Breaking News

Jumat, 23 Maret 2018

TanamanTumbuhan Menarik di FMIPA UB

Tau ga sih kalian kalo kita punya banyak tumbuhan menarik di fakultas tercinta kita, Fakultas MIPA ??. sesudah di telusuri lebih lanjut dan di tanyakan sana-sini terutama ke anak2 hidup, di dapatlah beberapa tumbuhan/tumbuhan yang menarik, yaitu :

{JAMBU MAWAR

Jambu mawar alias jambu kraton ini adalahanggota suku jambu-jambuan atau Myrtaceae yang berasal menurut Asia Tenggara, khususnya di wilayah Malaysia loh. Dinamai demikian alasannya adalah butir jambu ini mempunyai aroma wangi yang keras mirip mawar teman-teman..^^ udah pada nyobain jambu ini belum teman-teman? Saya aja belum kok..hehehe!


Jambu Mawar ini terkenal loh di berbagai Negara bareng nama yang berbeda pula.. terdapat chomphu namdokmai (Thailand), cham-puu (Kamboja), tampoy (Filipina), rose apple atau Malabar plum (Inggris). Nama ilmiahnya adalah Syzygium jambos.

Ini neh susunan takson menurut tumbuhan Jambu Mawar ini :

Kerajaan: Plantae Divisi: Magnoliophyta Kelas: Magnoliopsida Ordo: Myrtales Famili: Myrtaceae Genus: Syzygium Spesies: S. jambos

Bila butir ini sudah matang, warnanya kuning pucat atau kehijau-hijauan loh, bareng kulit licin dan agak keras. Warna bijinya coklat.

Buah jambu mawar biasa dimakan segar, meskipun nilainya masih kalah oleh jambu air, jambu semarang atau jambu bol. Jambu mawar sporadis terdapat di pasar, dan hanya dikonsumsi sendiri terutama oleh anak-anak. Buah ini pula tak sporadis dimasak atau diawetkan bareng berbagai cara. Eennaakknyaa.. ^^

Ga Cuma lezat di makan, tapi tumbuhan ini banyak fungsinya loh.. Buah tersebut bisa disuling untuk memperoleh air mawar, serupa bareng yang bisa diperoleh menurut daun mahkota bunga mawar. Daunnya disuling untuk mendapatkan minyak atsiri, yang berkhasiat bagi industri wewangian. Wahh kerennn ^^ Daun jambu mawar yang ditumbuk konon bisa dipergunakan sebagai obat cacar air. Di Kamboja, daun jambu ini bisa dipergunakan untuk obat sakit panas. Sedangkan biji buahnya bisa dipergunakan untuk obat sakit diare, disentri, dan radangg selaput lendir di hidung atau tenggorokan.

. Kayu terasnya yang berat dan keras, baik untuk konstruksi bangunan asalkan tidak berafiliasi bareng tanah. Kayu ini kurang tahan terhadap agresi rayap. Kulit kayunya dipergunakan sebagai bahan penyamak dan pewarna.

Pohon jambu mawar ini pula kerap ditanam di taman-taman dan pekarangan sebagai pohon hias (ornamental). Selain itu, bunga-bunganya pula merupakan sumber pakan yang baik bagi lebah madu.

Kalo temen-temen mau memperbanyak tumbuhan ini gampang kok.. bisa bareng biji, cangkokan, sambungan maupunu okulasi. Gampang kan?? Hehe ^^

{POHON MENTEGA

Nnahh.. temen-temen tau ga sama pohon yang satu ini?? Pohon mentega?? Apaan tuh?? Baru denger?? Bagi orang hidup, atau orang-orang yang sudah mengenal pohon mentega ini sudah tak asing loh.


Klasifikasi pohon ini, yaitu :

Kingdom: Plantae (Tumbuhan) Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh) Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji) Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil) Sub Kelas: DilleniidaeOrdo: Ebenales Famili: Ebenaceae Genus: Diospyros Spesies: Diospyros blancoi A. DC.

Buah ini pula terkenal di berbagai Negara mirip Jambu Mawar, yaitu Buah Mentega, bisbul, mabolo, sembolo (Indonesia), Velvet apple, mabolo (Inggris), Buah Lemak (Melayu), Marit (Thailand), dan Kamagong (Filipina).

Buah bisbol atau butir mentega ini berbentuk bundar, agak pipih. Kulitnya berwarna merah muda, atau jingga kekuning-kuningan bareng bulu halus berwarna kemerahan. Berbau mirip mentega, dan bijinya berwarna coklat.

Pohon mentega ini terdapat dua jenis loh, Jenis yang pertama adalah yang berbuah besar berwarna kuning untuk kulit dalamnya dan berwarna orange untuk kulit luarnya (kulit luarnya berbulu dan gatal,  maka harus dihilangkan dulu bareng menggosok-gosokkannya pada kain kasar... baru akan di temukan kulit dalamnya yang keras dan berwarna kuning tadi).

Tapi jangan sekali-kali di taruh dalam kulkas, ya? Bisa gawat, mitra...Baunya tajam tapi tidak membuat eneg, galau kan?

Itulah kenapa, mungkin menurut muasal dinamakan butir mentega... atau kalo temen-temen berada di Amerika Latin berubah nama menjadi Diospyros Discolor, agak keren sedikit mirip keluarga dinosaurus...hehehe ^^

Jenis butir mentega yang kedua... kulit luar dan dalamnya berwarna merah hati... cita rasanya lebih kurang sama, hanya bentuknya saja tidak sebesar butir mentega yang pertama tadi...

Buah ini pula bisa di masak mirip pisang goreng... kupas dulu, lalu dibelah buang bijinya dan taruh dalam adonan tepung, terus goreng, deh...

Oh ya, satu lagi kuterangkan... pohon mentega ini daunnya lebar hampir mirip daun ketapang, pohonnya tegak lurus tidak bercabang kecuali ranting daunnya... nah, mirip cemara-lah . tapi pohon ini tak bisa ditanam sendirian... di sampingnya dia membutuhkan pasangan... kalau temen-temen hanya menanam satu pohon saja, dia tak akan mau berbuah... hanya berbunga lalu rontok sesudah itu...

{MAHKOTA DEWA

Nnaahh, bagi temen-temen sama tumbuhan yang satu ini niscaya sudah tak asing lagi kn?? Appaa hayyoo?? Yupss.. bener.. tumbuhan ini sudah tak asing lagi bagi kita, yaitu Mahkota Dewa.. didasarkan  namanya, tumbuhan ini banyak sekali fungsinya, apalagi dalam menyembuhkan berbagai macam penyakit loh.. makanya di namakan Mahkota Dewa.


Klasifikasi tumbuhan ini, yaitu :

Kingdom: Plantae (Tumbuhan)

Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)

Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)

Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)

Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)

Sub Kelas: Rosidae

Ordo: Myrtales

Famili: Thymelaeaceae

Genus : Phaleria

Spesies: Phaleria macrocarpa (Scheff) Boerl.

Melihat nama botaninya, diperkirakan tumbuhan ini orisinil menurut wilayah Papua, Indonesia loh teman-teman.. Mahkota ilahi biasa ditemukan sebagai tumbuhan hias di pekarangan atau kebun.

Tumbuhan berbentuk pohon, berumur panjang (perenial), tinggi 1 - 2,5 m. Akar tunggang. Batang berkayu, silindris, tegak, warna cokelat, bagian atas kasar, percabangan simpodial, arah cabang miring ke atas. Daun tunggal, bertangkai pendek, tersusun berhadapan (folia oposita), warna hijau tua, bentuk jorong hingga lanset, panjang 7 - 10 cm, lebar 2 - 2,5 cm, helaian daun tipis, ujung dan pangkal runcing, tepi homogen, pertulangan menyirip (pinnate), bagian atas licin, tidak pernah meluruh Bunga tunggal, muncul di sepanjang batang dan ketiak daun, bertangkai pendek, mahkota berbentuk tabung (tubulosus) - berwarna putih Buah bundar, panjang 3 - 5 cm, butir muda berwarna hijau - sesudah tua menjadi merah, bentuk bareng biji bundar, keras - berwarna cokelat, daging butir berwarna putih - berserat dan berair Perbanyaan Generatif (biji)

Adapun kandungan zat aktif yang terdapat pada butir mahkota ilahi ini, yaitu :

Alkaloid : bersifat detoksifikasi yang bisa menetralisir racun di dalam tubuh
Saponin, yang bermanfaat sebagai:
sumber anti bakteri dan anti virus
meningkatkan sistem kekebalan tubuh
meningkatkan vitalitas
mengurangi kadar gula dalam darah
mengurangi penggumpalan darah

Flavonoid
melancarkan genre darah ke seluruh tubuh dan mencegah terjadinya penyumbatan pada pembuluh darah
mengurangi kandungan kolesterol serta mengurangi penumbunan lemak pada dinding pembuluh darah
mengurangi kadar risiko penyakit jantung koroner
mengandung antiinflamasi (antiradang)
berfungsi sebagai anti-oksidan
membantu mengurangi rasa sakit bila terjadi pendarahan atau pembengkakan

Polifenol
berfungsi sebagai anti histamin (antialergi)

Ia bisa membuat penderita penyakit ringan macam gatal-gatal, pegal-pegal, atau flu, hingga penyakit berat mirip kanker dan diabetes merasakan kesembuhan. Buah ini pula bisa dijadikan the loh teman-teman.. Cangkangnya mempunyai rasa sepet-sepet pahit, lebih pahit menurut kulit dan daging butir. Bagian ini pula tidak dianjurkan untuk dikonsumsi langsung alasannya adalah bisa mengakibatkan mabuk, pusing, bahkan pingsan. Namun, sesudah diolah, bagian ini lebih mujarab ketimbang kulit dan daging butir. Ia bisa mengobati penyakit berat macam kanker payudara, kanker rahim, sakit paru-paru, dan sirosis hati.

Tapi,, jangan sekali-kali teman-teman langsung memakan buahnya yahh.. karna Bijinya sangat beracun. Kalau mengunyahnya, kita bisa pusing, muntah-muntah dan pengecap mangkat rasa, serta bisa mengakibatkan pingsan loh.. ikkhh sereemm >.<

Buah inilah bagian yang paling banyak dipergunakan sebagai obat alami, di samping daun dan batang. Dari ketiga bagiannya, yakni kulit dan daging butir, cangkang (batok biji), serta biji, yang dimanfaatkan umumnya kulit dan daging butir serta cangkangnya. Buah muda berwarna hijau dan yang tua berwarna merah cerah.

{CINCAU

Wwaahh klo denger nama yang satu ini, sudah tak asing lagi kn buat temen-temen?? Nama ini mengingatkan kita pada siang hari yang begitu terik, lewat tukang es cincau.. yuppss.. Cincau namanya. Dduuhh jadi penegen kn.. hehe ^^Kata cincau sendiri berasal menurut dialek Hokkian sienchau (xiancao) yang lazim dilafalkan di kalangan Tionghoa di Asia Tenggara. Cincau sendiri di bahasa asalnya sebenarnya adalah nama tumbuhan (Mesona spp.) yang menjadi bahan pembuatan gel ini.

Tanaman orisinil Asia Tenggara ini termasuk dalam suku sirawan-sirawanan (manispermaceae), biasa dianggap orang Sunda, tarawulu, trewulu, camcauh. Tanaman ini baik di Sunda atau Jawa, dulu kerap menjadi tumbuhan pagar. Di Jawa Barat masih bisa kita jumpai tumbuhan ini, dan tak sporadis orang langsung mengonsumsinya untuk membuat camcau.

Tumbuhan penghasil cincau ini bermacam-macam loh teman-teman..

Tumbuhan menurut genus Mesona, terutama M. procumbens, M. chinensis yang banyak diproduksi di Tiongkok bagian selatan serta Indocina, atau M. palustris (dikenal bareng nama lokal Janggelan) yang banyak dipergunakan di Indonesia, memproduksi cincau hitam;
Cylea barbata Myers atau cincau hijau, memproduksi cincau berwarna hijau dan agak lebih padat konsistensinya;[1]
Melasthoma polyanthum atau cincau perdu.

"Buah" (secara nabati bukan butir, tetapi syconia) Ficus pumila (fikus rambat) di Tiongkok pula dipergunakan sebagai bahan jenis cincau lain yang dianggap "pai-liang-fen"[2] dan diperdagangkan sebagai grass jelly (sama mirip cincau) atau ai-yu jelly.

Secara tradisional, cincau dipercaya sebagai penurun panas badan, obat demam, obat panas dalam, obat sakit perut (mual), obat diare, pencegah gangguan pencernaan. Penelitian ilmiah pun menambah daftar panjang khasiatnya. Salah satunya sebagai antikanker.

Di negara-negara maju, mirip di Jepang atau Korea, cincau yang satu ini sudah diproduksi menjadi ekstrak serbuk siap pakai untuk membuat jeli cincau sendiri di rumah. Namun terdapat pula yang dikemas kalengan yang siap dibubuhi dalam minuman atau dessert segar. Lebih beruntung kita di Indonesia alasannya adalah bareng gampang mendapatkan cincau segar di pasaran. Cincau memang tak berumur panjang, dalam 2-3 hari dia bisa mencair terlebih cincau hijau. Tapi, dalam teknologi pangan, bisnis untuk membuat serbuk cincau kini banyak pula dilakukan oleh cendekiawan kita.

naahhh... itu dia tumbuhan/tumbuhan menarik yang terdapat di lingkungan kita tercinta ini Fakultas Mipa Universitas Brawijaya Malang.. semoga bermanfaat buat temen2 semua.. aminn ^^

(Ming)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Designed By Uangmaya.com