Breaking News

Kamis, 05 April 2018

Daun Katuk Sebagai Obat Penyakit dan Nutrisi Yang Terkandung di Dalamnya dan Efeksampingnya

Bagi para ibu, daun katuk merupakan tanaman yang sudah sering didengar. Ibu-ibu hamil dan yang sedang menyusui anak bayinya, sering direkomendasikan untuk mengonsumsi daun katuk. Tanaman ini dipercaya bisa melancarkan ASI (Air Susu Ibu) yang menjadi makanan pokok sang bayi. Selain berguna bagi para ibu, daun katuk juga sering digunakan untuk menyayur. Dibuat sayur bening atau dioseng-oseng, daun katuk adalah bahan makanan sehat yang juga enak. Tetapi apakah hanya sebatas itu kegunaan daun katuk sendiri?



Mungkin sedikit ironis bahwa meskipun daun katuk sudah sering didengar, masih banyak orang yang tidak mengetahui apa sebenarnya daun katuk itu. Daun Katuk mempunyai nama ilmiah Sauropus androgynus. Tumbuhan ini banyak tersebar di Asia Tenggara. Biasanya daun katuk tumbuh di dataran rendah dan mudah ditanam untuk dijadikan pagar hidup.

Di Vietnam, katuk dikenal dengan nama rau ngót, sementara orang Tionghoa menyebutnya mani cai. Di Jawa, daun katuk disebut kebing dan katukan, di Melayu katuk adalah memata, di Minangkabau, orang menyebutnya Simani, sementara di Madura, istilah kerakur lebih dikenal.

Daun katuk termasuk dalam tanaman perdu. Jika tumbuh, tingginya bisa mencapai hingga 2 sampai 3 m. Daunnya tumbuh berselang-seling di satu tangkai. Bentuknya daunnya lonjong meruncing, tulang daunnya menyirip, tepian daun rata, dan pangkalnya tumpul. Warna daun sangat hijau ketika muda, namun menjadi cokelat kehijauan ketika sudah tua. Daun katuk mempunyai bunga yang berwarna ungu.

Manfaat dan efek samping daun katuk. Daun katuk atau Sauropus androgynus dalam bahasa latin adalah daun sayuran yang banyak tumbuh di Asia tenggara. Daun ini dipercaya bagus untuk ibu hamil dan ibu menyusui untuk melancarkan ASI (Air Susu Ibu). Karena khsiat daun katuk yang demikian berjasa dalam mengeluarkan ASi, maka kini banyak produk untuk melancarkan ASI dibuat dengan menggunakan daun katuk. 

Sebelum melihat lebih jauh tentang khasiat daun katuk untuk kesehatan, mari kita ketahui dulu apa saja kandungan dalam daun katuk, sehingga daun ini demikian bermanfaatnya untuk kesehatan, terutama kesehatan ibu hamil. Sebagaimakan yang sikutip dari wikipedia, bahwa daun katuk mengandung hampir 7% protein dan serat kasar sampai 19%. Daun kautk kaya akan vitamin K, selain pro-vitamin A (beta-karotena), vitamin B, dan vitamin C. Selain itu daun katuk juga mengandung kalsium (hingga 2,8%), besi, kalium, fosfor, dan magnesium. Klorofil juga terbukti banyak dalam daun katuk ini, daun katuk yang berwarna hijau adalah bukti kalau daun ini banyak mengandung klorofil didalamnya. 

Sekarang kita lihat beberapa manfaat dari daun katuk ini, sebagai lanjutan dari manfaat daun katuk pada postingan sebelumnya.
  1. Melancarkan air susu ibu (ASI)
  2. Menyembuhkan bisul, demam, dan darah kotor
  3. Bisa membangkitkan kemampuan sex
  4. Mencegah osteoporosis (tulang keropos)
  5. Daun katuk mengandung Vitamin C yang tinggi
  6. Memiliki kadar kalsium yang tinggi
  7. Mengandung efedrin, zat ini sangat bermanfaat bagi penderita influenza
  8. Bermanfaat untuk memperbanyak sp3rm2, serta membangkitkan vitalitas s3ksu2l.
  9. Daun katuk adalah sumber vitamin A yang bagus untuk penyakit mata, pertumbuhan sel, meningkatkan ketahanan tubuh, kesehatan reproduk$i serta menjaga kesehatan kulit.
  10. Sumber terbanyak klorofil, dengan mengkonsumsi banyak klorofil maka kesehatan jaringan tubuh bisa terjaga, klorofil juga bermanfaat untuk mengatasi parasit, bakteri, dan virus yang ada dalam tubuh. Turunan klorofil feoditin berfungsi sebagai antioksidan
  11. Daun katuk mengandung senyawa utama yang butuhkan tubuh dalam pembuatan kolagen dalam tubuh, dan sebagai pengangkut lemak, pengangkut elektron, menehatkan gusi, mengatur tingkat kolesterol, serta pemacu imunitas dan ketahan tubuh.

Efek Samping Daun Katuk. Daun katuk yang dikonsumsi sebagai sayuran pelancar ASI ini belum pernah di uji laboratorium di Indonesia, apakah memberikan dampak negatif atau tidak. Tetapi sebagaimana ditulis dalam situs wikipedia.org bahwa daun katuk mengandung papaverina, yaitu suatu alkaloid yang juga terdapat pada candu (opium). Jadi, mengkonsumsi daun katuk secara berlebihan dapat menyebabkan efek samping seperti keracunan papaverin


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Designed By Uangmaya.com