Breaking News

Kamis, 08 Maret 2018

Inilah Spesies Tumbuhan Paling Bergizi pada Dunia

Carmelo Flores Laura, wanita menurut sebuah desa yang terletak 80 km menurut kota La Paz, Bolivia ketika ini sedang menjadi perhatian mayapada. Sejumlah media Internasional memberitakan sosok wanita ini sebab berpotensi dinobatkan sebagai manusia tertua pada mayapada.

Quinoa (www.indianapublicmedia.org)

Seperti diberitakan sang metro.co.uk, sertifikat baptis yang dimiliki Laura menerangkan bila ia lahir pada 16 Juli 1890. Itu berarti usianya ketika ini menginjak nomor 123 tahun. Menambah bertenaga catatan pada sertifikat baptisnya, Laura yang masih sehat serta lancar berjalan serta bicara pula mengungkapkan bila ia sudah berusia 24 tahun ketika Perang Dunia I berlangsung.

Laura, wanita tua menurut Bolivia ini mempunyai sertifikat baptis yang menerangkan bila usianya sudah 123 tahun. Ia pun berpotensi dinobatkan sebagai manusia tertua pada mayapada (www.metro.co.uk)


Validitas serta keakuratan catatan baptis tersebut memang masih harus diuji. Namun ada satu fakta krusial lainnya yang terungkap menurut usia Laura yang sudah senja. Ia menyatakan bahwa usianya sanggup mencapai ratusan tahun serta tetap sehat sebab mengkonsumsi Quinoa yang banyak tumbuh pada lingkungan wilayah tinggalnya. Ya, Quinoa, nama ini kemudian menarik perhatian banyak orang. Lalu apa itu Quinoa?.

Quinoa disebut spesies tanaman yang istimewa. Quinoa merupakan tanaman beserta nutrien serta gizi terlengkap pada antara semua spesies tanaman yang sudah diketahui pada mayapada sampai ketika ini. Dengan kata lain Quinoa merupakan tanaman paling bergizi pada mayapada.

Secara taksonomis, Quinoa mempunyai nama ilmiah Chenopodim quinoa Willd. yang termasuk ke dalam keluarga Amaranthaceae, kelas Magnoliopsida (dahulu disebut dikotil). Beberapa anggota Amaranthaceae memang disebut tanaman bergizi tinggi. Anggota keluarga Amaranthaceae yang umum kita konsumsi merupakan bayam.

Quinoa berasal menurut Pegunungan Andean yang meliputi Bolivia, Peru, Ekuador, Chile serta Columbia. Sejarah Quinoa erat beserta suku Inca sebab tanaman ini merupakan keliru satu sumber bahan kuliner bagi mereka. Masyarakat Pegunungan Andean diketahui sebagai orang yang pertama kali melakukan domestikasi terhadapan spesies ini. Tak heran bila Quinoa banyak ditanam pada ladang-ladang penduduk  pegunungan Andean.

Quinoa mempunyai kromosom berjumlah 46, tergolong herba berdaun hijau beserta tinggi sanggup mencapai 1,lima meter. Bunganya berumah satu serta umumnya berbunga pada bulan Juli sampai Agustus. Spesies ini mempunyai beberapa ekotipe, yakni populasi yang telah beradaptasi secara fisiologis juga genetis pada lingkungan tertentu. Adaptasi ekotipe menciptakan pada Andean spesies ini dapat tumbuh pada ketinggian 500 sampai 4000 m pada atas permukaan laut. Ada 6 ekotipe Quinoa yang agak dikenal yakni Ancovinto, Cancosa, Cahuil, Faro, Regalona serta Villarica.

Chenopodium quinoa menjadi spesies tanaman paling bergizi pada mayapada sebab sejumlah penelitian telah mengambarkan bahwa kandungan nutrien dalam sel serta jaringan penyusunnya nir hanya tinggi namun pula lengkap. Quinoa mengandung asam amino yang bermacam-macam serta berimbang. Hal ini menciptakan kualitas protein yang dihasilkan sangat tinggi bahkan kandungannya mencapai 12-15%. Selain itu Quinoa pula kaya mineral serta vitamin. Sejumlah metabolit sekunder krusial menurut grup polifenol, fitosterol serta flavonoid pula terkandung pada dalamnya. Kelompok metabolit sekunder tersebut secara umum diketahui sebagai elemen krusial antioksidan. Kandungan elemen penyusun Omega-6 serta vitamin E menciptakan Quinoa semakin mempunyai kegunaan untuk dikonsumsi.

Perbandingan kandungan karbohidrat, serat serta elemen lainnya menurut Quinoa beserta banyak sekali jenis sereal dalam gr/100 gr berat kemarau (Jancurova et al., 2009)

Sebagai sumber kuliner, Quinoa digolongkan ke dalam pseudocereal atau atau serupa sereal sebab selain daunnya yang dikonsumsi, bijinya pula dimakan layaknya sereal. Kandungan karbohidratnya mencapai 70 gr/100gram berat kemarau bijinya.

Quinoa diketahui mengandung Kalsium (Ca), Magnesium (Mg) serta Besi (Fe) dalam jumlah yang lebih tinggi dibanding tepung terigu, oat serta padi. Selain itu ditemukan pula kandungan sejumlah mineral lainnya.

Perbandingan kandungan mineral dalam Quinoa beserta beberapa jenis sereal lainnya dalam mg/100 gr berat kemarau (Carfasco et al., 2003).

Quinoa merupakan sumber vitamin yang baik. Dalam setiap 100 gr berat kemarau bijinya, ada kandungan vitamin C mencapai 23 mg. Quinoa pula mengandung vitamin B1, B2, B3 serta E. Oleh karenanya Quinoa sangat baik sebagai anti oksidan yang pula krusial sebagai penopang  metabolisme karbohidrat.

Kandungan vitamin pada 6 ekotipe Quinoa dalam mg/100 gr berat kemarau (Miranda et al., 2012)

Dan yang menciptakan Quinoa diyakini sebagai penyebab panjang umurnya banyak orang pada Andean merupakan kandungan asam amino esensial yang tinggi. Asam amino esensial merupakan kebutuhan pokok tubuh manusia namun tubuh kita tidak sanggup memproduksinya. Sembilan asam amino esensial ditemukan dalam sel-sel Quinoa. Dari semuanya itu, kandungan Lisin serta Leusinnya mencapai 6 gr/100 gr protein.

Perbandingan kandungan asam amino esensial pada Quinoa beserta beberapa jenis sereal lainnya dalam gr/100 gr protein (Jancurova et al., 2009).

Ironisnya meski terbukti sebagai tanaman paling bergizi pada mayapada, Quinoa justru identik sebagai kuliner kaum miskin. Di Andean Quinoa lebih banyak dikonsumsi sang petani serta warga kecil pegunungan seperti Laura. Sementara penduduk yang lebih kaya meninggalkan Quinoa serta beralih mengkonsumsi sereal menurut tepung terigu atau jagung.

Lalu apakah Quinoa dapat dibudidayakan pada Indonesia?. Mungkin saja itu terjadi suatu ketika nanti. Kita telah mengambarkan tanaman-tanaman orisinal Amerika Selatan seperti cabe akhirnya dapat tumbuh pada sini bahkan akhirnya identik beserta warga Indonesia. Namun itu semua memerlukan proses domestikasi yang panjang.

Yang terang sekarang kita sanggup memahami mengapa Laura yang mengaku berusia 123 tahun tetap sehat rutin mengkonsumsi Quinoa sebab tanaman ini memang istimewa. Laura serta Quinoa pula menerangkan bahwa pangan lokal semestinya menjadi pilihan bagi warga setempat.

Ladang Quinoa pada Peru (www.coha.org)

*surat keterangan:

Nutritional Aspect of Six Quinoa (Chenopodim quinoa Willd.) Ecotypes From Three Geographical Areas of Chile. Miranda et al.. Chilean Journal of Agricultural Research 72(dua) April-June, 2012.

Nutritional Value and Use of The Andean Crops Quinoa (Chenopodium quinoa) and Kaniwa (Chenopodium pallidicaule). Carrasco et al.. Food Reviews International Vol.19, 178-189, 2003. Quinoa- a Review. Jancurova et al.. Czech J. Food Sci. Vol. 27, No.dua:71-79, 2009.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Designed By Uangmaya.com