Breaking News

Selasa, 06 Maret 2018

Ekologi Tumbuhan (Cahaya, Suhu, dan Air)

CAHAYA, SUHU, DAN AIR

1. CAHAYA

Cahaya adalah faktor lingkungan yg sangat penting menjadi sumber energi primer bagi ekosistem. Ada tiga aspek penting yg perlu dikaji dari faktor cahaya, yg sangat erat kaitannya memakai sistem ekologi, yaitu:

Kualitas cahaya atau komposisi panjang gelombang.

Intensitas cahaya atau kandungan energi dari cahaya.

Lama penyinaran, seperti panjang hari atau jumlah jam cahaya yg bersinar setiap hari.


1.Kualitas Cahaya

Secara fisika, radiasi matahari adalah gelombang- gelombang elektromagnetik memakai banyak sekali panjang gelombang. Tidak semua gelombang- gelombang tadi mampu menembus lapisan atas atmosfer untuk mencapai permukaan bumi. Umumnya kualitas cahaya tidak memperlihatkan disparitas yg mencolok antara satu tempat memakai tempat lainnya, sehingga tidak selalu adalah faktor ekologi yg penting.

Umumnya tumbuhan teradaptasi untuk mengelola cahaya memakai panjang gelombangantara 0,39 7,6 mikron. Klorofil yg berwarna hijau mengasorpsi cahaya merah & biru, memakai demikian panjang gelombang itulah yg adalah bagian dari spectrum cahaya yg sangat bermanfaat bagi fotosintesis.

Pada ekosistem daratan kualitas cahaya tidak memiliki variasi yg berarti untuk mempengaruhi fotosintesis. Pada ekosistem perairan, cahaya merah & biru diserap fitoplankton yg hidup di permukaan sehingga cahaya hijau akal lewat atau dipenetrasikan ke lapisan lebih bawah & sangat sulit untuk diserap oleh fitoplankton.

Pengaruh dari cahaya ultraviolet terhadap tumbuhan masih belum jelas. Yang jelas cahaya ini mampu merusak atau membunuh bacteria & mampu mempengaruhi perkembangan tumbuhan (menjadi terhambat), contohnya yaitu bentuk- bentuk daun yg roset, terhambatnya batang menjadi panjang

2.Intensitas cahaya

Intensitas cahaya atau kandungan energi adalah aspek cahaya terpenting menjadi faktor lingkungan, sebab berperan menjadi tenaga pengendali primer dari ekosistem. Intensitas cahaya ini sangat bervariasi baik dalam ruang/ spasial juga dalam waktu/temporal.

Intensitas cahaya terbesar terjadi di daerah tropika, terutama daerah kering (zona arid), sedikit cahaya yg direfleksikan oleh awan. Di daerah garis lintang rendah, cahaya matahari menembus atmosfer & membentuk sudut yg besar memakai permukaan bumi. Sehingga lapisan atmosfer yg tembus berada dalam ketebalan minimum.

Intensitas cahaya menurun secara cepat memakai naiknya garis lintang. Pada garis lintang yg tinggi matahari berada pada sudut yg rendah terhadap permukaan bumi & permukaan atmosfer, memakai demikian sinar menembus lapisan atmosfer yg terpanjang ini akan mengakibatkan lebih banyak cahaya yg direfleksikan & dihamburkan oleh lapisan awan & pencemar di atmosfer.

vKepentingan Intensitas Cahaya

Intensitas cahaya dalam suatu ekosistem adalah bervariasi. Kanopi suatu vegetasi akan menahan dann mengabsorpsi sejumlah cahaya sehingga ini akan memilih jumlah cahaya yg mampu menembus & adalah sejumlah energi yg mampu dimanfaatkan oleh tumbuhan dasar. Intensitas cahaya yg berlebihan mampu berperan menjadi faktor pembatas. Cahaya yg kuat sekali mampu merusak enzim akibat foto- oksidasi, ini menganggu metabolisme organisme terutama kemampuan di dalam mensisntesis protein.

vTitik Kompensasi

Dengan tujuan untuk menghasilkan produktivitas bersih, tumbuhan harus menerima sejumlah cahaya yg relatif untuk membentuk karbohidrat yg memadai dalam mengimbangi kehilangan sejumlah karbohidrat akibat respirasi. Apabila semua faktor- faktor lainnya mempengaruhi laju fotosintesisdan respirasi diasumsikan konstan, keseimbangan antara kedua proses tadi akan tercapai pada sejumlah intensitas cahaya tertentu.

Harga intensitas cahaya memakai laju fotosintesis (pembentukan karbohidrat), mampu mengimbangi kehilangan karbohidrat akibat respirasi dikenal menjadi titik kompensasi. Harga titik kompensasi ini akan berlainan untuk setiap jenis tumbuhan.

vHeliofita & Siofita

Tumbuhan yg teradaptasi untuk hidup pada tempat tempat memakai intensitas cahaya yg tinggi dianggap tumbuhan heliofita. Sebaliknya tumbuhan yg hidup baik dalam situasi jumlah cahaya yg rendah, memakai titik kompensasi yg rendah pula dianggap tumbuhan yg suka teduh (siofita), metabolisme & respirasinya lambat. Salah satu yg membedakan tumbuhan heliofita memakai siofita adalah tumbuhan heliofita memiliki kemampuan tinggi dalam membentuk klorofil.

vCahaya Optimal bagi Tumbuhan

Kebutuhan minimum cahaya untuk proses pertumbuhan terpenuhi bila cahaya melebihi titik kompensasinya.

vAdaptasi Tumbuhan terhadap Cahaya Kuat

Beberapa tumbuhan memiliki karakteristika yg dipercaya menjadi adaptasinya dalam mereduksi kerusakan akibat cahaya yg terlalu kuat atau supraoptimal. Dedaunan yg mendapat cahaya memakai intensitas yg tinggi, kloroplasnya berbentuk cakram, posisinya sedemikian rupa sehingga cahaya yg diterima hanya oleh dinding vertikalnya. Antosianin berperan menjadi pemantul cahaya sehingga menghambat atau mengurangi penembusan cahaya ke jaringan yg lebih dalam.

3.Lama Penyinaran

Lama penyinaran relative antara siang & malam dalam 24 jam akan mempengaruhi fisiologis dari tumbuhan. Fotoperiodisme adalah respon dari suatu organisme terhadap lamanya penyinaran sinar matahari. Contoh dari fotoperiodisme adalah perbungaan, jatuhnya daun, & dormansi.

Di daerah sepanjang khatulistiwa lamanya siang hari ataufotoperiodisme akan konstan sepanjang tahun, sekitar 12 jam. Di daerah temperata/ bermusim panjang hari lebih dari 12 jam pada musim panas, akan tetapi akan kurang dari 12 jam pada musim dingin.

Berdasarkan responnya terhadap periode siang & malam, tumbungan berbunga dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu:

vTumbuhan berkala panjang

Tumbuhan yg memerlukan lamanya siang hari lebih dari 12 jam untuk terjadinya proses perbungaan, seperti gandum, bayam, dll.

vTumbuhan berkala pendek

Tumbuhan yg memerlukan lamanya siang lebih pendek dari 12 jam untuk terjadinya proses perbungaan, seperti tembakau & bunga krisan.

vTumbuhan berhari netral

Tumbuhan yg tidak memerlukan periode panjang hari tertentu untuk proses perbungaannya, misalnya tomat.

Apabila beberapa tumbuhan terpaksa harus hidup di kondisi fotoperiodisme yg tidak optimal, maka pertumbuhannya akan bergeser ke pertumbuhan vegetatif. Di daerah khatulistiwa, tingkah laku tumbuhan sehubungan memakai fotoperiodisme ini tidaklah menunjukkan adanya pengaruh yg mencolok. Tumbuhan akan tetap aktif & berbunga sepanjang tahun asalkan faktor- faktor lainnya dalam hal ini suhu, air, & nutrisi tidak adalah faktor pembatas.

2. SUHU

Suhu adalah salah satu faktor lingkungan yg sangat berpengaruh terhadap kehidupan makhluk hidup, termasuk tumbuhan. Suhu mampu menyampaikan pengaruh baik secara pribadi juga tidak pribadi. Menurut Rai dkk (1998) suhu mampu berperan pribadi hampir pada setiap fungsi dari tumbuhan memakai mengontrol laju proses-proses kimia dalam tumbuhan tersebut, sedangkan berperan tidak pribadi memakai mempengaruhi faktor-faktor lainnya terutama suplai air. Suhu akan mempengaruhi laju evaporasi & menyebabkan tidak saja keefektifan hujan akan tetapi juga laju kehilangan air dari organisme.

Sebenarnya sangat sulit untuk memisahkan secara mandiri pengaruh suhu menjadi faktor lingkungan. Misalnya energi cahaya mungkin diubah menjadi energi panas ketika cahaya diabsorpsi oleh suatu substansi. Suhu sering berperan bersamaan memakai cahaya & air untuk mengontrol fungsi- fungsi dari organisme.

Relatif simpel untuk mengukur suhu dalam suatu lingkungan akan tetapi sulit untuk memilih suhu yg bagaimana yg berperan nyata, apakah keadaan maksimum, minimum atau keadaan harga homogen- ratanya yg penting.

1.Variasi suhu

Sangat sedikit tempat- tempat di permukaan bumi secara terus- menerus berada dalamkondisi terlalu panas atau terlalu dingin untuk sistem kehidupan, suhu biasanya memiliki variasi baik secara ruang juga secara waktu. Variasi suhu ini berkaitan memakai garis lintang, & sejalan memakai ini juga terjadi variasi local berdasarkan topografi & jarak dari laut.

Terjadi juga variasi dari suhu ini dalam ekosistem, misalnya dalam hutan & ekosistem perairan. Perbedaan yg nyata antara suhu pada permukaan kanopi hutan memakai suhu di bagian dasar hutan akan terlihat memakai jelas. Demikian juga disparitas suhu berdasarkan kedalaman air.

Seperti halnya memakai faktor cahaya, letak dari sumber panas ( matahari ), bersama- sama memakai putarannya bumi pada porosnya akan menimbulkan variasi suhu di alam tempat tumbuhan hidup.

Jumlah panas yg diterima bumi juga berubah- ubah setiap saat tergantung pada lintasan awan, bayangan tumbuhan setiap hari, setiap tahun & gejala geologi.

Begitu matahari terbit pagi hari, permukaan bumi mulai memperoleh lebih banyak panas dibandingkan memakai yg hilang sebab radiasi geothermal, memakai demikian suhu akan naik memakai cepat. Setelah beberapa jam tercapailah suhu yg tinggi sekitar tengah hari, sehabis lewat petang mulailah terjadi penurunan suhu maka bumi ini akibat reradiasi yg lebih besar dibandingkan memakai radiasi yg diterima. Pada malam hari penurunan suhu muka bumi akan bertambah lagi, panas yg diterima melalui radiasi dari matahari tidak ada, sedangkan reradiasi berjalan terus, akibatnya ada kemungkinan suhu permukaan bumi lebih rendah dari suhu udara disekitarnya. Proses ini akan menimbulkan fluktuasi suhu seharian, & fluktuasi suhu yg paling tinggi akan terjadi di daerah antara ombak di tepi pantai.

Berbagai karakteristika muka bumi penyebab variasi suhu :

Komposisi & rona tanah, makin terang rona tanah makin banyak panas yg dipantulkan, makin gelap rona tanah makin banyak panas yg diserap.

Kegemburan & kadar air tanah, tanah yg gembur lebih cepat menyampaikan respon pada pancaran panas daripada tanah yg padat, terutama erat kaitannya memakai penembusan & kadar air tanah, makin basah tanah makin lambat suhu berubah.

Kerimbunan Tumbuhan, pada situasi dimana udara mampu bergerak memakai bebas maka tidak ada disparitas suhu antara tempat terbuka memakai tempat tertutup vegetasi. Tetapi kalau angin tidak menghembus keadaan sangat berlainan, memakai kerimbunan yg rendah mampu mereduksi pemanasan tanah oleh pemancaran sinar matahari. Ditambah lagi kelembaban udara dibawah rimbunan tumbuhan akan menambah banyaknya panas yg dipakai untuk pemanasan uap air, akibatnya akan menaikan suhu udara. Pada malam hari panas yg dipancaran kembali oleh tanah akan tertahan oleh lapisan kanopi, memakai demikian fluktuasi suhu dalam hutan sering jauh lebih rendah jika dibandingkan memakai fluktuasi di tempat terbuka atau tidak bervegetasi.

Iklim mikro perkotaan, perkembangan suatu kota menunjukkan adanya pengaruh terhadap iklim mikro. Asap & gas yg terdapat di udara kota sering mereduksi radiasi. Partikel- partikel debu yg melayang di udara adalah inti dari uap air dalam proses kondensasinya uap air inilah yg bersifat aktif dalam mengurangi pengaruh radiasi matahari tadi.

Kemiringan lereng & garis lintang, kemiringan lereng sebesar50 mampu mereduksi suhu sebanding memakai 450 km perjalanan arah ke kutub.

Variasi suhu berdasarkan waktu/ temporal terjadi baik musiman juga harian, kesemua variasi ini akan mempengaruhi penyebaran & fungsi tumbuhan.

Suhu & Tumbuhan

Kehidupan di muka bumi ini berada dalam suatu bahan kisaran suhu antara 00 C sampai memakai 500 C, dalam kisaran suhu ini individu tumbuhan memiliki suhu minimum, maksimum & optimum yg diharapkan untuk aktifitas metabolismenya. Suhu- suhu tadi yg diharapkan organisme hidup dikenal memakai suhu kardinal.

Suhu tumbuhan biasanya kurang lebih sama memakai suhu sekitarnya sebab adanya pertukaran suhu yg terus- menerus antara tumbuhan memakai udara sekitarnya.

Kisaran toleransi suhu bagi tumbuhan sangat bevariasi, untuk tanaman di tropika, semangka, tidak mampu mentoleransi suhu di bawah 150 180 C, sedangkan untuk biji- bijian tidak bisa hidup memakai suhu di bawah minus 20 C minus 50 C. Sebaliknya konifer di daerah temperata masih bisa mentoleransi suhu sampai serendah minus 300 C. Tumbuhan air umumnya memiliki kisaran toleransi suhu yg lebih sempit jika dibandingkan memakai tumbuhan di daratan.

Secara garis besar semua tumbuhan memiliki kisaran toleransi terhadap suhu yg berbeda tergantung pada umur, keseimbangan air & juga keadaan musim.

3. AIR

Air adalah sumber kehidupan yg tidak mampu tergantikan oleh apa pun juga. Tanpa air seluruh organisme tidak akan mampu hidup. Bagi tumbuhan, air memiliki peranan yg penting sebab mampu melarutkan & membawa makanan yg diharapkan bagi tumbuhan dari dalam tanah. Adanya air tergantung dari curah hujan & curah hujan sangat tergantung dari iklim di daerah yg bersangkutan.

Air menutupi sekitar 70% permukaan bumi, memakai jumlah sekitar 1.368 juta km3. Air terdapat dalam banyak sekali bentuk, misalnya uap air, es, cairan & salju. Air tawar terutama terdapat di danau, sungai, air tanah (ground water) & gunung es (glacier). Semua badan air di daratan dihubungkan memakai laut & atmosfer melalui siklus hidrologi yg berlangsung secara kontinu (Effendi, 2003).

a.Sifat air

Menurut Benyamin Lakitan (2001) & Hefni Effendi (2003) air memiliki karakteristik yg khas yg tidak dimiliki oleh senyawa kimia yg lain, yaitu.

1.Berbentuk cair pada suhu ruang. Semakin besar ukuran molekul suatu senyawa maka pada suhu ruang senyawa tersebut akan cenderung berbentuk cair. Sebaliknya jika ukurannya kecil maka akan cenderung berbentuk gas.`Air yg berat molekulnya sebesar 18 gr/mol berbentuk cair dalam suhu ruang sebab adanya ikatan hidrogen yg antara molekul-molekul air, sehingga tiap molekul air akan tidak simpel terlepas & berubah bentuk menjadi gas.

2.Perubahan suhu air berlangsung lambat sehingga air memiliki sifat menjadi penyimpan panas yg baik. Sifat ini memungkinkan air tidak menjadi panas ataupun dingin dalam seketika. Perubahan suhu yg lambat ini mencegah terjadinya tertekan pada makhluk hidup akibat perubahan suhu yg mendadak & juga memelihara suhu bumi agar sesuai memakai makhuk hidup.

3.Panas laten vaporisasi & fusi yg tinggi. Panas laten vaporisasi adalah energi yg dibutuhkan untuk menguapkan 1 gr pada suhu 20oC. Sedangkan panas laten fusi adalah energi yg dibutuhkan untuk mencairkan 1 gr es pada suhu 0oC. Besarnya energi panas laten vaporisasi adalah 586 cal & untuk panas laten fusi adalah 80 cal. Tingginya energi yg diharapkan untuk menguapkan air ini penting artinya bagi tumbuhan dalam upaya menjaga stabilitas suhu daun melalui proses transpirasi.

4.Viskositas (resistor untuk pengaliran) rendah. Karena ikatan-ikatan hidrogen harus diputus agar air mampu mengalir, maka ada anggapan bahwa viskositas air akan tinggi. Tapi pada kenyataannya tidaklah demikian, sebab pada air dalam keadaan cair, setiap ikatan hidrogen dimiliki bersama-sama oleh 2 molekul air lainnya, sehingga ikatan hidrogennya menjadi lemah & simpel terputus. Inilah yg menyebabkan viskositas air rendah. Viskositas air yg rendah ini menyebabkan air menjadi pelarut yg baik, sifat ini memungkinkan unsur hara terlarut mampu diangkut ke seluruh jaringan tubuh makhluk hidup & mampu mengangkut bahan-bahan toksik yg masuk & mengeluarkannya ke luar tubuh.

5.Adanya gaya adhesi & kohesi. Air bersifat polar sehingga gaya tarik menarik antara molekul air memakai molekul lainnya (misalnya memakai protein & polisakarida penyusun dinding sel) akan simpel terjadi. Adhesi adalah daya tarik menarik antara molekul air yg berbeda. Kohesi adalah daya tarik menarik antara molekul yg sama. Adanya kohesi & adhesi ini menyebabkan air mampu diangkut ke seluruh tubuh tumbuhan melalui jaringan xilem. Selain itu juga menyebabkan adanya tegangan permukaan yg tinggi, ini memungkinkan air mampu membasahi suatu bahan secara baik.

6.Air adalah satu-satunya senyawa yg meregang ketika membeku. Ini berarti es memiliki kerapatan atau densitas (massa/volume) yg lebih rendah dibandingkan air. Dengan demikian es akan mengapung di atas air. Sifat ini mengakibatkan air permukaan yg berada di daerah beriklim dingin hanya membeku dipermukaan saja sehingga organisme akuatik masih bisa bertahan hidup.

b.Jenis jenis air

Secara awam air yg terdapat di bumi ini digolongkan ke dalam 2 jenis, yaitu:

1.Air tanah (ground water), adalah air yg terdapat di bawah permukaan tanah & tidak mampu dipandang secara pribadi. Air tanah ditemukan pada lapisan akifer yaitu lapisan yg bersifat porous (mampu menahan air) & permeable (mampu memindahkan air). Pergerakan air tanah sangat lambat, kecepatan arus berkisar antara 10-10-10-3 m/detik sehingga waktu tinggal air (residence time) berlangsung usang. Air tanah ini dibagi menjadi 2 jenis yaitu air tanah preatis & air tanah artesis. Air tanah preatis adalah air tanah yg letaknya tidak jauh dari permukaan tanah dan berada di atas lapisan kedap air/impermeable. Sedangkan air tanah artesis adalah air tanah yangletaknya sangat jauh di dalam tanah dan berada di antara 2 lapisan kedap air.

2.Air permukaan (surface water), adalah air yg terdapat di atas permukaan bumi & tidak terinfiltrasi ke dalam bumi. Contoh air permukaan seperti laut, sungai, danau, kali, rawa, empang, & lain sebagainya. Air permukaan mampu dibedakan menjadi 2 jenis yaitu perairan tergenang (lentik) & perairan mengalir (lotik). Perairan tergenang mencakup danau, waduk, kolam & rawa. Pada umumnya perairan lentik ini dicirikan memakai arus yg lambat (0,001-0,01 m/detik) sehingga waktu tinggal air (residence time) mampu berlangsung usang. Perairan mengalir salah satunya adalah sungai, sungai dicirikan oleh arus yg searah & relatif kencang memakai kecepatan arus berkisar antara 0,1-1,0 m/detik.

c.Sumber air

Secara awam ada beberapa sumber air yg mampu kita gunakan secara pribadi atau melalui pengolahan sederhana terlebih dahulu yaitu diantaranya :

1.Air dari PDAM. Air dari PDAM adalah termasuk air yg bisa dikonsumsi secara pribadi untuk kebutuhan sehari-hari: masak, mandi, mencuci; air PDAM yg akan diminum harus direbus dahulu. Namun air PDAM ini kadang belum tersedia diberbagai tempat.

2.Air hujan. Air hujan adalah air murni yg berasal dari sublimasi uap air di udara yg ketika turun melarutkan benda-benda diudara yg mampu mengotori & mencemari air hujan seperti: gas (O2, CO2, N2, dll), jasat renik, debu, kotoran burung, dll. Air hujan yg berasal dari cucuran talang/genteng rumah di tampung dalam bak penampungan. Untuk mengindari bahan-bahan pengotor & pencemar yg berasal dari talang/genteng & udara caranya adalah waktu awal penampungan air hujan 15 menit sehabis hujan turun. Di bawah talang diberi saringan dari ijuk/kerikil/pasir. Dan sebelum diminum air harus dimasak dahulu.

3.Mata air. Di daerah pegunungan atau perbukitan sering terdapat mata air. Air mata air berasal dari air hujan yg masuk meresap kedalam tanah & muncul keluar tanah kembali sebab kondisi batuan geologis didalam tanah. Kondisi geologis mempengaruhi kualitas air mata air, pada umumnya kualitasnya baik & bisa dipakai untuk keperluan sehari-hari, akan tetapi harus dimasak sebelum diminum.

4.Air tanah. Air tanah berasal dari air hujan yg meresap & tertahan di dalam bumi. Air tanah mampu dibagi menjadi air tanah dangkal & air tanah dalam. Bagaimana mendapatkan air tanah caranya adalah memakai mengebor atau menggali. Macam sumur untuk mendapatkan air tanah adalah:

1. Sumur gali, adalah sarana mendapatkan air tanah memakai cara menggali & menaikkan airnya memakai ditimba.

2. Sumur pompa tangan adalah sarana mendapatkan air tanah memakai cara mengebor & menaikkan airnya memakai pompa memakai tenaga tangan.

3. Sumur pompa listrik adalah sarana mendapatkan air tanah memakai cara mengebor & menaikkan airnya memakai dipompa memakai tenaga listrik.

5.Air permukaan. Air permukaan seperti air sungai, air rawa, air danau, air irigasi, air laut & sebagainya adalah adalah sumber air yg mampu dipakai menjadi bahan air bersih & air minum akan tetapi perlu pengolahan. Air permukaan sifatnya sangat simpel terkotori & tercemar oleh bahan pengotor & pencemar yg mengapung, melayang, mengendap & melarut di air permukaan. Karena sifatnya yg demikian maka sebelum diminum air permukaan perlu diolah terlebih dahulu sampai benar-benar safety & memenuhi kondisi menjadi air bersih atau air minum.

d.Siklus air (water cycle)

Karakteristik air dalam proses siklusnya secara fisik memperlihatkan banyak sekali fase, mulai dari bentuk uap air di udara sampai air dalam tanah. Secara meteorologis, air adalah unsur pokok paling penting dalam atmosfer bumi. Air terdapat sampai pada ketinggian 12.000 hingga 14.000 meter. Bila seluruh uap air berkondensasi (atau mengembun) menjadi cairan, maka seluruh permukaan bumi akan tertutup memakai curah hujan kira-kira sebanyak 2,5 centimeter. Air terdapat di atmosfer dalam tiga bentuk yaitu dalam bentuk uap yg tak kasat mata, dalam bentuk buah cairan & hablur es. Kedua bentuk yg terakhir adalah curahan yg kelihatan, yakni hujan, hujan es, & salju.

Siklus air adalah mekanisme transformasi (pergerakan) air yg selalu terjadi setiap saat. Dalam proses transformasi biasanya desertai memakai perubahan wujud, sifat & mutu ataupun air tetap dalam kondisi awal (Tersiawan, 2005). Secara garis besar transformasi itu mampu berupa evaporasi, transpirasi, kondensasi, presipitasi & perkolasi.

Ketika terjadi hujan, airnya akan turun ke permukaan bumi. Air ini sebagian akan mengalir ke permukaan bumi menuju ke daerah yg lebih rendah & bermuara di laut atau di danau. Sebagian lagi akan terserap oleh bumi & mengalir di dalam tanah atau tersimpan di dalam tanah menjadi air tanah.

Siklus air ini digerakkan oleh matahari. Panas yg dipancarkan oleh matahari akan membuat air laut, air permukaan & daratan menguap, bahkan air dari makhluk hidup pun ikut mengalaminya (evaporasi & transpirasi).Ketika uap air mendingin & menjadi mampat terbentuklah awan yg kemudian digerakkan oleh angin.

Angin ini akan membawa gumpalan-gumpalan awan ke daerah yg memiliki tekanan temperatur yg lebih rendah. Aika awan yg dibawa oleh angin ini melalui daerah pegunungan, maka gerakannya akan terhalang & didorong untuk naik lebih tinggi lagi. Karena temperatur akan semakin rendah apabila meningkat dari permukaan laut, maka awan yg mengandung uap air tadi mencapai titik embunnya & terbentuklah butiran-butiran air yg kemudian jatuh kembali ke bumi menjadi air hujan (presipitasi).

Air hujan ini akan mengalir lagi di permukaan bumi, ke daerah yg lebih rendah, & sebagian diserap oleh bumi (perkolasi). Kemudian terus menuju ke laut atau ke danau & apabila terkena sinar matahari akan menguap ke udara & membentuk awan. Awan akan berkumpul & kemudian dibawa oleh angin & mengembun & berubah menjadi hujan. Begitulah seterusnya siklus dari air yg berulang secara bergantian. Adapun proses siklus hidrologi mampu dipandang pada gambar dibawah ini:

Gambar 1. Siklus Air

(https://herrywidayat.files.wordpress.com/2009/01/water_cycle.jpg)

e.Peranan Air bagi Tumbuhan

Menurut Rai (1998), air memiliki beberapa peranan penting bagi tumbuhan yaitu diantaranya :

1.Struktur Tumbuhan. Air adalah bagian terbesar pembentukan jaringan dari semua makhluk hidup. Antara 40% sampai 60% dari berat segar pohon tersusun atas air. Cairan yg mengisi sel memiliki peran dalam menjaga substansi tetap dalam keadaan yg tepat untuk menjalankan fungsi metabolisme.

2.Sebagai Penunjang. Tumbuhan memerlukan air untuk menunjang jaringan-jaringan yg tidak berkayu. Apabila sel-sel jaringan tersebut memiliki relatif air, maka sel-sel tersebut akan berada dalam keadaan kokoh. Air yg ada dalam sel tumbuhan tersebut nantinya akan menghasilkan suatu tekanan yg dianggap tekanan turgor. Dengan adanya tekanan turgor tersebut akan menyebabkan sel mengembang & apabila jumlah air tidak memadai akan menyebabkan terjadinya proses plasmolisis.

3.Alat Angkut.Air di perlukan oleh tumbuhansebagai alat untuk mengangkut materi & nutrisi di sekitar tubuhnya, danmenyalurkanmateri & nutrisi tersebutke bagian tumbuhan lainnya menjadi substansi yg terlarut dalam air.

4.Pendinginan. Tumbuhan akan mengalami proses transpirasi, akibat dari proses transpirasi tersebut akan menyebabkan tumbuhan kehilangan air. Hilangnya sebagian air dari tumbuhan akan mendinginkan tubuh tumbuhan tersebut & menjaga tumbuhan dari pemanasan yg berlebihan sehingga suhu tanaman menjadi konstan.

5.Pelarut & medium reaksi biokimia

6.Memberikan turgor bagi sel (penting untuk pembelahan sel & pembesaran sel)

7.Bahan baku fotosintesis

f.Adaptasi tumbuhan terhadap kondisi ekstrim

Kekeringan adalah situasi yg sering di alami oleh tumbuhan. Suhu yg tinggi bisa juga menyampaikan pengaruh terhadap kekurangan air bagi tumbuhan. Bila musim kering itu bersifat periodik & adalah karakteristik daerah tersebut, maka tumbuhan yg ada disekitarnyaakan memperlihatkan penyesuaian dirinya. Berbagai cara penyesuaian terhadap lingkungannya tergantung pada tumbuhan tersebut.

Warning mengelompokkan dunia tumbuhan berdasarkan toleransinya terhadap air, yaitu diantaranya :

1.Hidrofit, adalah kelompok tumbuhan yg hidup dalam air atau pada tanah yg tergenang secara tetap.

2.Halofita, adalah kelompok tumbuhan yg tumbuh pada lingkungan berkadargaram tinggi.

3.Xerofita, kelompok tumbuhan yg teradaptasi untuk hidup di daerah kering.

4.Mesofita, kelompok tumbuhan yg bertoleransi pada kondisi air tanah yg tidak terlalu ekstrim.

DAFTAR PUSTAKA

Effendi, H. 2003. Telaah Kualitas Air. Yogyakarta : Penerbit Kanisius.

Fardiaz, S. 1992. Polusi Air & Udara. Yogyakarta : Penerbit Kanisius.

Lakitan, B. 2001. Dasar-Dasar Fisiologi Tumbuhan. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada.

Pollock, S. 2000. Jendela IPTEK Ekologi. Jakarta : Balai Pustaka.

Rai. Wijana. Arnyana. 1998. Buku Ajar Ekologi Tumbuhan. Singaraja : STKIP Singaraja.

Ramli, D. 1989. Ekologi. Jakarta : PPLP Tenaga Kependidikan.

Sutrisno, dkk. 2006. Teknologi Penyediaan Air Bersih. Jakarta : Rineka Cipta.

Tersiawan, M. 2005. Air Hujan Sebagai Air Bersih. Jakarta : PT Musi Perkasa Utama.

Widarto, L. 1996. Membuat Alat Penjernihan Air. Yogyakarta : Penerbit Kanisius.

Wirakusumah, S. 2003. Dasar-dasar Ekologi Bagi Populasi & Komunitas. Jakarta : Penerbit Universitas Indonesia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Designed By Uangmaya.com