingga tentu saja berpotensi untuk bisa berkembang lebih lanjut. Selain itu, jaringan kolenkim tidak timbul modifikasi yang sudah terjadi, sehingga akan lebih mungkin bila jaringan kolenkim yang mengalami modifikasi daripada jaringan sklerenkim yang beberapa sudah mengalami modifikasi.

Jaringan Vaskuler

Jaringan vaskuler ini dibedakan menjadi xylem serta floem yang memiliki ciri khasnya masing-masing. Namun, jaringan vaskuler baik xilem maupun floem tidak bisa bersifat meristematik kembali. Mengapa demikian? Xilem terdiri dari sel-sel yang sudah mati serta floem terdiri dari sel hayati serta sel mati.

Walaupun floem memiliki sel hayati yang berupa parenkim floem, namun tidak akan bisa untuk melakukan pembelahan. Hal ini dikarenakan ruang antar sel tidak akan bisa mencukupi serta sel-sel hayati tersebut terdapat diantara sel-sel yang mati, apalagi xilem yang hanya terdiri dari sel mati, sehingga proses pengembangan sel bisa terhambat sang sel mati tersebut. Selain itu, dinding sel xilem yang hanya terdiri dari sel mati lebih tebal daripada dinding sel floem, sehingga kemungkinan untuk bisa melakukan proses pembelahan sangatlah mungil.

Jaringan Gabus

Jaringan gabus berlokasi di dalam yang manfaatnya untuk melindungi jaringan dibawahnya dari kehilangan air. Jaringan ini dibedakan menjadi tiga, yaitu eksodermis, endodermis, serta periderm. Pada bagian endodermis ketika masih muda mengandung selulosa. Sedangkan ketika sudah tua pada dinding selnya terjadi penebalan berupa titik-titik yang disebut pita kaspari. Periderm/kulit gabus sendiri dibagi menjadi tiga yaitu feloderm, felem, serta felogen. Felogen yang disebut juga kambium gabus inilah yang bersifat meristematik pada lapisan selnya. Felogen yang ke arah luar membuat felem, sedangkan felogen yang ke arah dalam membuat feloderm. 

Felem merupakan lapisan gabus yang merupakan akibat produk dari felogen yang keluar. Felem ini merupakan sel mati yang berdinding sel tebal serta hanya berfungsi sebagai konservasi serta tidak terdapat nukleus. 

Sedangkan feloderma merupakan jenis sel hayati berdinding tipis, memiliki sitoplasma serta nukleus, serta berfungsi sebagai pertumbuhan tumbuhan. Namun felem berada pada sisi luar yang merupakan sel mati, yang berarti feloderm akan sulit untuk melakukan pembelahan apabila tidak timbul ruang yang cukup, sehingga jaringan gabus tidak memungkinkan untuk terjadinya pembelahan

Dari teori-teori serta analisis diatas, saya menyimpulkan bahwa saya setuju apabila jaringan dewasa masih bisa melakukan pembelahan, asalkan kita juga harus memperhatikan kondisi tumbuhan tersebut apakah masih bisa melakukan pembelahan atau tidak serta bagaimana pengaruh kondisi lingkungan di sekitarnya. 

Tidak semua jaringan permanen bisa melakukan meristem kembali seperti contohnya jaringan sklerenkim yang sudah merupakan sel mati ,berdinding tebal, serta sudah terdapat modifikasinya, sehingga tidak bisa melakukan pembelahan lagi. Jaringan vaskuler pada bagian floem terdapat sel hayati, namun juga timbul sel mati serta bagian xilem hanya berupa sel mati, sehingga akan sulit untuk melakukan pembelahan.  

Jaringan gabus juga tidak bisa melakukan pembelahan sebab walaupun feloderm bisa melakukan, namun ruang tidak akan cukup dikarenakan sisi luarnya terdapat felem yang merupakan sel mati. Sedangkan timbul juga jaringan permanen yang masih bisa bersifat meristem kembali/melakukan pembelahan, yaitu jaringan parenkim yang merupakan sel hayati serta aktif serta banyak ruang antar sel, sehingga sangat memungkinkan untuk melakukan pembelahan. Jaringan kolenkim juga berpotensi untuk berkembang pada bagian ujung-ujungnya. 

Jaringan epidermis juga bisa berkembang tergantung dari jenis tumbuhan tersebut. Sebagian jaringan permanen masih bisa bersifat meristematik/melakukan pembelahan.

Sekian dari saya. Terimakasih serta semoga bermanfaat :)

Daftar Pustaka:

Pratiwi, D.A. ; Maryanti,Sri ; Srikini ; Suharno ; Bambang .2015.Biologi untuk SMA/MA Kelas XI . Jakarta: Erlangga

www.id.wikipedia.org

www.mengakujenius.com

www.biomagz.com

www.ebiologi.com

www.artikelsiana.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Designed By Uangmaya.com