Breaking News

Minggu, 04 Maret 2018

Asal-usul Lingkaran Tahun dalam Tumbuhan

Asal-usul Lingkaran Tahun kepada Tumbuhan

Tumbuhan adalah satu dari makhluk hidup di bumi ini. Tumbuhan sendiri tersebar sangat luas menggunakan jenis yang berbeda-beda di tiap belahan bumi. Pada batang pohon, tak jarang kita melihat adanya lingkaran-lingkaran yang dianggap lingkaran tahun (annual ring/growth ring) yang dipakai buat memperkirakan umur tumbuhan tersebut. Tetapi apakah kamu tahu darimana berasal usul lingkaran tahun? Apakah lingkaran tahun tersebut berkaitan menggunakan syarat lingkungan? Apakah lingkaran tahun tersebut sungguh-sungguh bisa dipakai buat menghitung umur tumbuhan tersebut? Mari kita jawab satu persatu.


Sebagaimana mahkluk hidup kepada biasanya, tumbuhan terdiri atas organ-organ yang tersusun atas gugusan jaringan tumbuhan. Jaringan tumbuhan sendiri menurut kemampuan membelahnya dibagi menjadi dua kelompok besar, yaitu jaringan meristem/pokok & jaringan tetap/dewasa. Jaringan meristem tersusun atas sel-sel yang belum mengalami diferensiasi & masih melakukan pembelahan (bersifat embrionik). Sedangkan jaringan tetap adalah jaringan yang sudah mengalami diferensiasi.

Jaringan meristem sendiri menurut letaknya terbagi menjadi 4 jenis yaitu meristem apikal, meristem lateral, meristem interkalar, & promeristem. Meristem apikal yaitu jaringan meristem yang terletak di pucuk teratas yaitu ujung daun atau pucuk terbawah yaitu ujung akar & berperan dalam penambahan tinggi tumbuhan & pemanjangan akar. Sedangkan meristem lateral adalah meristem yang pembelahannya mengarah ke samping (melebar) sehingga jaringan meristem lateral adalah jaringan yang berperan besar dalam perbesaran batang suatu tumbuhan. Contoh jaringan meristem lateral adalah kambium. Meristem interkalar adalah jaringan meristem yang terletak diantara jaringan-jaringan, misalnya adalah ruas-ruas batang pohon bambu atau tebu. Promeristem adalah jaringan meristem yang bisa ditemui kepada embrio (biji).

Selain menurut letaknya, jaringam meristem juga bisa dikelompokkan menjadi dua kelompok besar yaitu jaringan meristem pokok & jaringan meristem dewasa. Jaringan meristem pokok adalah jaringan pokok yang terbentuk oleh pembelahan dari promeristem, mempunyai arah tumbuh vertikal (pemanjangan), & cenderung dimiliki oleh tumbuhan yang masih mengalami pertumbuhan. Sedangkan buat jaringan merisem sekunder, adalah jaringan yang terdapat di jaringan yang sudah dewasa, sebagai contoh adalah kambium yang terletak di jaringan pengangkut atau jaringan gabus. Selain itu, arah pertumbuhan meristem sekunder adalah ke arah samping, sehingga berperan dalam pelebaran diameter suatu tumbuhan.

Jaringan tetap atau jaringan dewasa dibagi menjadi 5 jenis yaitu jaringan epidermis, jaringan parenkim, jaringan penyokong, jaringan pengangkut, & jaringan gabus.

Jaringan epidermis berperan dalam proteksi & terletak di bagian atas. Jaringan epidermis terbentuk atas sel-sel yang tersusun rapat & hanya terdiri atas satu lapisan sel berbentuk persegi panjang. Jaringan epidermis mempunyai beberapa modifikasi misalnya duri (spina), velamen, sel kipas, sel kersik, stomata, dan trikomata.

Jaringan parenkim atau tak jarang dianggap jaringan pengisi mempunyai berbagai macam jenis & bentuk sinkron menggunakan fungsi yang dijalankan oleh jaringan parenkim tersebut. Contoh jenis jaringan parenkim adalah jaringan parenkim asimilasi, parenkim penimbun, parenkim air, parenkim pengangkut, parenkim epilog luka, aerenkim. Pada jaringan parenkim, terdapat sel hidup juga sel tewas yang tersusun nir rapat (terdapat ruangantar sel). Karakteristik selnya yaitu berdinding tipis & bisa mempunyai bentuk bulat atau persegi bahkan panjang sinkron menggunakan perannya. Meskipun mempunyai fungsi-fungsi spesifik, secara awam jaringan parenkim berperan sebagai loka penyimpanan cadangan masakan bagi tumbuhan. Karena itu, kepada jaringan parenkim, sel-sel nya mempunyai vakuola yang cenderung lebih besar daripada inti selnya.

Jaringan penyokong bareng jaringan parenkim tak jarang dianggap jaringan dasar karena keduanya menyusun sebagian besar tubuh tumbuhan. Jaringan penyokong terbagi menjadi dua jenis yaitu jaringan kolenkim & jaringan sklerenkim. Sel kolenkim tersusun atas sel hidup, mengalami pertumbuhan secara aktif, dan terdapat kepada jaringan tumbuhan muda. Sedangkan sel sklerenkim yang terletak kepada jaringan tumbuhan tua tersusun atas sel tewas sehingga sudah nir mengalami pertumbuhan (pasif).

Jaringan pengangkut atau vaskuler adalah jaringan yang berperan dalam transportasi kepada tumbuhan. Jaringan pengangkut dibagi menjadi xilem & floem. Xilem tersusun atas sel tewas & berfungsi buat mengangkut air & garam mineral dari akar menuju daun. Xilem terdiri atas trakeid, trakea, & serabut xiler. Sedangkan floem tersusun atas sel hidup & sel tewas, berfungsi buat mengedarkan output fotosintesis dari daun menuju ke seluruh tubuh tumbuhan, dan terdiri atas sel pengiring & pembuluh tapis.

Jaringan gabus atau jaringan felogen terbagi menjadi dua jenis yaitu felem & feloderm. Felem tersusun atas sel tewas sehingga bersifat impermeabel (nir bisa ditembus air) & arah pertumbuhannya menuju ke luar. Sedangkan feloderm tersusun atas sel hidup, bersifat permeabel (bisa ditembus air), & pertumbuhannya menuju ke arah dalam.

Sebagaimana kita ketahui bahwa tumbuhan sebagai makhluk hidup mutlak melakukan aktivitas pertumbuhan & perkembangan. Aktivitas pertumbuhan kepada tumbuhan diawali menggunakan pembelahan oleh jaringan meristem. Terdapat dua jenis pertumbuhan kepada tumbuhan, khususnya yang tergabung dalam kelompok dikotil, yaitu pertumbuhan pokok & pertumbuhan sekunder. Sedangkan buat kelompok monokotil cenderung kurang atau nir terlalu aktif kepada pertumbuhan sekunder.

Pertumbuhan pokok terjadi karena adanya aktivitas pembelahan oleh jaringan meristem pokok. Akibatnya, tumbuhan mengalami penambahan tinggi sekaligus pemanjangan akar. Jaringan meristem pokok terletak kepada wilayah dimana terdapat titik tumbuh yang pokok, yaitu kepada ujung akar, tepat dibalik tudung akar, & kepada ujung batang tumbuhan.

Pertumbuhan sekunder terjadi dampak adanya aktivitas yang dilakukan oleh jaringan meristem sekunder. Pertumbuhan sekunder kepada tumbuhan menimbulkan terjadinya penebalan atau pelebaran ke arah samping.

Sebenarnya, pertumbuhan sekunder kepada batang tumbuhan terbagi menjadi dua yaitu buat membentuk jaringan pelindung & penebalan. Lingkaran tahun adalah output dari pertumbuhan sekunder kepada batang tumbuhan yang mengalami penebalan. lingkaran tahun terbentuk dampak adanya aktivitas dari kambium vaskuler. Sedangkan jaringan pelindung terbentuk dampak adanya aktivitas dari kambium felogen (kambium gabus).

Pada batang, terdapat prokambium yang akan terus menerus melakukan aktivitas pembelahan sehingga memisahkan xilem & floem. Prokambium akan bermetamorfosis kambium vaskuler yang terus menerus tumbuh & membentuk jaringan vaskuler. Kambium membentuk jaringan sekunder yang baru sehingga ketebalan batang juga bertambah. Penebalan ini bisa terjadi karena xilem yang berada di bagian dalam juga mengalami penebalan sebagai output dari pembelahan oleh kambium vaskuler & kepada akhirnya menekan kambium vaskuler itu sendiri buat membelah keluar sehingga menekan floem & memicu penebalan atau pertumbuhan korteks ke arah luar.

Kambium felogen akan mengalami pembelahan ke arah luar membentuk felem & ke arah dalam membentuk felogen. Aktivitas kambium felogen terjadi di sisi luar korteks, mendekati bagian atas luar batang & berperan dalam pertumbuhan periderm kepada batang. Periderm yang terbentuk akan mempunyai fungsi proteksi buat menggantikan jaringan epidermis kepada batang yang telah didesak dampak adanya pertumbuhan sekunder. Pada batang yang epidermisnya telah digantikan oleh periderm, kepada bagian atas akan terdapat lentisel, yaitu sebuah noktah atau lubang yang dipakai sebagai loka pertukaran gas oksigen & karbon dioksida (Respirasi).

Felem yang terbentuk memliki sel-sel tewas yang dipergunakan buat melindungi batang. Berkaitan menggunakan perannya sebagai pelindung, sel-sel felem tersusun sangat rapat tanpa adanya ruang antar sel. Sedangkan felogen sendiri terbentuk atas sel-sel hidup yang bisa melakukan pembelahan sehingga felogen-lah yang berperan lebih banyak didominasi dalam penebalan jaringan gabus.

Meksipun demikian, kambium felogen hanya bisa ditemukan kepada tumbuhan dikotil. Kambium vaskuler bisa ditemukan baik di tumbuhan dikotil maupun monokotil, hanya saja kepada tumbuhan monokotil kambium hanya berjumlah sedikit. Hal ini adalah alasan mengapa batang tumbuhan monokotil cenderung nir mengalami penebalan atau pertumbuhan ke arah luar.

Karenanya, bisa disimpulkan bahwa pembentukan lingkaran tahun terjadi karena adanya penebalan oleh aktivitas pertumbuhan sekunder yang dilakukan oleh kambium vaskuler, bukan oleh kambium felogen atau kambium gabus karena kambium gabus sendiri mempunyai peran buat melindungi jaringan tumbuhan yang telah mengalami penebalan. Artinya, baik kambium vaskuler maupun kambium felogen saling bekerja sama dalam melakukan aktivitas pembelahan sekunder.

Pembentukan lingkaran tahun kepada batang dipengaruhi oleh syarat lingkungan loka tumbuhan tersebut berada. Hal ini bisa dilihat dari terbentuknya lingkaran tahun kepada batang dampak adanya perbedaan kecepatan pertumbuhan. Ketika pertumbuhan berlangsung menggunakan cepat karena adanya syarat pertumbuhan yang ideal, maka lingkaran yang terbentuk akan berukuran lebih lebar & berwarna terang. Sedangkan ketika syarat lingkungan kurang sinkron, yaitu ketika kekurangan cahaya matahari, air, atau terjadi kebakaran, maka lingkaran yang terbentuk sempit atau berukuran kecil menggunakan rona gelap. Hal ini terjadi karena kepada ketika tersebut, tumbuhan mengalami masa dormansi atau yang dianggap masa istirahat. Masa istirahat yang dilakukan oleh tumbuhan dilakukan menggunakan cara memperlambat laju metabolisme. Hal ini menjadikan lingkaran tahun tak jarang dijadikan patokan umur atau masa hidup suatu tumbuhan di wilayah tropis.

Daerah tropis mempunyai dua musim yaitu musim kering & hujan, artinya dalam satu tahun, akan terbentuk dua buah lapisan yaitu lapisan yang berukuran lebih lebar & yang sempit. Hal ini menimbulkan kepada wilayah tropis, 2 lingkaran bisa dihitung sebagai satu tahun. Karena hal inilah lingkaran tahun kepada batang pohon sering dijadikan indikator umur suatu tumbuhan.

Meskipun demikian, ketika ini penggunaan lingkaran tahun sebagai penentu umur suatu tumbuhan nir bisa dijamin kebenarannya. Hal ini bisa terjadi karena tumbuhan yang berada di wilayah menggunakan iklim selain iklim tropis mempunyai musim yang berbeda sehingga membuat suatu syarat lingkungan yang juga berbeda. Selain itu, sebagai efek dari dunia warming, ketika ini cuaca & pergantian musim menjadi nir tentu & nir lagi bisa diprediksi sehingga nir lagi sinkron menggunakan yang dahulu ada. Akibatnya, lapisan yang terbentuk nir teratur & sulit buat memilih berapakah jumlah lapisan yang terbentuk dalam kurun waktu satu tahun.

Berdasarkan semua pernyataan yang telah disebutkan sebelumnya, kita bisa membentuk konklusi yaitu bahwa lingkaran tahun kepada batang sebenarnya terjadi karena adanya aktivitas penebalan oleh kambium vaskuler. Aktivitas penebalan ini membentuk lingkaran atau lapisan yang berbeda berukuran & rona karena dipengaruhi oleh syarat lingkungan loka tumbuhan tersebut berada. Sedangkan buat kambium felogen, kambium gabus ini tidaklah membentuk lingkaran tahun meskipun kambium gabus mempunyai peran dalam penebalan batang yaitu sebagai pelindung, menggantikan epidermis yang telah rusak karena mendapat tekanan dampak adanya penebalan. Selain itu, bisa disimpulkan juga bahwa lingkaran tahun kepada batang nir lagi saksama buat memilih umur atau masa hidup suatu tumbuhan.

https://www.britannica.com/science/growth-ring-plant-anatomy

https://www.theforestacademy.com/tree-knowledge/annual-growth-rings/#.WcmHrbIjHIU

https://www.sciencedaily.com/terms/growth_ring.htm

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Designed By Uangmaya.com