Breaking News

Jumat, 30 Maret 2018

Tumbuhan Lontar Sumber Energi Alternatif Etanol

Perubahan iklim adalah pertarungan dunia yang relatif serius yang dapat mengganggu perjalanan pembagunan berkelanjutan. Perubahan yang relatif signifikan ini, menciptakan pemerintah, masyarakat sipil serta komunitas menaikkan perhatian buat mengantisipasi efek perubahan iklim serta mencari strategi perubahan serta adaptasi pada pengaruh yang terjadi. Salah satu upaya buat mengontrol emisi gas rumah kaca adalah pengurangan konsumsi tenaga serta pergantian bahan bakar yang rendah emisi hidrokarbon. Oleh sebab itu, pencarian sumber tenaga yang dapat diperbaharui serta dapat mengurangi emisi hidrokarbon menjadi suatu perhatian serta pilihan, yaitu etanol. Etanol adalah keliru satu sumber tenaga yang dapat ditemukan pada semua mahluk hayati yang biasa diklaim bio-etanol. Produksi Etanol menjadi alternatife yang baik dikarenakan etanol adalah adonan bahan bakar bensin motor yang dapat menaikkan nilai oktan. Apabila nilai oktan rendah serta panas penguapan tinggi dapat menganggu pengapian pada mesin diesel. Maka buat menaikkan pengapian, pemijar busi serta penghidup stater dipergunakan bahan bakar degan adonan etanol. Salah satu tanaman yang berpotensial sebagai bahan baku pembuatan etanol adalah Tumbuhan Lontar. Untuk mempertahankan kelestarian tanaman lontar, perlu upaya diversifikasi pola konsumsi dengan teknologi yang tepat guna yang memadukan aktivitas ekonomi serta kelestarian yang meliputi seluruh kawasan daerah asal lontar. Beberapa identitas tanaman lontar dari fisiknya : No Fisik Ket 1 Akar serta Batang


Berperawakan tinggi, tegak, berbatang tunggal berbentuk silindiris.
Tinggi mencapai 25 m 30 m
Diameter btg 40 cm 50 cm
Lontar Muda mempunyai empelur yang masih lunak.

2 Daun

Daun menyirip gasal yang tersusun melingkar 25 40 helai berbentuk kipas.
Helai bewarna hijau agak kelabu
Lebar 1 m sampai 1,5 m.
Panjang tangkai daun tampak berkayu dengan warna coklat atau hitam.

3 Bunga serta buah

Panjang bulir antara 30 cm- 60 cm
Diameter 2 cm sampai 5 cm
Satu tandan terdapat 4 sampai 10 mayang
Setiap pohon menghasilkan 200 sampai 300 buah setiap tahun.

Perkiraan  pertumbuhan tanaman Lontar Dinas Perkebunan Nusa Tenggara Timur memperkirakan jumlah populasi pohon lontar ada sekitar 4.000.000 pohon yang terdiri dari tanaman muda ( kurang 10 tahun) sebanyak 950.000 serta tanaman dewasa ( lebih dari 10 tahun) sebanyak 3.050.000 pohon. Di daerah Sulawesi selatan, Lontar tumbuh secara sporadis serta bergerombol. Dan tumbuh sekitar 10 % diareal tanah kering, serta dalam setiap hektar terdapat sekitar 5- 120 pohon lontar dengan taraf umur yang tidak selaras-beda atau rerata 28 pohon / ha. Total lahan populasi tanaman sekitar 250.000 300.000 pohon. Potensi produksi nira lontar pada unit Nusa Tenggara Timur dengan massa sadap 184 hari menghasilkan sekitar 726.84 liter. Apabila produksi ini dikalikan dengan jumlah pohon yang disadap sebanyak 1.516.500 pohon maka total produksi nira 1.102.252.860 liter. Potensi ini adalah komoditas strategis buat dikembangkan sebagai sumber bahan baku pengembangan agro industri yang dapat menunjang pendapatan orisinal daerah. Budidaya Lontar : Pembiakan lontar dapat dilakukan dengan 2 cara yakni :

Pembiakan lontar dikembangbiakan secara alamiah dimulai dengan jatuhnya buah matang, kemudian biji akan berkecambah dengan kondisi terkubur dalam tanah. Biji berkecambah sehabis 45 60 hari. Pada umur 9 sampai 12 bulan, daun semu muncul ke permukaan tanah. Daun semu membentuk daun sejati serta bertangkai. Sejalan dengan pertumbuhan daun, bagian dasar tangki daun lambat laun akan membentuk btg. Bagian btg terbentuk sehabis berumur 6 tahun- 7 tahun
Secara Konvensional perbanyakan lontar dilakukan dengan mengecambahkan biji pada persemaian. Media kecambah terdiri dari adonan tanah gambut serta serbuk gergaji dengan perbandingan 1 :1, serta dikondisikan dengan pH 6,5. Sebelum dikecambahkan, buah lontar direndam air selama 2 minggu kemudian dibersihkan. Kemudian biji disemaikan 25 cm sampai 30 cm, kemudian ditutup dengan media serta dijaga ditempat lembab serta relatif memperoleh sinar matahari. Semai dipindahkan kedalam polybag berisi media tanah diberi kompos serta kapur ( 50 : 45 :5). Bibit dapat ditanam ke lahan sehabis minimal 6 bulan tumbuh dalam polybag.

Setelah dilakukan pembibitan, hal yang dilakukan setelahnya adalah : Pembersihan Lahan : Pembersihan lahan yang ditumbuhi perdu atau semak  dibersihkan memotong bagian  pangkal hingga bersih kemudian dilakukan pengamatan profil tanah. Pengukuran plot penanaman serta penganjiran :

Plot penanaman yang efektir berukuran 100 m x 100 m dengan jeda antar plot penanaman adalah 10 m.
Mahkota mempunyai lebar sekita 5 m, sehingga jeda tanam 3 m x 8 m sistem baris. Dengan jeda 3 m didalam baris, serta 8 m antara baris maka dalam 1 ha dapat ditanam lontar  396 pohon. Apabila menggunaka ukuran 3 m  x  8 m sistem gergaji yaitu berselang seling, maka dalam 1 ha dapat ditanam lontar lebih banyak 600 pohon. Setelah pengukuran dilakukan, setiap titik ajir dipasang tiang ajir.
Pembuatan logam tanaman.Pada setiap titik ajir digali lobang tanam berukuran 20 cm x 20 cm x 30 cm menggunakan indera penggali tanah. Dalam pembuatan lobang tanam, dampak bagian dipisahkan dari tanah lapisan bawah agar penyesuaian kondisi tempat tumbuh lebih cepat.
Penanaman, lobang ditanam selesai dibuat, bibit lontar diadalam pollybag diangkut ke lapangan.

Pembuatan etanol : Unsur dalamcairan Nira adalah sbb :

Derajat Keasaman (pH)          : 6,2 7,2
Kadar air                                 : 75-90 %
Kadar sukrosa                                     : 8 21 %
Gula invert                              : 0,5 0,10 %

Komposisi dari unsur tersebut, akan adalah media yang baik bagi pertumbuhan serta perkembangan mikroorganisme seperti bakteri, jamujr serta ragi. Ketiga mikroorganisma tersebut menguraikan sakaraosa yang terdapat pada nira menjadi glukosa serta fruktosa, kemudian diuraikan lagi menjadi etanol. Data dari penelitian ini membuktikan bahwa nira lontar secara fermentatif dengan teknik penyulingan serta penambahan pengfiksasian dapat menghasilkan serta menaikkan kadar kemurnian etanol. Upaya peningkatan perolehan etanol membuka peluang usaha yang dapat menaikkan pendapatan serta kesejahteran.. Secara sederhana proses pembuatan etanol dimulai :

Pengumpulan Nira : Nira yang masih segar serta baik disaring dengan menggunakan kain saring serta dimasukkan ke tungku fermentasi. Selama proses fermentasi, diusahakan udara yang masuk kedalam tangki seminimal mungkin.
Proses Fermentasi  berlangsung secara spontan atau alami. Pembentukan etanol terjadi pada hari kedua serta ke 3, dimana gula dipecah oleh enzim menjadi etanol serta karbondioksida.
Setelah proses fermentasi, nira dikeluarkan serta disaring melalui pintu pengeluaran yang bertujuan memisahkan serta membuang kotoran seperti protein, lemak, amplas serta zat warna.
Sebelum dikemas, minuman beralkohol dipastiurisasi terlebih dahulu agar pada suhu 70 C kemudian dimasukkan kedalam botol yang disterilkan lebih dahulu.

Nilai Ekonomi Etanol dari Nira Lontar :

Produksi nira lontar per pohon sangat bervariasi tergantung pada kesuburan, keadaan musim, frekuensi serta saat penyadapan. Dari dampak pengamatan jumlah mayang yang disadap bergam mulai dari 1 -5 mayang per pohon per hari dengan produksi nira rata-rata 3,5 liter per hari. Bila jumlah pohon yang disadap petani rata-rata 30 pohon per hari, maka jumlah nira yang didapatkan kurang lebih 105 liter. Harga nira segar adalah sekitar Rp. 250 per liter, maka diperoleh pendapatan setiap hari sebesar Rp. 26.250 atau 787.500 per bulan dengan melibatkan kurang lebih dua tenaga kerja suami istri.
Kemudian jika nira diolah menjadi gula ( cair) dengan cara sederhan nira segar dimasak 1-3 jam, sejumlah nira segar 105 liter dapat menghasilkan kurang lebih 43 botol gula cair ( 1 botol = 625 ml). Harga jual gula cair berfluktuasi menurut musim, pada musim panen ditingkat petani sebesar Rp. 800 per botol, maka diperoleh pendapatan setiap hari sebesar Rp. 34.400 atau Rp.1.032.000 per bulan. Nilai tambah diperoleh produk gula cair sebesar Rp. 550 per hari atau  Rp. 16.500 per bulan.

Pasar Etanol serta hubungannya dengan antar produk lainnya :

Etanol terbanyak digunakan sebagai bahan bakar adiktif pada kenderaan bermotor serta mesin, misalnya bensin premium yang memiliki angka oktan 88 dicampur dengan etanol seperti : pertamax, sebab etanol memiliki nilai angka otan 117. Perbandingan adonan etanol serta bensin premium adlah 1 :9., dimana andai saja 100 ml etanol dicampur dengan 900 ml bensin premium menjadi 10000 ml bensin etanol, maka angka oktan menjadi 10 % x 117 + 90% x 88 = 90,9 atau mendekati pertamax ( standar bahan bakar bensin yang dipergunakan pada eropa).
Sebagai pelarut serta sintesis senyawa lain.
Sebagai antiseptic
Sebagai penangkal racun.

Dari banyaknya manfaat etanol tersebut, maka dapat membuka peluang pasar yang sangat luas serta tantangan bagi pengembangan potensi nira lontar sebagai bahan dasar etano

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Designed By Uangmaya.com