Breaking News

Senin, 12 Maret 2018

Manusia, Hewan, Tumbuhan, serta Gaya Hidup

Manusia, Hewan, Tumbuhan, serta Gaya Hidup

 By Christie Damayanti

Pengrusakan hutan mangrove ( www.mongabay.co.id )

Sebelumnya :

Cicak Itu Makan Nasi .. So, What?

Berlomba untuk merogoh keuntungan akbar secara materi, membawa akibat yang luar biasa bagi alam serta bumi. Pembabatan hutan yang berkesinambungan serta tidak menanam balik  pohon2 hutan, memproduksi ekosistim musnah. Bangunan baru, jalan raya, sentra wisata, memenuhi huma dimana2. Ola hidup tradisional yang seimbang bersama alam, dikala ini diambang kehancuran ..

Manusia serta gaya hidup

Sangat lumrah ketika kita insan berusaha memenuhi kebutuhan hidup kita bersama yang sangat nyaman. Berlomba2 memproduksi nyaman, sudah menjadi tradisi. Bahkan insan justru hingga melakukan apapun demi mencapai kenyaman hidup!

Tidak keliru, memang. Kenyamanan hidup sekarang menjelma tujuan primer. Sudah timbul rumah sesuai kebutuhan, masih membeli atau membentuk yang baru. Mobil minimal dua untuk 1 rumah, menjadi akibatnya standard hidup menjadi lebih menghancurkan alam ..

Kenyamanan menghambat alam besar2an melalui industry, pertambangan, kilang minyak, penebangn huan, pabrik serta sebagainya. Bahkan ketika insan ( yang pungkasnya ) cinta lingkungan bersama meneliti serta penangkaran hewan2 di hutan2, insan justru terus menghambat lingkungan!

Apakah tidak terpikir, ketika kita yang timbul di Jakarta harus meneliti serta menangkarkan hewan2 hutan di Kalimantan, serta kita naik pesawat terbang atau kapal bahari, bagaimana bersama bahan bakarnya? Bahan mentah serta energy yang dibutuhkan untuk menyediakan bahan bakar serta mengoperasikan pesawat, ternyata menimbulkan kerusakana lingkungan dalam skala akbar!

Tidak usah jauh2. Ketika kita mengendarai tunggangan beroda empat serta kita membuang bensin sekehendak hati kita, itu mejadi sebuah pemborosan. Bayangkan saja. Waktu itu aku sempat mengendarai tunggangan bersama beberapa sahabat yang memang gila tunggangan beroda empat. Dimana mobil2 mereka di permak habis, menjadi berat, memboroskan bahan bakar. Dari awalnya tunggangan beroda empat itu mengkonsumsi 11 km per-liter bensin, akhirnya tunggangan beroda empat itu mengkonsumsi kurang lebih lima km per-liter bensin.

Belum lagi jikalau tunggangan beroda empat macet, yang menimbulkan si supir harus tidak jarang menginjak pedal gas supaya AC menjadi dingin, berarti pemborosan bahan bakar.

Lebay? Kurasa, tidak!

Manusia bersama hewan dalam sebuah gaya hidup

Aku sangat terpikirkan, ketika insan memproduksi hewan2 menjadi sangat mutan, seperti link goresan pena ku diatas. Lama kelamaan, hewan2 yang mutan itu alam berebut makanan serta tempat tinggal bersama insan. Aika mutan itu akan berlangsung usang, setidaknya coba memikirkan yang sudah terjadi. Seperti  seekor Siberian Husky yang seharusnya tidak di kawasan salju, akan tetapi dibawa ke Jakarta, di sebuah kota yang panas, menjadi akibatnya tubuhnya yang gemuk dn bulunya yang tebal, menjadi kurus lantaran energinya cepat terbuang serta bulunya rontok.

Tuhan punya kuasa. DIA membagikan anjing2 asal ras Siberian Husky untuk tinggal di alam dingin bersama salju. Karena Siberian artinya negara bersalju. Tetapi Tuhan membagikan anjing Bali atau anjing2 berbulu tipis untuk bertempat tinggal di negara2 tropis. Itu sudah diatur, serta tidak seharusnya insan imengurusi pengaturan Tuhan!

Aika burung2 simpel bermigrasi keseluruh mayapada lantaran langsung terbangv bersama kelompoknya, tidak bersama anjing atau hewan2 yang akbar serta harus bermigrasi keliling mayapada. Hewan2 akbar itu pastilah dbawa insan. Sehingga hewan2 itu keluar asal ekosistimnya, hidup bersama tempat yang asing baginya.

Aika mereka dapat beradaptasi, mungkin mereka menjadi hewan mutan. Tetapi bayangkan ketika hewan2 itu menjadi sakit atau sengsara

Aku teringat ketika waktu aku masih sekolah, sahabat ku membagikan seekor anjing Siberian Husky. Baru berumur lima bulan bersama tubuh yang cukup gempal serta bulu yang tebal. Aku bahagia sekali! Temanku baru datang ( tinggal beberapa tahun disana ) asal Russia serta membawa anjing itu ke Jakarta. Dan lantaran rumahnya tidak akbar, maka dia membagikan anjing nya untukku Karen dia tahu aku gila hewan.

Bertahun2 aku rawat anjing itu, namanya Blui. Siberian Husky berbulu coklat kemerahan, termasuk matanya berwarna merah, seperti srigala. Lama kelamaan, si Blui semakin kurus serta bulunya semakin rontok. Blui hanya mau tidur di bath-tube kering, lantaran dingin. Dan dia selalu tidur terlentang atau tengkurap lantaran tubuhnya menyentuh keramik  bath-tube .

Aku belum menyadari sebuah kesalahan temanku untuk membawa Blui asal Russia ke Jakarta. Aku hanya bahagia lantaran aku pencinta hewan. Yang kentara, kesalahan yang sangat menyengsarakan bagi si Blui serta teman2ku ( anjing2 yang dibawa ke tempat2 yang tidak semestinya ..

Blui yang kurus serta bulunya rontok. Bulu Buli seperti anjing yang hidup di negara panas

www.wallpaperwidhd.blogspot.com

Seharusnya, seperti inilah panjang serta tebalnya bulu Blui ..

*****

 Hewan serta tanaman mengalami banyak ancaman. Bukan hanya kerusakan alam serta habitatnya, akan tetapi jua ancaman2 insan lewat gaya hidupnya.

Di Jakarta, contohnya. Apakah timbul yang mau mengerti serta mau peduli ketika hutan mangrove rusak lantaran insan? Hutan mangrove bukan hanya sekedar hutan tanaman biasa di ujung pantai2 Jakarta, akan tetapi hutan mangrove mempunyai fungsi yang luar biasa, menjadi pelindung serta barrier bagi pengikisan dataran pulau, dalam hal ini untuk menjaga agar Jakarta tidak terus terkikis lantaran abrasi atau reklamasi.

Tetapi yang timbul sekarang artinya, hutan mangrove semakin terdesak serta justru sudah rusak, ad interim reklamasi Jakarta semakin meluas! Lahan2 hutan mangrove, merupakan tempat ikan2 muara beranak pinak serta tempat burung2 transit' untuk bermigrasi. Bayangkan saja jikalau hutan mangrove semakin terdesak :

Abrasi pantai semakin mengikis dataran pulau
Reklamasi meluas menjadi akibatnya dataran pulau pun semakin mengikis
Ikan2 muara jua terdesak serta tidak sanggup berkembang biak
Burung2 tidak timbul serta jikalau mereka bermigrasi tidak timbul tempat transit, menjadi akibatnya kemungkinan akbar mereka akan tidak beristirahat serta memakan apa yang timbul ..

Gaya hidup insan yang semakin arogan, memproduksi makhluk lain sengsara serta kehilangan habitat, padahal Tuhan menginginkan seluruh makhluk hidup sejahtera. Dan hingga kapankah gaya hidup insan memproduksi mayapada semakin sengsara?

Walau gaya hidup insan jikalau masih wajar2 saja merupakan kebutuhan, akan tetapi gaya hidup yang lebay, akan memproduksi hidup insan sendiri lah yang akan sengsara, kepada batas akhirnya

Mari, selamatkan bumi ..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Designed By Uangmaya.com